
Bola.net - Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, yang meminta agar para pemain untuk tidak mengindahkan sanksi dari PSSI, mendapat tanggapan keras Saleh Ismail Mukadar. Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Kompetisi ini menyebut Roy kurang memiliki pemahaman terhadap sepakbola Indonesia.
Menurut Saleh, Roy jelas-jelas memiliki pemahaman yang kurang terhadap sepakbola Indonesia. Terbukti, sambungnya, Roy tidak bisa membedakan Diego Mendieta dengan Diego Michiels.
"Sementara mengenai hukuman yang dijatuhkan pada para pemain ISL yang tidak memenuhi panggilan Timnas Indonesia, adalah hukuman atas pembangkangan warga negara yang tidak mau membela negaranya. Hukuman seperti itu sudah diatur dalam regulasi sepakbola," ujar Saleh.
Sebelumnya, Roy sempat memantik kekesalan di tubuh PSSI dengan meminta pemain untuk mengabaikan sanksi yang dijatuhkan oleh otoritas tertinggi sepakbola Indonesia itu. Roy beralasan bahwa sanksi ini merupakan akibat dari konflik di sepakbola Indonesia.
Lebih lanjut, Saleh berharap agar Roy Suryo bisa mendukung tindakan PSSI. Sebagai wakil pemerintah, Roy diharapkan bisa membantu tindakan PSSI yang berusaha agar pemain mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan.
"Bila sebagai menteri, Roy Suryo justru mendukung para pembangkang untuk tidak memenuhi panggilan membela negara, maka integritas dan nasionalismenya sangat patut dipertanyakan," pungkas Saleh. (den/dzi)
Menurut Saleh, Roy jelas-jelas memiliki pemahaman yang kurang terhadap sepakbola Indonesia. Terbukti, sambungnya, Roy tidak bisa membedakan Diego Mendieta dengan Diego Michiels.
"Sementara mengenai hukuman yang dijatuhkan pada para pemain ISL yang tidak memenuhi panggilan Timnas Indonesia, adalah hukuman atas pembangkangan warga negara yang tidak mau membela negaranya. Hukuman seperti itu sudah diatur dalam regulasi sepakbola," ujar Saleh.
Sebelumnya, Roy sempat memantik kekesalan di tubuh PSSI dengan meminta pemain untuk mengabaikan sanksi yang dijatuhkan oleh otoritas tertinggi sepakbola Indonesia itu. Roy beralasan bahwa sanksi ini merupakan akibat dari konflik di sepakbola Indonesia.
Lebih lanjut, Saleh berharap agar Roy Suryo bisa mendukung tindakan PSSI. Sebagai wakil pemerintah, Roy diharapkan bisa membantu tindakan PSSI yang berusaha agar pemain mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan.
"Bila sebagai menteri, Roy Suryo justru mendukung para pembangkang untuk tidak memenuhi panggilan membela negara, maka integritas dan nasionalismenya sangat patut dipertanyakan," pungkas Saleh. (den/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 6 Juni 2026 23:0310 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
Resmi! Usai Tinggalkan Persebaya, Bruno Moreira Gabung Klub Thailand dan Main Bareng Asnawi Mangkualam
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
