Soal Turnamen Pengganti Kompetisi, APSSI Akan Surati PSSI
Ari Prayoga | 16 April 2020 01:52
Bola.net - Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) membeber langkah mereka soal adanya wacana digelarnya turnamen jika Shopee Liga 1 musim 2020 dihentikan permanen. Mereka mengaku akan segera mengirim surat resmi ke PSSI.
"Kami sudah membicarakan hal ini dengan Exco APSSI. Sudah ada keputusan yang akan disampaikan ke PSSI," kata Ketua APSSI, Yeyen Tumena, pada Bola.net.
"Saat ini, surat sedang didraf. Kalau sudah dikirim ke PSSI, akan kami share," sambungnya.
Lebih lanjut, Yeyen mengaku bahwa APSSI akan memberikan masukan kepada PSSI. Pasalnya, sambung eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia tersebut, APSSI harus membawa aspirasi dari anggota mereka.
"Kami tetap akan memberikan masukan sesuai kapasitas sebagai asosiasi pelatih, yang mewakili aspirasi para pelatih. Mereka juga bagian dari pelaku kompetisi," tuturnya.
Sebelumnya, sempat muncul wacana akan adanya turnamen yang digelar jika Shopee Liga 1 musim 2020. Turnamen ini disebut-sebut bakal dihelat pada September mendatang.
PSSI sendiri sebelumnya memastikan bahwa Bulan Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya persebaran Virus Corona di Indonesia.
Dengan status ini, PSSI mengizinkan perubahan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta kompetisi. Gaji komponen tim ini maksimal 25 persen dari yang tercantum di kontrak.
Selain itu, dalam keputusan tersebut, PSSI juga menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.
Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Sudah Punya Usulan
Lebih lanjut, Yeyen mengaku, APSSI sudah sempat memberikan masukan kepada PSSI soal turnamen. Masukan ini mereka berikan melalui surat yang dikirim pada 27 Maret lalu. Tanggapan ini berbarengan dengan tanggapan mereka
soal pemotongan gaji komponen tim menjadi 25 persen.
Dalam surat tersebut, APSSI berharap ada sebuah turnamen digelar dengan menggabungkan klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dalam grup-grup dan dilaksanakan lewat home tournament. Waktu menggelar turnamen ini diperkirakan selama tiga bulan, bisa mengacu pada turnamen yang digelar di Tanah Air saat PSSI terkena sanksi FIFA.
Bila situasi masih dianggap belum memungkinkan untuk pengumpulan masa, turnamen dapat digelar tanpa penonton dan Liga 3 serta Academy tetap dihentikan hingga akhir tahun 2020.
Seandainya turnamen seperti yang dimaksud dapat dilaksanakan, konsekuensinya adalah perlu disepakati kontrak baru antara klub dengan pelatih serta asuransi terhadap seluruh anggota tim yang terlibat dalam turnamen.
"Nah, karena belakangan ada usulan agar turnamen hanya diikuti klub Liga 1, maka kami memberi masukan lagi kepada PSSI," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














