Standarisasi Lisensi Ganjal Khusaeri di Persegres
Editor Bolanet | 25 Maret 2013 18:49
- Standarisasi Lisensi Kepelatihan minimal A Nasional yang diterapkan PT Liga Indonesia (PT LI) di Indonesia Super League (ISL) membuat Khusaeri harus mengubur sementara waktu impiannya untuk menjabat sebagai pelatih kepala Gresik United ().
Tiga laga sudah Khusaeri menjadi pelatih caretaker tim dengan julukan Laskar Joko Samudro itu. Ia tetap dipercaya hingga kini oleh manajemen Persegres melatih tim meski hanya sebatas caretaker. Pasalnya, manajemen sendiri belum terlihat mengambil langkah tegas dalam menentukan pelatih baru setelah memecat pelatih Suharno.
Saya siap memegang tim ini (Persegres)selama saya masih dipercaya. Namun untuk menjadi pelatih kepala, saya harus sadar diri. Jujur saja saya masih berlisensi C, sedangkan syaratnya harus berlisensi A, ungkap Khusaeri, Senin (25/3).
Menurut Khusaeri, ia sudah pernah mengikuti pendidikan guna mendapatkan Lisensi B. Namun hingga kini Lisensi B belum dapat diterimanya. Padahal, jika sudah mengantongi Lisensi B, jalan untuk naik ke Lisensi A akan lebih dekat. Hingga kini Lisensi B saya belum juga turun, katanya.
Situasi yang dilanda Khusaeri ini sama persis dengan apa yang dilanda caretaker Persela Lamongan musim ini, Didik Ludianto. Namun, Didik memiliki harapan lebih panjang untuk menjadi pelatih meski sebatas caretaker. Sebab ia mampu mengemas dua kemenangan dari tiga laga yang dilakoninya. Sedangkan Khusaeri hanya mampu memetik satu poin away. Dua laga kandang Persegres yang ditukanginya harus menerima kekalahan dari Sriwijaya FC dan Arema Indonesia.
Khusaeri pun mengaku pasrah jika nantinya manajemen memilih pelatih kepala anyar untuk Persegres. Ya apabila sudah ada pelatih baru, maka saya siap kembali menjadi asisten pelatih lagi, tandasnya. (fjr/dzi)
Tiga laga sudah Khusaeri menjadi pelatih caretaker tim dengan julukan Laskar Joko Samudro itu. Ia tetap dipercaya hingga kini oleh manajemen Persegres melatih tim meski hanya sebatas caretaker. Pasalnya, manajemen sendiri belum terlihat mengambil langkah tegas dalam menentukan pelatih baru setelah memecat pelatih Suharno.
Saya siap memegang tim ini (Persegres)selama saya masih dipercaya. Namun untuk menjadi pelatih kepala, saya harus sadar diri. Jujur saja saya masih berlisensi C, sedangkan syaratnya harus berlisensi A, ungkap Khusaeri, Senin (25/3).
Menurut Khusaeri, ia sudah pernah mengikuti pendidikan guna mendapatkan Lisensi B. Namun hingga kini Lisensi B belum dapat diterimanya. Padahal, jika sudah mengantongi Lisensi B, jalan untuk naik ke Lisensi A akan lebih dekat. Hingga kini Lisensi B saya belum juga turun, katanya.
Situasi yang dilanda Khusaeri ini sama persis dengan apa yang dilanda caretaker Persela Lamongan musim ini, Didik Ludianto. Namun, Didik memiliki harapan lebih panjang untuk menjadi pelatih meski sebatas caretaker. Sebab ia mampu mengemas dua kemenangan dari tiga laga yang dilakoninya. Sedangkan Khusaeri hanya mampu memetik satu poin away. Dua laga kandang Persegres yang ditukanginya harus menerima kekalahan dari Sriwijaya FC dan Arema Indonesia.
Khusaeri pun mengaku pasrah jika nantinya manajemen memilih pelatih kepala anyar untuk Persegres. Ya apabila sudah ada pelatih baru, maka saya siap kembali menjadi asisten pelatih lagi, tandasnya. (fjr/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tangani Gresik United, Listiadi Mengaku Didukung Widodo
Bola Indonesia 18 Maret 2016, 11:24
-
Modal Pemain Senior, Gresik United Yakin Berprestasi
Bola Indonesia 18 Maret 2016, 11:20
-
Surabaya United: Jika ISL Digelar April, Klub Sulit Gaet Sponsot
Bola Indonesia 16 Maret 2016, 15:00
-
Surabaya United Keberatan ISL Digelar April
Bola Indonesia 16 Maret 2016, 14:32
-
Terancam Tanpa Pemain ISL, Tim PON Jatim Pusing
Bola Indonesia 12 Februari 2016, 13:31
LATEST UPDATE
-
Kabar Gembira! Kevin De Bruyne Kembali Perkuat Napoli Hadapi Torino
Liga Italia 6 Maret 2026, 09:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
















