Sudah Dua Bulan Pemain PSM Tidak Terima Gaji
Editor Bolanet | 19 Mei 2012 12:15
- Perjuangan pemain PSM Makassar agar bisa bertahan di papan atas IPL ternyata tidak didukung dengan keuangan yang memadai. Andi Oddang dkk lagi-lagi harus gigit jari karena gaji bulan Mei yang seharusnya sudah dibayarkan per tanggal 15 Mei belum juga ditransfer.
Padahal, skuad Ayam Jantan dari Timur sudah bersabar gaji bulan April mereka belum dibayar secara full oleh konsorsium selaku pemegang saham . Sampai saat ini, konsorsium baru membayar gaji pemain untuk bulan April sebesar 20 persen.
Belum ada gaji masuk. Baik gaji sisa bulan April maupun gaji Mei. Saya sudah cek di rekening,” kata bek , Satrio Syam. “Kondisi ini sangat mengecewakan, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami akan mencoba tetap profesional dan tidak berpikir untuk mogok lagi, lanjutnya.
Kapten PSM, Andi Oddang, juga tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pasalnya, seluruh pemain membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Apalagi, gaji dari PSM merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka. Kami sudah berusaha maksimal di lapangan tetapi gaji masih selalu tersendat. Kami sangat butuh uang untuk menghidupi keluarga, ungkap Oddang.
Pelatih , Petar Segrt, pun menyesalkan keterlambatan gaji tersebut. Ia ikut prihatin dengan kondisi ini dan berharap agar konsorsium bisa segera menemukan jalan keluar. Meski dibelit masalah keuangan, Petar bangga karena pemainnya bisa berbesar hati dan menjami tidak akan melakukan aksi mogok lagi.
Geladang , Rasyid A Bakri, mengatakan bahwa dirinya tetap semangat bertanding demi meski gaji belum dibayar. Tidak ada gunanya mogok karena masalah yang sama banyak di IPL dan ISL. Yang penting sepak bola Indonesia bisa maju. Memang kita butuh uang tetapi itu bukan segalanya. Semua butuh gajinya. Harus cepat manajemen bergerak karena pemain butuh makan, harap Rasyid.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) , Rully Habibie, mengatakan jika pihaknya masih terus mengupayakan agar gaji seluruh pemain untuk bulan April dan Mei dapat segera dibayarkan. Untuk menutupi gaji pemain tersebut, manajemen membutuhkan uang sekitar Rp 1 miliar.
Kami kesulitan karena konsorsium masih mengalami kendala keuangan. Saya masih berusaha keras dan ini memang masih kendala finansial di pusat, ungkap Rully. (bola/nda)
Padahal, skuad Ayam Jantan dari Timur sudah bersabar gaji bulan April mereka belum dibayar secara full oleh konsorsium selaku pemegang saham . Sampai saat ini, konsorsium baru membayar gaji pemain untuk bulan April sebesar 20 persen.
Belum ada gaji masuk. Baik gaji sisa bulan April maupun gaji Mei. Saya sudah cek di rekening,” kata bek , Satrio Syam. “Kondisi ini sangat mengecewakan, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami akan mencoba tetap profesional dan tidak berpikir untuk mogok lagi, lanjutnya.
Kapten PSM, Andi Oddang, juga tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pasalnya, seluruh pemain membutuhkan uang untuk menghidupi keluarganya. Apalagi, gaji dari PSM merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka. Kami sudah berusaha maksimal di lapangan tetapi gaji masih selalu tersendat. Kami sangat butuh uang untuk menghidupi keluarga, ungkap Oddang.
Pelatih , Petar Segrt, pun menyesalkan keterlambatan gaji tersebut. Ia ikut prihatin dengan kondisi ini dan berharap agar konsorsium bisa segera menemukan jalan keluar. Meski dibelit masalah keuangan, Petar bangga karena pemainnya bisa berbesar hati dan menjami tidak akan melakukan aksi mogok lagi.
Geladang , Rasyid A Bakri, mengatakan bahwa dirinya tetap semangat bertanding demi meski gaji belum dibayar. Tidak ada gunanya mogok karena masalah yang sama banyak di IPL dan ISL. Yang penting sepak bola Indonesia bisa maju. Memang kita butuh uang tetapi itu bukan segalanya. Semua butuh gajinya. Harus cepat manajemen bergerak karena pemain butuh makan, harap Rasyid.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) , Rully Habibie, mengatakan jika pihaknya masih terus mengupayakan agar gaji seluruh pemain untuk bulan April dan Mei dapat segera dibayarkan. Untuk menutupi gaji pemain tersebut, manajemen membutuhkan uang sekitar Rp 1 miliar.
Kami kesulitan karena konsorsium masih mengalami kendala keuangan. Saya masih berusaha keras dan ini memang masih kendala finansial di pusat, ungkap Rully. (bola/nda)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSM Andalkan Duet 'Lokal' Lawan Persela
Bola Indonesia 26 Februari 2014, 20:21
-
Mario Costas Pulih, Siap Jadi Ujung Tombak PSM
Bola Indonesia 23 Februari 2014, 18:19
-
PSM Siapkan Andi Oddang Gantikan Mario Costas
Bola Indonesia 21 Februari 2014, 19:40
-
Andi Oddang Buktikan Dirinya Masih Tajam
Bola Indonesia 20 Februari 2014, 14:48
-
Review ISL: Pesta Gol, PSM Raih Kemenangan Pertama
Bola Indonesia 19 Februari 2014, 17:50
LATEST UPDATE
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







