Tak Ada Kurikulum Baku, Pangkal Buruknya Pembinaan Usia Muda
Editor Bolanet | 1 Februari 2012 18:45
- Banyaknya talenta muda pesepakbola yang gagal berkembang tak lepas dari buruknya kurikulum sistem pembinaan yang ada selama ini. Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, Timo Scheunemann.
Menurut Timo, permasalahan yang paling mendasar dari sistem pembinaan selama ini adalah tidak adanya kurikulum yang baku. Alhasil, para pelatih lebih sering memberikan pelajaran hanya berdasar pada pengalamannya.
Sebetulnya, masalah talenta, para pemain Indonesia tidak ada masalah. Mereka rata-rata pintar. Yang menjadi masalah adalah kurikulum yang nggak beres. Masalah ditambah lagi ketika para pelatih tidak mengajar dengan menggunakan metode dan tahapan-tahapan yang benar, sesal pemegang Lisensi A UEFA ini pada Bola.net, beberapa waktu lalu.
Padahal, apabila hal ini dilakukan, para pemain akan mengerti dan bakat mereka benar-benar terasah, sambungnya.
Selain itu, Timo menjelaskan bahwa para pelatih kerap menyamakan materi latihan bagi para pesepakbola usia muda dengan dewasa. Padahal, pria berdarah Jerman itu menambahkan, hal ini merupakan hal yang tidak boleh dilakukan.
Ada beda antara pesepakbola usia muda dan yang sudah dewasa. Latihan tidak bisa disamakan begitu saja. Apabila disamakan, potensi para pesepakbola muda tidak akan bisa dipoles seutuhnya, pungkasnya. (den/gia)
Menurut Timo, permasalahan yang paling mendasar dari sistem pembinaan selama ini adalah tidak adanya kurikulum yang baku. Alhasil, para pelatih lebih sering memberikan pelajaran hanya berdasar pada pengalamannya.
Sebetulnya, masalah talenta, para pemain Indonesia tidak ada masalah. Mereka rata-rata pintar. Yang menjadi masalah adalah kurikulum yang nggak beres. Masalah ditambah lagi ketika para pelatih tidak mengajar dengan menggunakan metode dan tahapan-tahapan yang benar, sesal pemegang Lisensi A UEFA ini pada Bola.net, beberapa waktu lalu.
Padahal, apabila hal ini dilakukan, para pemain akan mengerti dan bakat mereka benar-benar terasah, sambungnya.
Selain itu, Timo menjelaskan bahwa para pelatih kerap menyamakan materi latihan bagi para pesepakbola usia muda dengan dewasa. Padahal, pria berdarah Jerman itu menambahkan, hal ini merupakan hal yang tidak boleh dilakukan.
Ada beda antara pesepakbola usia muda dan yang sudah dewasa. Latihan tidak bisa disamakan begitu saja. Apabila disamakan, potensi para pesepakbola muda tidak akan bisa dipoles seutuhnya, pungkasnya. (den/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Final Piala AFF U-19 2026: Australia Juara Usai Kandaskan Thailand
Tim Nasional 13 Juni 2026, 22:24
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:59
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:58
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 21:17
-
Jadwal Live Streaming Babak Final Australia Open di Vidio, 14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











