Tapak Tilas Firman Utina Antar Persib Bandung Juara ISL 2014: Sempat Trauma Piala AFF 2010
Asad Arifin | 21 Juli 2020 13:04
Bola.net - Liga Super Indonesia 2014 menjadi momen emas bagi Firman Utina. Sebab, pada musim tersebut, dia mampu menjadi juara bersama Persib Bandung.
Pada laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 17 November 2014, Maung Bandung mengalahkan Persipura Jayapura via adu penalti dengan skor 5-3. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 sampai dua babak tambahan waktu berakhir.
Dalam channel YouTube Radio PRFM 107,5, mantan gelandang Persib, Firman Utina, berbagi cerita di balik sukses klubnya itu.
Menurut Firman, secara teknis, persiapan selama seminggu yang dilakukan Persib sebelum laga final sudah baik. Kebersamaan tim yang dibangun oleh pelatih Djajang Nurjaman juga solid.
"Coach Djajang Nurjaman bukan hanya piawai membuat strategi. Ia juga layak disebut motivator ulung," kenang Firman.
Firman merujuk materi pemain Persipura yang terbilang baik. Sebaliknya, Persib tak bisa memainkan striker Djibril Coulibaly yang tengah dirundung cedera. Firman mengutip kalimat Djajang yang selalu ditekankan kepada seluruh pemain.
"Pemain bintang tak otomatis meraih trofi juara. Dimata coach Djajang, pemain yang selalu bekerja keras itulah yang paling berpeluang meraih sukses," ungkap Firman.
Absennya Coulibaly pun tak lagi jadi masalah. Semua pemain saat itu merasa sebagai starter yang akan berguna buat Persib, di antaranya Ferdinand Sinaga dan Tantan, yang dipersiapkan sebagai pengganti Coulibaly.
"Intinya, kami tak bermasalah dalam teknis dan kebersamaan tim.
"Masalah kemudian timbul, karena pemain sempat melanda ketegangan setelah membawa berbagai pemberitaan di media massa. Dimana publik sepak bola Bandung sudah dilanda euforia juara, padahal laga final belum digelar."
Dari elemen masyarakat bawah sampai petinggi daerah mengutarakan keyakinannya bahwa Persib bakal juara," kata Firman.
Ada juga berita seputar bobotoh yang menunda acara pernikahannya agar bisa menyaksikan langsung di Palembang.
"Ada juga yang kehilangan pekerjaan karena kantornya tak memberi izin dia ke Palembang. Secara manusiawi, ini yang membuat pemain merasa terbebani."
Trauma Piala AFF 2010
Firman pernah mengalami euforia yang sama yakni ketika membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Kala itu, seluruh elemen sepakbola yakin Indonesia bakal meraih trofi juara untuk kali perdana.
Apalagi, Malaysia yang menjadi lawan di partai puncak sudah pernah dikalahkan di penyisihan grup dengan skor telak 5-1. Tapi, faktanya, Indonesia akhirnya gagal meraih impian setelah kalah dengan gol agregat 2-4.
Tak ingin trauma itu terulang, Firman terus mengingatkan rekan-rekannya tentang kegagalan timnas itu.
"Saya bilang ke teman-teman, kita belum juara, tetap fokus dengan latihan keras dan mengikuti intruksi pelatih. Ayo kita sama-sama mencetak sejarah buat Persib."
Dukungan Maksimal

Menurut Firman, beruntung jelang laga final, pemberitaan media pun lebih ke memotivasi semangat juang pemain. Termasuk para petinggi daerah yang menghargai perjuangan tim di lapangan.
"Secara pribadi, saya juga tekankan ke diri sendiri agar terus berjuang buat Persib dan keluarga. Kalau sukses, gelar itu dipersembahkan buat masyarakat Jawa Barat," ungkap Firman.
Pada kesempatan itu, Firman mengaku mulai yakin Persib bakal juara setelah kiper Made Wirawan memblok tendangan Nelson Alom yang bertindak sebagai penendang keempat Persipura. Persib pun unggul 4-3.
"Saya melihat langkah Ahmad Jufriyanto menuju ke bola terkesan ringan dan tanpa beban. Dan terbukti dia berhasil sebagai eksekutor untuk membawa Persib meraih trofi juara," pungkas Firman.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Abdi Satria/Editor: Wiwig Prayugi, 21 Juli 2020)
Baca Ini Juga:
- Gatot Prasetyo dan Kenangan dari Momen Persib Juara Liga Indonesia 1994-1995
- Skuad Persib Juara ISL 2014, di Mana Mereka Sekarang?
- Gelandang Persib Berharap Manajemen Temui Titik Temu Soal Kesepakatan Kontrak
- Kim Kurniawan dan Sepak Bola, Sudah Saling Kenal Sejak Usia 4 Tahun
- Penyerang Lokal Berkelas Persib Bandung: Dari Adjat Sudrajat hingga Budi Sudarsono
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
-
BRI Super League: Dilepas Arema FC, Yann Motta Percaya Rencana Tuhan
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:59
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









