'Terlalu Dini Minta Rahmad Dharmawan Diganti'
Editor Bolanet | 31 Desember 2012 10:01
- Tuntutan sebagian Aremania agar Rahmad Darmawan dilengserkan dari posisi Pelatih Arema Cronous dianggap prematur. Menurut Sam Amin (Mas Amin, red), Korwil Aremania Jalur Gazza Sukorejo, Rahmad Dharmawan perlu diberi waktu lebih lama untuk membuktikan racikannya.
Terlalu dini apabila kita meminta Rahmad Dharmawan dipecat. Yang paling penting, dia harus mengembalikan karakter Malangan di tim ini, ujar Amin, pada , Senin (31/12).
Sebelumnya, dalam laga final Piala Gubernur antara Arema versus Persela Lamongan, Minggu (30/12)lalu, sebagian Aremania meneriakkan tuntutan agar Rahmad Darmawan dipecat. Menurut sebagian Aremania tersebut, pelatih yang karib disapa RD itu gagal membentuk Arema sebagai tim yang disegani, meski berstatus bertabur bintang.
Sementara itu, Amin mengaku sepakat bahwa tim Arema saat ini telah kehilangan jati dirinya. Mereka hanya kumpulan pemain bintang, yang tak memiliki karakter Malangan.
Saat ini, Arema memiliki pemain kelas bintang dan pelatih sekelas Rahmad Dharmawan. Tapi, kenapa mainnya seperti itu? tutur Amin.
Yang jelas, dalam tim ini kurang adanya pemain berkarakter Malangan. Para pemain ini main sendiri-sendiri dan terkesan manja. Kurang militan, dia menandaskan. (den/mac)
Terlalu dini apabila kita meminta Rahmad Dharmawan dipecat. Yang paling penting, dia harus mengembalikan karakter Malangan di tim ini, ujar Amin, pada , Senin (31/12).
Sebelumnya, dalam laga final Piala Gubernur antara Arema versus Persela Lamongan, Minggu (30/12)lalu, sebagian Aremania meneriakkan tuntutan agar Rahmad Darmawan dipecat. Menurut sebagian Aremania tersebut, pelatih yang karib disapa RD itu gagal membentuk Arema sebagai tim yang disegani, meski berstatus bertabur bintang.
Sementara itu, Amin mengaku sepakat bahwa tim Arema saat ini telah kehilangan jati dirinya. Mereka hanya kumpulan pemain bintang, yang tak memiliki karakter Malangan.
Saat ini, Arema memiliki pemain kelas bintang dan pelatih sekelas Rahmad Dharmawan. Tapi, kenapa mainnya seperti itu? tutur Amin.
Yang jelas, dalam tim ini kurang adanya pemain berkarakter Malangan. Para pemain ini main sendiri-sendiri dan terkesan manja. Kurang militan, dia menandaskan. (den/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Laga Kontra Persija Menentukan Nasib Persebaya untuk Bermarkas di Sidoarjo
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 16:04
-
Tiba Lebih Awal, Persija Diangkut Pakai Rantis ke Stadion Gelora Delta
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 14:26
-
Usai Piala Gubernur Jatim 2020, Arema Kembali Rombak Skuad
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 13:00
-
Bonek Pertanyakan Kredibilitas Asprov PSSI Jatim Menggelar Piala Gubernur
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 10:10
-
Persebaya vs Persija, Menjaga Tradisi
Bola Indonesia 20 Februari 2020, 09:48
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Alaves vs Barcelona: Nahuel Tenaglia
Liga Spanyol 14 Mei 2026, 06:29
-
Man of the Match Lazio vs Inter: Denzel Dumfries
Liga Italia 14 Mei 2026, 06:18
-
Man of the Match Man City vs Palace: Phil Foden
Liga Inggris 14 Mei 2026, 06:05
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 14 Mei 2026, 05:57
-
Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
Liga Eropa Lain 14 Mei 2026, 05:21
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24




