Tertibkan Pajak Klub Profesional, Ditjen Pajak Dukung Langkah BOPI
Editor Bolanet | 23 Februari 2015 19:03
- Direktorat Jenderal Pajak mendukung langkah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam menertibkan permasalahan pajak di klub-klub peserta kompetisi Indonesia Super League 2015. Mereka menilai langkah BOPI yang meminta klub mencantumkan bukti pembayaran pajak sebagai syarat ikut kompetisi ISL 2015 mestinya tak dipersoalkan.
Sebagai badan hukum yang berbentuk perseroan terbatas, klub-klub seharusnya sudah mengerti kewajibannya, ujar Wahyu Tumakaka, Direktur Transformasi Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pajak.
Kalaupun masih merugi, klub tetap punya kewajiban memungut antara lain pajak penghasilan dari pemain, pelatih, atau ofisial lainnya. Dan itu harus mereka setorkan ke kas negara, imbuhnya.
Sejauh ini, selama proses verifikasi dokumen, belum ada klub ISL yang melampirkan bukti pembayaran pajaknya. Bahkan sebagian kecil klub belum melampirkan salinan NPWP.
Lebih lanjut, Wahyu mengaku siap membantu klub-klub ISL mencari solusi permasalahan pajak mereka. Menurutnya, ada sejumlah solusi yang bisa ditempuh.
Bisa dengan pengurangan pajak atau membayar tunggakannya secara mencicil. Yang penting, ada kesadaran dari klub-klub itu bahwa mereka selama ini telah lalai sebagai wajib pajak dan bersedia memperbaiki kesalahan itu, tandasnya. (den/dzi)
Sebagai badan hukum yang berbentuk perseroan terbatas, klub-klub seharusnya sudah mengerti kewajibannya, ujar Wahyu Tumakaka, Direktur Transformasi Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pajak.
Kalaupun masih merugi, klub tetap punya kewajiban memungut antara lain pajak penghasilan dari pemain, pelatih, atau ofisial lainnya. Dan itu harus mereka setorkan ke kas negara, imbuhnya.
Sejauh ini, selama proses verifikasi dokumen, belum ada klub ISL yang melampirkan bukti pembayaran pajaknya. Bahkan sebagian kecil klub belum melampirkan salinan NPWP.
Lebih lanjut, Wahyu mengaku siap membantu klub-klub ISL mencari solusi permasalahan pajak mereka. Menurutnya, ada sejumlah solusi yang bisa ditempuh.
Bisa dengan pengurangan pajak atau membayar tunggakannya secara mencicil. Yang penting, ada kesadaran dari klub-klub itu bahwa mereka selama ini telah lalai sebagai wajib pajak dan bersedia memperbaiki kesalahan itu, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib B Belum Lengkapi Dokumen, BOPI Belum Beri Rekomendasi Liga 2
Bola Indonesia 19 Juni 2019, 13:03
-
BOPI Terbitkan Rekomendasi untuk Liga 1 2019
Bola Indonesia 10 Mei 2019, 17:07
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



