Tim Gabungan Aremania Sebut Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan Tak Gambarkan Situasi Sebenarnya
Ari Prayoga | 20 Oktober 2022 01:50
Bola.net - Tim Gabungan Aremania angkat bicara soal proses rekonstruksi terhadap Tragedi Kanjuruhan, yang dihelat di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (19/10) pagi ini. Mereka menilai bahwa rekonstruksi ini tak menggambarkan situasi yang terjadi pada tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu (01/10) silam.
"Rekonstruksi ini tak menggambarkan secara utuh peristiwa kekerasan yang terjadi pada Tragedi Kanjuruhan," kata pendamping Tim Gabungan Aremania, Andy Irfan, kepada Bola.net, Rabu (19/10).
"Salah satu contohnya, gas air mata yang ditembakkan disebut hanya ke sentel ban, bukan ke tribune. Padahal, dengan kasat mata kita melihat, dan banyak juga video beredar bahwa polisi dengan gagahnya menembakkan sejumlah gas air mata ke tribune," sambungnya.
Selain itu, Andy menilai, ada sejumlah hal lain yang patut dikritisi dari proses rekonstruksi ini. Salah satunya, sambung pria yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Federasi KontraS tersebut, adalah lokasi rekonstruksi yang tidak berada di tempat kejadian perkara.
"Rekonstruksi ini dihelat secara instan di tempat yang jauh dari TKP dan tak bisa dilihat publik," papar Andy.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Peragakan 30 Adegan

Sebelumnya, ada 30 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Adegan-adegan ini mulai dari pengamanan pemain, pengamanan kerusuhan, sampai penembakan gas air mata oleh personel kepolisian.
Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, rekonstruksi ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan
"Selain menjawab rekomendasi dari TGIPF, juga dalam rangka untuk menjaga penyidikan ini berjalan secara transparan dan akuntabel," kata Dedi Prasetyo di Media Centre Polda Jatim, Rabu (19/10).
Soal Gas Air Mata

Dedi pun menanggapi sejumlah pertanyaan terkait arah tembakan gas air mata, yang dalam rekonstruksi ini disebut mengarah ke sentel ban. Padahal, dalam sejumlah rekaman video tragedi tersebut, tampak bahwa gas air mata ditembakkan ke arah tribune. Ia mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut soal ini.
"Jadi secara materi penyidikan itu penyidik yang akan menyampaikan, kalau misalnya tersangka mau menyebutkan seperti itu, itu haknya dia (tersangka)," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Jerman: Sudah, tapi Belum
Piala Dunia 11 Juli 2026, 23:27
-
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 19:23
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













