Betapa Ngerinya Skuad Inggris Andai 24 Pemain ini Tidak Membela Negara Lain di Piala Dunia 2026: Ada Erling Haaland!

Betapa Ngerinya Skuad Inggris Andai 24 Pemain ini Tidak Membela Negara Lain di Piala Dunia 2026: Ada Erling Haaland!
Penyerang Manchester City, Erling Haaland saat parade klub, 26 Mei 2026 lalu. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Sebanyak 24 pemain yang lahir di Inggris dipastikan akan membela negara lain pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mereka sebenarnya memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Inggris, namun memilih negara berbeda di level senior.

Fenomena ini terjadi karena aturan FIFA yang memungkinkan pemain membela negara kelahiran orang tua atau kakek-nenek mereka, selama memiliki kewarganegaraan yang sesuai. Kondisi tersebut membuat banyak pemain berdarah Inggris tersebar di berbagai tim nasional peserta turnamen.

Dari total 289 pemain di Piala Dunia 2026 yang tidak membela negara kelahiran mereka, Inggris menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 24 pemain. Angka itu hanya kalah dari Prancis dan Belanda dalam kategori serupa.

Jika seluruh pemain kelahiran Inggris itu dikumpulkan dalam satu tim, Tuchel akan memiliki pilihan yang luar biasa dalam hampir setiap posisi pada Piala Dunia 2026 kali ini. Berikut melansir dari Give Me Sport sejumlah nama yang memilih membela negara lain di level internasional.

Bintang Skotlandia dan Opsi Lini Tengah

Bintang Skotlandia dan Opsi Lini Tengah

Gelandang Skotlandia, Scott McTominay saat laga UEFA Nations League melawan Portugal, 8 September 2024 silam. (c) AP Photo/Armando Franca

Skotlandia menjadi negara yang paling banyak diperkuat pemain kelahiran Inggris dengan total lima nama. Salah satu yang paling menonjol adalah Scott McTominay, gelandang andalan yang lahir di Lancaster dan kini menjadi figur penting bagi tim nasionalnya.

Selain McTominay, ada Tyler Fletcher yang lahir di Manchester, sementara saudara kembarnya memilih jalur bersama tim muda Inggris. Che Adams, George Hirst, dan Angus Gunn juga melengkapi daftar pemain kelahiran Inggris yang kini membela Skotlandia.

Inggris sebenarnya juga bisa memiliki tambahan kekuatan di lini tengah lewat Zidane Iqbal. Mantan pemain Manchester United itu memilih membela negara leluhurnya daripada negara tempat ia lahir.

Zidane memiliki hak untuk memperkuat Inggris, Irak, atau Pakistan. Namun sejak 2022, gelandang berusia 23 tahun itu telah mencatatkan 22 penampilan dan dua gol bersama Irak.

Kehilangan Penyerang Kelas Dunia

Kehilangan Penyerang Kelas Dunia

Selebrasi striker Timnas Norwegia, Erling Haaland (c) NFF Official

Keputusan Erling Haaland membela Norwegia mungkin menjadi kehilangan terbesar bagi Inggris. Striker tajam itu lahir di Inggris ketika ayahnya, Alf-Inge Haaland, masih bermain di Premier League.

Meski lahir di Inggris, Haaland tak pernah ragu mengikuti jejak keluarganya dengan memperkuat Norwegia. Bersamanya ada Thelo Aasgaard, mantan pemain muda Liverpool yang juga memilih membela negara tersebut.

Di sisi lain, Inggris juga kehilangan Michael Olise yang kini bersinar bersama Bayern Munchen. Pemain yang lahir dan besar di London itu memilih memperkuat Prancis di level internasional.

Potensi lini serang Inggris bahkan bisa lebih menakutkan jika tiga pemain Ghana ikut bergabung. Antoine Semenyo, Jerome Opoku, dan Brandon Thomas-Asante merupakan pemain kelahiran Inggris yang kini membela negara Afrika tersebut.

Pasukan dari Benua Amerika

Pasukan dari Benua Amerika

Bek Fulham, Antonee Robinson. (c) dok.fulhamfc

Amerika Utara juga menjadi tujuan sejumlah pemain kelahiran Inggris. Timnas Amerika Serikat diperkuat Giovanni Reyna, Antonee Robinson, dan Sebastian Berhalter yang memiliki hubungan erat dengan Inggris.

Seperti Haaland, Reyna lahir ketika ayahnya sedang berkarier di luar negeri, tepatnya saat membela Sunderland. Sementara itu, Kanada membawa Owen Goodman, Luc de Fougerolles, dan Alfie Jones ke dalam skuad Piala Dunia mereka.

Swiss juga mendapat keuntungan dari fenomena ini lewat Marvin Keller. Kiper kelahiran London yang kini bermain untuk Young Boys itu telah menjadi bagian dari tim nasional Swiss sejak kelompok usia muda.

Perjalanan Keller menuju posisi penjaga gawang cukup unik. Ia mulai menekuni peran tersebut setelah ayahnya membelikannya sarung tangan kiper sebagai sebuah candaan.

Cerita Aaron Wan-Bissaka

Cerita Aaron Wan-Bissaka

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, mengontrol bola di depan pemain West Ham, Aaron Wan-Bissaka, dalam pertandingan Premier League, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bagi banyak pemain, hubungan keluarga dan akar leluhur menjadi alasan utama dalam menentukan pilihan tim nasional. Hal itu terlihat pada Aaron Wan-Bissaka dan Aaron Tshibola yang kini membela Republik Demokratik Kongo.

Wan-Bissaka sempat memperkuat Inggris di level junior. Namun pada akhirnya, ia merasa lebih terikat dengan negara asal kedua orang tuanya.

“Ini negara saya, tempat asal orang tua saya,” tegas Wan-Bissaka.

“Saya tumbuh dalam keluarga Kongo dan bangga bisa mewakili negara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Selandia Baru juga diperkuat tiga pemain kelahiran Inggris. Tommy Smith, Joe Bell, dan Matthew Garbett akan menjadi bagian dari upaya tim tersebut untuk bersaing di turnamen Piala Dunnia 2026 mendatang.

Dengan nama-nama seperti Haaland dan Olise, Inggris mungkin bisa membangun salah satu skuad terkuat di dunia. Namun sepak bola modern memberi ruang bagi para pemain untuk menentukan identitas dan jalan internasional mereka sendiri.

Daftar Pemain Kelahiran Inggris yang Tidak Memperkuat The Three Lions

  • Skotlandia: 5 Pemain (Scott McTominay, Tyler Fletcher, Angus Gunn, Che Adams, George Hirst)
  • Kanada: 3 Pemain (Owen Goodman, Luc de Fougerolles, Alfie Jones)
  • Amerika Serikat: 3 Pemain (Antonee Robinson, Giovanni Reyna, Sebastian Berhalter)
  • Ghana: 3 Pemain (Antoine Semenyo, Jeremy Opoku, Brandon Thomas-Asante)
  • Selandia Baru: 3 Pemain (Tommy Smith, Joe Bell, Matthew Garbett)
  • Rep Demokratik Kongo: 2 Pemain (Aaron Wan-Bissaka dan Aaron Tshibola)
  • Norwegia: 2 Pemain (Erling Haaland, Thelo Aasgaard)
  • Irak: 1 Pemain (Zidane Iqbal)
  • Prancis: 1 Pemain (Michael Olise)
  • Swiss: 1 Pemain (Marvin Keller).