Timnas Indonesia Dianggap Masih Butuh Pemain Senior
Yaumil Azis | 10 Agustus 2020 01:08
Bola.net - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong melakukan perubahan di Timnas Indonesia. Bila melihat daftar 29 nama yang dipanggilnya untuk pemusatan latihan (TC) di Jakarta, banyak pemain senior yang mulai tersisihkan.
Nama Andritany Ardhiyasa, Hansamu Yama, Alberto Goncalves, hingga Stefano Lilipaly yang sudah punya jam terbang di Timnas Indonesia tak ada di dalam daftar. Shin Tae-yong lebih memilih memanggil wajah-wajah baru seperti Kushedya Hari Yudo (Arema FC), Arif Satria (Persebaya Surabaya), dan Yakob Sayuri (PSM Makassar).
Langkah yang diambil Shin Tae-yong dianggap top skor Liga Indonesia edisi perdana musim 1994-1995, Peri Sandria cukup berisiko. Sebab dengan lebih banyak mengandalkan pemain baru, ada kekhawatiran dari sisi mental.
"Kalau untuk pemain-pemain baru ini saya rasa justru mereka harus banyak jam terbang sebenarnya ya. Kalau pemain-pemain baru ini takutnya mental mereka," ujar Peri di Stadion Mini Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2020).
"Okelah untuk main di klub mereka ok, tapi di manapun dari zaman saya dulu, main di klub bagus, eh begitu main di timnas dia tidak bagus, kenapa? Karena mental dia belum siap untuk dipanggil ke timnas," katanya menambahkan.
Menurut Peri, tanggung jawab bermain di Timnas Indonesia lebih besar dibandingkan memperkuat klub. Apalagi, ego pemain baru masih relatif tinggi, sehingga disitulah peran pemain senior dibutuhkan.
"Jadi disini memang harus ada yang senior, yang dituakan dalam tim. Dan yang senior juga harus bisa menuntun pemain muda supaya main bolanya tidak egois. Jadi ya mudah-mudahan saja yang senior dan junior bisa kompak," ucap mantan pemain Persib Bandung ini.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters
Cepat Beradaptasi
Peri juga berpesan kepada para pemain yang dipanggil TC Timnas Indonesia agar cepat beradaptasi. Terutama dari program latihan yang diberikan Shin Tae-yong.
"Karakter Shin Tae-yong ini saya lihat keras. Penekanan keras ada di fisik," tutur pria berusia 50 tahun ini.
Terus terang kata Peri, kelemahan pemain Indonesia ada stamina. Sudah menjadi rahasia umum jika mereka selalu kedodoran di babak kedua.
"Lihat pemain tim-tim liga sekarang, tidak sampai 90 menit. 70 menit, 80 menit sudah habis fisiknya," imbuhnya.
(Bola.net/Fitri Apriyani)
Baca Juga:
Shin Tae-yong Bawa 6 Peraturan Tegas di Timnas Indonesia: Dilarang Makan Gorengan!
Tingkah Lucu Kiper Kiper Timnas Indonesia Jalani Isolasi di Hotel Mewah
Menyambut HUT RI Ke-75, Muncul Kaus Bertema Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Timnas Indonesia Kehilangan Satu Pemain karena Cedera, Siapa Dia?
Lalui Karantina 15 Hari, Wonderkid Persib Gembira TC Timnas Indonesia U-19 Dimulai
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Resmi Gabung Millwall, Elkan Baggott Bidik Promosi ke Premier League
Liga Inggris 16 Juli 2026, 18:12
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













