Timo Scheunemann Dipercaya Menjadi Dirtek SSB Chelsea
Editor Bolanet | 7 Maret 2013 22:57
- Usai tidak lagi menjabat Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI, Timo Scheunemann, memiliki kesibukan baru. Timo kini dipercaya sebagai Direktur Teknik Sekolah Sepak Bola (SSB) Chelsea yang akan mulai aktif berjalan pada Juli 2013 mendatang.
Tentunya, Timo mengaku senang dengan hal tersebut. Sebab, dikatakannya, seluruh program yang telah disusun manajemen SSB Chelsea, dinilai memiliki kesepahaman.
Intinya, sangat cocok dengan apa yang selama ini saya cita-citakan. Sebenarnya ada tawarkan untuk menjadi Direktur Teknik SSB klub Eropa, tapi saya tidak cocok dengan programnya. Karena itu, saya tolak dan mengambil pekerjaan ini, terangnya.
Timo mengakui, tujuan berdirinya SSB Chelsea di Indonesia untuk mencari keuntungan secara bisnis di Indonesia. Sebab, dilanjutkannya, konsepnya merupakan SSB dan bukan akademi. Dengan begitu, setiap pihak yang berminat bisa menjadi pesertanya.
Kalau akademi, mereka harus menjalani proses seleksi untuk masuk ke dalamnya. Seleksi juga akan berjalan sangat ketat, ujar pemegang lisensi kepelatihan A UEFA tersebut.
Di SSB tersebut, Timo mengungkapkan akan melatih para pemain berusia enam hingga delapan belas tahun dan dikategorikan dalam jarak per dua tahun.
Contohnya, usia 6-8 tahun, lalu 8-10 tahun, dan seterusnya. Saya berusaha meminimalisir jumlah pemainnya dalam satu tim agar lebih fokus. Para pelatih juga akan disetarakan kualitasnya, jelas Timo. (esa/dzi)
Tentunya, Timo mengaku senang dengan hal tersebut. Sebab, dikatakannya, seluruh program yang telah disusun manajemen SSB Chelsea, dinilai memiliki kesepahaman.
Intinya, sangat cocok dengan apa yang selama ini saya cita-citakan. Sebenarnya ada tawarkan untuk menjadi Direktur Teknik SSB klub Eropa, tapi saya tidak cocok dengan programnya. Karena itu, saya tolak dan mengambil pekerjaan ini, terangnya.
Timo mengakui, tujuan berdirinya SSB Chelsea di Indonesia untuk mencari keuntungan secara bisnis di Indonesia. Sebab, dilanjutkannya, konsepnya merupakan SSB dan bukan akademi. Dengan begitu, setiap pihak yang berminat bisa menjadi pesertanya.
Kalau akademi, mereka harus menjalani proses seleksi untuk masuk ke dalamnya. Seleksi juga akan berjalan sangat ketat, ujar pemegang lisensi kepelatihan A UEFA tersebut.
Di SSB tersebut, Timo mengungkapkan akan melatih para pemain berusia enam hingga delapan belas tahun dan dikategorikan dalam jarak per dua tahun.
Contohnya, usia 6-8 tahun, lalu 8-10 tahun, dan seterusnya. Saya berusaha meminimalisir jumlah pemainnya dalam satu tim agar lebih fokus. Para pelatih juga akan disetarakan kualitasnya, jelas Timo. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ibrahima Konate Tinggalkan Liverpool, Chelsea Gercep PDKT
Liga Inggris 29 Mei 2026, 18:43
-
Real Madrid Kontak Agen Enzo Fernandez, Transfer Masih Rumit
Liga Spanyol 28 Mei 2026, 16:30
-
Masalah Cole Palmer Dimulai dari Kepergian Nicolas Jackson
Liga Inggris 28 Mei 2026, 16:04
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















