Topi, Botol, Sampai Ponsel Jadi Kode Skenario Match Fixing Dimulai
Serafin Unus Pasi | 5 Desember 2018 20:09
Bola.net - Banyak kode yang jamak dipakai dalam dunia match fixing di Indonesia. Berupaya meminimalisir perintah verbal, komunikasi nonverbal pun kerap menjadi pilihan untuk memberi kode bagi para operator lapangan untuk mulai menjalankan skenario yang telah disusun.
Bambang Suryo, salah seorang perantara (runner) antara bandar dan operator lapangan menyebut ada banyak hal yang biasa dilakukan untuk memberi kode agar sebuah skenario dimulai. Bisa saja, perbuatan tak mengundang kecurigaan macam melepas topi, menjadi kode bagi operator lapangan untuk beraksi.
"Pernah saya janjian dengan pemain yang sudah dikondisikan bahwa kodenya menggunakan topi merah," ujar Bambang Suryo, pada Bola.net, Rabu (05/12).
"Jadi, setelah waktu yang ditentukan, saya melepas topi merah dan itu menjadi tanda bagi pemain bersangkutan untuk bertindak sesuai skenario. Waktu itu, ia harus membiarkan lawan mencetak gol ke gawang timnya," sambungnya.
Selain itu, menurut BS, ada modus lain. Pelatih, yang sudah dikondisikan dan menjadi kepanjangan tangan runner di lapangan, memberi kode anak asuhnya. Ada bermacam kode, menurut pria 48 tahun ini, yang bisa dilakukan pelatih untuk memberi instruksi anak asuhnya agar mulai menjalankan skenario.
"Ada macam-macam. Bisa mengatur botol minuman di depan bench. Atau bisa juga memangil pemain, berpura-pura memberi minum, sembari memberi instruksi," tuturnya.
"Atau bisa juga pelatih yang sebelumnya duduk di bench berdiri dan memberi instruksi. Banyak lah. Yang pasti diusahakan agar sealami mungkin dan tak mengundang kecurigaan," ia menambahkan.
Lebih lanjut, BS menyebut bahwa kode yang paling mudah saat ini adalah dengan menggunakan ponsel. Runner atau bandar menghubungi operator di bench. Setelah itu, baru orang tersebut memberi kode pada para pemain di lapangan.
"Bisa saja kok ke bench masih membawa ponsel. Saya sudah membuktikan. Ternyata ya bisa. Bahkan, dalam sebuah pertandingan Piala Indonesia, saya lihat manajer salah satu tim Liga 1 membawa ponsel ke bench kok," paparnya.
Namun, urusan memberi instruksi, pria yang sekarang menjadi Manajer Metro FC ini menyebut tak ada hal lebih gila dari yang dilakukan Michael, seorang bandar asal Malaysia kala beraksi. Waktu itu, laga yang digarapnya adalah laga Divisi Utama antara tim asal Jawa Tengah dan tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Michael duduk di bench salah satu tim dan mengendalikan semuanya dari sana. Dan, itu pun terbukti bisa," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
-
BRI Super League: Dilepas Arema FC, Yann Motta Percaya Rencana Tuhan
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:59
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









