Liga Ti-Phone: Tundukkan Persiram, PSIM Puncaki Wilayah II

Editor Bolanet | 1 Maret 2011 21:22
Liga Ti-Phone: Tundukkan Persiram, PSIM Puncaki Wilayah II
Liga Ti-Phone
- Klub sepak bola asal Kota Yogyakarta memuncaki Klasemen Wilayah II pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, setelah menundukkan Raja Ampat 2-0 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (01/03).

Dua gol kemenangan tim tuan rumah atas tamunya Persiram Raja Ampat itu, dicetak di babak pertama, yaitu oleh Engkus Kuswaha pada menit ke-37, dan Nova Zaenal menjelang babak pertama berakhir atau pada menit ke-44.

Kedua gol indah tersebut disarangkan kedua pemain ke gawang yang dijaga Soma melalui sundulan kepala. Gol dari pemain depan bernomor punggung 32 yang membuka keunggulan PSIM tersebut tercipta melalui kerja sama yang baik antara Tulus Saptianto, setelah menggiring bola dari sisi kiri lapangan.

Sedangkan gol kedua tercipta melalui serangan yang dibangun Elthon Maran. Pertandingan babak pertama berlangsung dalam tempo cepat, dan tim tamu sepertinya belum memiliki kesempatan yang baik untuk bisa menciptakan gol.

Memasuki pertandingan babak kedua, tim tamu hampir memperkecil ketertinggalan melalui tendangan keras pemain bernomor punggung tujuh Gidion Viktor Way, namun tendangan itu membentur mistar gawang Agung Prasetya.

Pada menit ke-61, wasit Jajang Sukandi yang memimpin pertandingan mengeluarkan kartu merah untuk pemain belakang PSIM Jefri Prasetyo.

Pemain belakang tersebut terpaksa diusir dari lapangan karena menerima kartu kuning kedua dalam pertandingan setelah menjatuhkan striker Persiram Marwansyah. Jefri menerima kartu kuning pertama pada menit ke-50.

Kehilangan satu pemain belakang, membuat lini pertahanan tim tuan rumah kurang mampu menahan serangan lawan, namun penjaga gawang PSIM Agung bekerja cukup baik untuk menyelamatkan gawangnya dari serangan-serangan tim asuhan Raja Isa hingga babak kedua berakhir.

Pelatih PSIM Maman Durachman kemudian mengambil keputusan untuk bertahan sehingga memasukkan Syarif Julianda untuk menggantikan pemain depan Engkus Kuswaha. Keunggulan dua gol tanpa balas tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

"Anak-anak bermain cukup bagus dan bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk menghasilkan gol. Gol-gol pun tercipta dengan cukup baik," kata Maman usai pertandingan.

Ia mengakui, permainan pada babak kedua sedikit menurun terlebih saat PSIM kehilangan satu pemain karena kartu merah.

Sementara itu, Raja Isa memuji penampilan tim PSIM yang dinilainya berkembang cukup baik, hanya saja pemain perlu belajar untuk meredam emosi saat bertanding.

"Sebagai pelatih, saya tidak kecewa dengan kekalahan ini karena seluruh pemain telah bermain dengan baik, lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya," katanya.  (ant/mac)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE