Voters Kongres Tahunan PSSI Diminta Sesuai Statuta
Editor Bolanet | 2 April 2013 21:38
- Konflik di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dipastikan kembali meruncing. Pemicunya, perdebatan terkait voters yang berhak menghadiri Kongres Tahunan PSSI pada Juni mendatang.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, mengatakan voters untuk Kongres Tahunan tersebut yakni seperti yang tertuang dalam SKI Ketua Umum PSSI No: SKEP/32/JAH/III/2013 tertanggal 8 Maret 2013 tentang 100 voters peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, pada 17 Maret silam.
Bertolak dari penegasan tersebut, Hadiyandra meralat surat PSSI yang sudah sempat dikirim kepada KONI Provinsi terkait dualisme kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI, terutama terhadap 18 Pengprov PSSI yang dianggap bermasalah.
Semula, melalui suratnya, PSSI meminta KONI Provinsi melakukan mediasi untuk penyatuan dualisme Pengprov PSSI. Sehingga, pada Kongres bulan Juni, Pengprov PSSI hanya ada satu.
Polemik voters tersebut, menjadi ramai karena sebanyak 18 Pengprov tidak boleh mengikuti KLB pada 17 Maret. Padahal, mereka resmi mengantongi Surat Keterangan (SK) dan dilantik Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
pengamat sepak bola, Tondo Widodo mengatakan jika voters Solo yang berlaku di KLB 17 Maret 2013, hanya berhak untuk bersuara dan memutuskan tiga agenda yang tercantum di MoU.
Sedangkan agenda di luar itu, yang berhak adalah voter sesuai Statuta, kata Tondo.
Sementara itu, Direktur Organisasi dan Keanggotaan PSSI, Agus Yasmin, menyatakan tidak perlu lagi mempersoalkan hasil KLB yang berada di luar agenda FIFA dan MoU.
Agus menegaskan, upaya memaksakan voters dalam Kongres Juni mendatang, adalah upaya penguatan terhadap kelompok tertentu, yang berdampak munculnya lagi dualisme.
Surat FIFA yang disampaikan kepada Farid Rahman selaku Wakil Ketua Umum PSSI, tertanggal 22 Maret, jelas menyatakan KLB hanya melaksanakan tiga agenda. Yakni, perubahan statuta, penyatuan liga dan pengembalian empat Exco. Tentunya, di luar itu merupakan produk yang tidak sah, tutup Agus. (esa/dzi)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Hadiyandra, mengatakan voters untuk Kongres Tahunan tersebut yakni seperti yang tertuang dalam SKI Ketua Umum PSSI No: SKEP/32/JAH/III/2013 tertanggal 8 Maret 2013 tentang 100 voters peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, pada 17 Maret silam.
Bertolak dari penegasan tersebut, Hadiyandra meralat surat PSSI yang sudah sempat dikirim kepada KONI Provinsi terkait dualisme kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI, terutama terhadap 18 Pengprov PSSI yang dianggap bermasalah.
Semula, melalui suratnya, PSSI meminta KONI Provinsi melakukan mediasi untuk penyatuan dualisme Pengprov PSSI. Sehingga, pada Kongres bulan Juni, Pengprov PSSI hanya ada satu.
Polemik voters tersebut, menjadi ramai karena sebanyak 18 Pengprov tidak boleh mengikuti KLB pada 17 Maret. Padahal, mereka resmi mengantongi Surat Keterangan (SK) dan dilantik Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin.
pengamat sepak bola, Tondo Widodo mengatakan jika voters Solo yang berlaku di KLB 17 Maret 2013, hanya berhak untuk bersuara dan memutuskan tiga agenda yang tercantum di MoU.
Sedangkan agenda di luar itu, yang berhak adalah voter sesuai Statuta, kata Tondo.
Sementara itu, Direktur Organisasi dan Keanggotaan PSSI, Agus Yasmin, menyatakan tidak perlu lagi mempersoalkan hasil KLB yang berada di luar agenda FIFA dan MoU.
Agus menegaskan, upaya memaksakan voters dalam Kongres Juni mendatang, adalah upaya penguatan terhadap kelompok tertentu, yang berdampak munculnya lagi dualisme.
Surat FIFA yang disampaikan kepada Farid Rahman selaku Wakil Ketua Umum PSSI, tertanggal 22 Maret, jelas menyatakan KLB hanya melaksanakan tiga agenda. Yakni, perubahan statuta, penyatuan liga dan pengembalian empat Exco. Tentunya, di luar itu merupakan produk yang tidak sah, tutup Agus. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Edy Minta Maaf Karena Tak Mampu Antarkan Timnas Indonesia Berprestasi
Bola Indonesia 20 Januari 2019, 17:29
-
Pengurus PSSI Dituntut Ikuti Langkah Edy Rahmayadi
Bola Indonesia 20 Januari 2019, 16:30
-
PSSI Dinilai Seharusnya Selesaikan PR Sebelum Gelar Kongres Tahunan
Bola Indonesia 19 Januari 2019, 20:54
-
Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas Anti Mafia Bola, Kenapa?
Bola Indonesia 17 Januari 2019, 23:25
-
Edy Rahmayadi: Nasib Johar Lin Eng dan Mbah Putih Diputuskan di Kongres PSSI
Bola Indonesia 3 Januari 2019, 21:17
LATEST UPDATE
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47









