Zulkifli Dukung KPSI Bentuk Timnas
Editor Bolanet | 13 Agustus 2012 18:40
- Rencana KPSI untuk membentuk Timnas membuat Zulkifli Sukur buka suara. Bek Persib Bandung ini pun menunjukkan dukungannya kepada Timnas versi KPSI itu.
PSSI dan KPSI sekarang kan dilarang melakukan apa-apa sampai Joint Committee menyelesaikan pekerjaannya. Tapi Timnas (PSSI) tetap berjalan, cetusnya.
Mantan pemain Arema tersebut juga menambahkan, belum jelasnya nasih pemain ISL karena tidak bisa membela Timnas juga membuat dirinya bingung. Nasib kami di ISL juga tidak jelas, kenapa KPSI tak membuat Timnas juga. Toh yang penting kami punya kegiatan untuk pertandingan nasional, ujarnya.
Zulkifli pun mempertanyakan mengapa KPSI tak meniru langkah PSSI dengan tetap membentuk Timnas tanpa seizin Joint Committee. Menurutnya, langkah itu bisa ditempuh KPSI bila memang merasa Timnas PSSI tidak sah.
“Itu kalau KPSI merasa Timnas sekarang tidak sah. Buat Timnas saja dan jalankan agenda sendiri, sampai nanti Joint Committee membentuk Timnas untuk Indonesia, agar masalah ini selesai” jelas Zulkifli.
Meskipun menyatakan dukungan kepada KPSI untuk membentuk Timnas tandingan. Pemain yang membawa Arema juara ISL 2009-2010 ini berharap polemik sepakbola nasional segera teratasi dalam waktu dekat.
“Tapi saya berharap, para petinggi dapat menyelesaikan masalah ini. Jangan berlarut-larut, karena akan merugikan kita sendiri terutama para pemain. Mudah-mudahan, setelah kongres yang dilakukan Joint Committee nanti bisa menyelesaikan semuanya” harapnya. (ilj/dzi)
PSSI dan KPSI sekarang kan dilarang melakukan apa-apa sampai Joint Committee menyelesaikan pekerjaannya. Tapi Timnas (PSSI) tetap berjalan, cetusnya.
Mantan pemain Arema tersebut juga menambahkan, belum jelasnya nasih pemain ISL karena tidak bisa membela Timnas juga membuat dirinya bingung. Nasib kami di ISL juga tidak jelas, kenapa KPSI tak membuat Timnas juga. Toh yang penting kami punya kegiatan untuk pertandingan nasional, ujarnya.
Zulkifli pun mempertanyakan mengapa KPSI tak meniru langkah PSSI dengan tetap membentuk Timnas tanpa seizin Joint Committee. Menurutnya, langkah itu bisa ditempuh KPSI bila memang merasa Timnas PSSI tidak sah.
“Itu kalau KPSI merasa Timnas sekarang tidak sah. Buat Timnas saja dan jalankan agenda sendiri, sampai nanti Joint Committee membentuk Timnas untuk Indonesia, agar masalah ini selesai” jelas Zulkifli.
Meskipun menyatakan dukungan kepada KPSI untuk membentuk Timnas tandingan. Pemain yang membawa Arema juara ISL 2009-2010 ini berharap polemik sepakbola nasional segera teratasi dalam waktu dekat.
“Tapi saya berharap, para petinggi dapat menyelesaikan masalah ini. Jangan berlarut-larut, karena akan merugikan kita sendiri terutama para pemain. Mudah-mudahan, setelah kongres yang dilakukan Joint Committee nanti bisa menyelesaikan semuanya” harapnya. (ilj/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar 7 Pemain Timnas Indonesia yang Berlaga di Eredivisie 2026/2027
Bola Indonesia 13 Juli 2026, 17:58
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
-
Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 17:37
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










