10 Fakta Raphael Varane, Bintang Baru Manchester United yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Serafin Unus Pasi | 19 Agustus 2021 16:16
Bola.net - Raphael Varane telah diresmikan menjadi pemain Manchester United pada akhir pekan kemarin. Bek tengah Timnas Prancis yang pernah menjuarai piala dunia tersebut diproyeksikan akan menjadi duet atau tandem utama bersama Maguire.
Varane diboyong dari Real Madrid dengan harga kisaran 50 juta euro. Bek yang meraih hattrick Liga Champions beberapa waktu lalu, sudah menentukan nomor punggung 19 sebagai nomor yang akan digunakan bersama Setan Merah.
Varane sendiri diboyong lebih murah dibandingkan dengan Ben White yang dibeli oleh Arsenal dengan harga 58.5 juta euro. Sebagai bek berpengalaman, Varane sendiri memiliki pengalaman sebagai pemain dengan mental juara, yang bisa membantu memberikan pengalaman kepada rekan baru setimnya.
Namun, apakah kamu tau, Varane sendiri memiliki keunikan - keunikan sendiri yang jarang diketahui orang sebagai salah satu bek terganas. Berikut kami merangkum beberapa fakta unik seorang Raphael Varane yang dikutip dari laman resmi Manchester United.
Menyelesaikan Pendidikan Baru Fokus Sepak Bola

Varane diketahui lulus ujian sarjana muda di bidang ilmu sosial dan ekonomi sebelum pindah dari Lens ke Real pada 2011 silam. Beberapa sumber mengatakan ia awalnya sempat menolak telepon dari Zidane karena sedang sibuk melakukan revisi terhadap ujian yang ia lalui.
Berkat kepintarannya yang ia gunakan, Varane saat ini menjadi salah satu legenda Los Blancos dan membantu mereka memenangi banyak gelar dari gelar Liga Champions, La Liga, Piala Dunia Antar Klub, Copa Del Rey, dan membantu Timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia di tahun 2018.
Berstatus Sebagai Pemain Asing Terbaik Real Madrid Dalam Waktu Singkat

Hanya dalam waktu dua tahun sejak kepindahannya ke Real Madrid, ia dinobatkan sebagai salah satu pemain asing terbaik yang pernah bermain membela Los Blancos. Bahkan namanya sendiri disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo dan Di Stefano oleh surat kabar Spanyol Marca. Sekarang, hal tersebut bukanlah hal yang perlu dibantah, mengingat segudang prestasinya bersama Real Madrid sendiri bahkan melebihi beberapa legenda Galacticos dimasa lalu.
Varane sendiri berhasil menjadi bek utama Real Madrid dan menjadi tandem utama Ramos yang kala itu masih bersama Pepe. Ia berhasil mencuri perhatian beberapa pelatih Real dan menyingkirkan Pepe dalam persaingan dalam bek utama Real Madrid.
Menjadi Kapten Termuda Timnas Prancis di Umur 21 Tahun

Tahun 2013 merupakan tahun debut Varane bersama Prancis. beberapa tahun setelahnya, diumur yang masih menginjak 21 tahun, ia menjadi kapten bagi Les Bleus yang kala itu bertemu dengan Armenia di bawah asuhan Didier Deschamps.
Di Real Madrid, ia sudah mengoleksi 18 dari 10 musim yang ia jalani bersama Los Blancos, ia menjalani debutnya bersama EL Real di umur yang masih menginjak 18 tahun saat itu. Ia berhasil membantu Casillas tidak kebobolan meskipun meraih hasil seri tanpa gol melawan Racing Santander pada 2011 silam.
Berani Menentang Diego Simeone

Sosok pelatih Atletico Madrid tersebut merupakan pribadi yang sangar dan sangat dihindari oleh banyak pemain untuk menentang ataupun terlibat konflik dengan dirinya di tengah lapangan.
Hal tersebut terjadi saat pertandingan final Liga Champions 2013/14, Varane menentang Simeone saat dalam babak perpanjangan waktu. Simeone sendiri meminta maaf kepada pemain tersebut usai laga berakhir dengan kemenangan Real Madrid 4-1 atas Atlético Madrid dan membuat Real Madrid berhenti dari puasa gelar Liga Champions selama beberapa musim terakhir.
Varane merupakan salah satu aktor utama kemenangan tersebut dan membantu Sergio Ramos dalam menjadi pertahanan terkuat El Real yang menghadapi skuad asuhan SImeone tersebut.
Mengalahkan Rekor Paolo Maldini

Bek legendaris Italia dan AC Milan itu dikalahkan oleh Raphael Varane sebagai pemain termuda yang pernah mengangkat trofi Liga Champions dalam tiga kali juara yang Varane dapatkan.
Saat Maldini menjadi juara ketiga kalinya, ia berusia 25 tahun dengan mengalahkan Barcelona 4-0 tahun 1994 setelah dua gelar sebelumnya ia menangi di tahun 1989 dan 1990 bersama Rossoneri.
Sedangkan Varane berhasil memecahkan rekor tersebut dengan menjadi juara tiga kali termuda di usianya yang masih 24 tahun yang saat itu membantu El Real mengalahkan Juventus 4-1 di tahun 2017.
Pemain Yang Mampu Menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Dalam 50 Hari

Varane merupakan pemain langka yang berhasil menjuarai 2 trofi bergengsi tersebut. Pasalnya baru ada tiga orang yang mampu mencapai hal tersebut, Varane merupakan orang keempat setelah, Christian Karembeu (1998), Roberto Carlos (2002) dan Sami Khedira (2014) uniknya seluruh pemain tersebut merupakan pemain yang saat itu berseragam Real Madrid.
Varane mendapatkan dua trofi tersebut setelah menjuarai Liga Champions terakhirnya bersama El Real musim 2017/18 dan Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis yang pada saat itu diisi banyak bintang - bintang besar.
Sudah Punya Film Dokumenter

Sama seperti tandem lamanya, Sergio Ramos, Varane juga memiliki dokumenter biografi mengenai dirinya saat masih bermain di Lens, sampai menjadi juara dunia bersama Prancis pada 2018 silam.
Bukan hal yang asing bagi Varane memiliki dokumenter biografi tersebut, mengingat ia merupakan pemain yang sukses bersama Real Madrid yang membantu mencetak sejarah, serta membantu Prancis menjadi juara dunia setelah sekian lama.
Mencetak Gol Pada Momen Krusial

Dikenal sebagai tembok Madrid, Varane memang jarang mengoleksi gol tidak seperti rekan setimnya Sergio Ramos yang mengoleksi banyak gol sebagai bek. Dari 360 penampilan dirinya bersama El Real, ia hanya mencetak 17 gol.
Namun Varane sendiri mencetak gol pada momen yang cukup krusial diantaranya, Varane mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Prancis di perempat final Piala Dunia atas Uruguay. Gol tersebut membantu Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia.
Memiliki Reputasi Bersih Dengan Sedikit Mendapatkan Kartu

Berbanding terbalik dengan Sergio Ramos yang gemar mendapatkan kartu merah dan dijuluki sebagai salah satu bek yang tampil kasar, Varane merupakan pemain yang memiliki reputasi yang baik sebagai bek yang jarang menerima kartu.
Ia hanya dua kali mendapatkan kartu merah serta 24 kartu kuning dari 360 pertandingan bersama Los Blancos di seluruh kompetisi yang ia jalani.
Dipuji Marcus Rashford

Sebagai bek yang tangguh dan bermain sangat kompeten, Varane memang memiliki banyak pujian dari berbagai pemain, serta pelatih. Mulai dari Jose Mourinho hingga Didier Deschamps dan Patrice Evra hingga Eden Hazard. merupakan nama yang kerap memuji penampilan Varane ketika dilapangan.
Marcus Rashford belum lama ini memberikan pernyataan dalam wawancaranya yang dilansir dari situs resmi Manchester United bahwa, “Beberapa tim bertahan dengan sangat baik sebagai unit dan tim seperti Burnley, misalnya, mereka selalu bertahan dengan empat pemain. Jadi jika satu menekan, mereka semua ikut menekan. Jika satu jatuh, mereka semua jatuh. Terkadang, sulit untuk menemukan ruang.
“Tapi kemudian ada beberapa bek top seperti van Dijk, Ramos. Saya pikir, ketika kami bermain melawan Real Madrid dalam pertandingan persahabatan, Varane bermain dan dia cukup tangguh. Jadi ada beberapa orang.” Ujar Rashford.
Varane akan segera menjalani debutnya setelah diresmikan beberapa waktu lalu, ia ingin memberikan dampak yang sangat baik untuk Setan Merah dari segi pertahanan serta membantu rekan timnya untuk menjuarai beberapa gelar termasuk Premier League yang gagal dicapai Manchester United musim lalu.
(Bola.net/Risditya)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







