4 Alasan Jose Mourinho Sudah Tidak Sehebat Dulu Lagi
Aga Deta | 6 Februari 2021 15:52
Bola.net - Manajer Tottenham Jose Mourinho saat ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penampilan Spurs di bawah Mourinho belakangan ini sangat mengecewakan.
Tottenham kalah dengan skor 1-0 saat menjamu Chelsea di pekan ke-22 Premier League, Jumat (5/2/2021) dini hari WIB. Gol tunggal Chelsea dicetak lewat penalti Jorginho.
Bagi Spurs, hasil buruk di Tottenham Hotspur Stadium itu membuat mereka makin terpuruk. Eric Dier cs. selalu kalah pada tiga laga terakhirnya di Premier League. Bisa dibilang kans mereka menjadi juara kompetisi melayang.
Jangankan bicara gelar, untuk bisa menutup musim di posisi big four untuk mengamankan tiket ke Liga Champions rasanya berat.
Jose Mourinho selama ini dikenal sebagai manajer papan atas. Saat masih melatih di Chelsea, Real Madrid, Inter Milan, maupun Manchester United, dia punya rekor kandang yang bagus.
Namun, magis itu nampaknya mulai luntur setelah Mourinho menerima pinangan Tottenham. Sebab, untuk pertama kali dalam kariernya Mourinho harus merasakan dua kekalahan kandang secara beruntun.
Ada bebera hal krusial yang membuat pelatih asal Portugal itu kehilangan kesaktiannya. Simak detailnya di bawah ini.
Taktik yang Monoton
Jose Mourinho dikenal dengan mazab sepak bola pragmatis, yang sering diartikan sebagai sepak bola parkir bus bertahan total. Kritikan taktik bermain The Special One menjemukan terasa deras saat ia menukangi Manchester United.
United yang dikenal sebagai tim ofensif diubah total Jose menjadi tim yang bertahan total. Ia dinilai menghilangkan jati diri klub yang bertahan selama puluhan tahun. Ia ditendang dari United karena dinilai gagal menyajikan prestasi maksimal.
Sayangnya, Jose terlihat tidak belajar terhadap kegagalannya di Setan Merah. Di Tottenham taktik yang sama masih juga dipakai. Tottenham bermain sangat defensif, tak hanya saat menghadapi tim-tim besar tapi juga klub kelas semenjana.
Pada masa awal, taktik ini bisa berjalan dengan baik, namun karena terlalu monoton lama-lama tim-tim lawan mulai dengan mudah membacanya. Kekalahan di beberapa laga terakhir terlihat kalau Jose minim kreativitas. Style of play sang manajer relatif sama, bermain dengan patron 4-2-3-1, membiarkan lawan menguasai permainan dan berharap bisa melakukan serangan balik mematikan.
Gagal Memunculkan Kemampuan Terbaik Pemain
Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih gampang memvonis pemain. Ia cenderung kurang sabar menanti potensi seorang pemain. Lihat bagaimana ia menyia-nyiakan bakat seorang Luke Shaw di Manchester United hanya berdasarkan penampilan buruk saat Manchester United kalah dari Manchester City.
Kondisi sama berlanjut di Tottenham. Sejumlah pemain bertalenta begitu cepat tersingkir dari tim utama karena Jose Mourinho tak sabaran. Dele Alli misalnya. Hanya gara-gara tampil jelek di laga pembuka Premier League musim ini menghadapi Everton, ia kemudian jarang dimainkan.
Contoh lainnya Gareth Bale. Sang superstar jadi spesialis cadangan, karena Jose tak pernah berani memberi kesempatan bermain dengan alasan khawatir dengan kondisi kebugaran sang pemain pasca lama tak bermain di Real Madrid. Padahal, Bale bintang dengan nama besar yang hanya butuh banyak kesempatan bermain untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya.
Tak Berani Berjudi
Berbeda dengan sosok Jurgen Klopp atau Pep Guardiola yang doyan mencoba-coba komposisi tim dengan pemain berbeda, Jose cenderung tak berani berjudi melakukan perombakan skuat.
Tottenham sepanjang musim ini bisa dibilang terlalu sering memainkan pemain yang sama. Trio Son Heung-min, Harry Kane, dan Steven Bergwijn terus dipaksakan bermain walau kadang tidak dalam kondisi terbaik.
Padahal Tottenham punya Carlos Vinicius atau Gareth Bale yang layak mendapat kesempatan bermain di lini depan.
Di tengah, serupa. Trio Tanguy Ndombele, Moussa Sissoko, Pierre-Emile Hojbjerg jadi jangkar lini kedua yang bisa dibilang tak tersentuh.
Tottenham jadi terlihat monoton, minim kreativitas. Seandainya Jose lebih berani berjudi, melakukan sistem rotasi dengan memaksimalkan seluruh pemain yang ada situasinya akan berbeda.
Terlalu Sering Konfrontasi dengan Pemain
Jose Mourinho punya kebiasaan buruk mengkritik para pemainnya di media. Hal itu sudah dilakukan sejak ia menukangi Chelsea, Real Madrid, Inter Milan, dan Manchester United.
Ia berfikir cara itu efektif untuk membakar motivasi pemain. Ada beberapa pemain yang kinerjanya membaik dengan cara ini, tapi banyak juga yang merasa nyaman dengan cara ini.
Di Tottenham sederet pemain jadi bulan-bulanan kritikan The Special One. Mulai dari Tanguy Ndombele, Dele Alli, hingga terakhir Serge Aurier yang kabarnya sempat ngambek karena dipersalahkan berlebihan dalam laga melawan Liverpool.
Pola ini membuat suasana ruang ganti Tottenham tak pernah benar-benar kondusif. Pemain pun mulai uring-uringan, ogah menyajikan performa terbaik. Selain tak lagi merasa nyaman, mereka juga stres tertekan.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com/Penulis Ario Yosia
Published: 6 Februari 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


