4 Kekalahan Beruntun dan Anfield yang Tak Bertuah Lagi: Apa yang Terjadi dengan Liverpool?
Richard Andreas | 20 Oktober 2025 11:02
Bola.net - Ketika Mohamed Salah berjalan gontai meninggalkan lapangan di Anfield, wajahnya mencerminkan lebih dari sekadar kelelahan, ia menjadi simbol nyata keterpurukan Liverpool saat ini.
Sementara timnya mati-matian mengejar gol penyeimbang melawan Manchester United, sang “Raja Mesir” justru ditarik keluar.
Dalam beberapa musim terakhir, Salah selalu menjadi jaminan keajaiban bagi Liverpool. Namun kali ini, pemain yang menjadi ikon kesuksesan The Reds itu hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan ketika Harry Maguire memastikan kemenangan United di menit ke-84.
Gol itu membawa Setan Merah meraih kemenangan pertama di Anfield dalam lebih dari satu dekade.
Kekalahan 1-2 ini bukan sekadar hasil buruk, tapi bagian dari tren mengkhawatirkan. Liverpool kini mencatat empat kekalahan beruntun di semua kompetisi, catatan terburuk mereka sejak era Brendan Rodgers pada 2014.
Apa yang semula dianggap sekadar halangan kecil kini berubah menjadi krisis performa yang sesungguhnya.
Arne Slot pun mengakuinya secara terbuka. “Jika Anda kalah empat kali berturut-turut, tentu Anda harus khawatir,” ujarnya kepada Match of the Day. “Kekalahan seperti ini jelas memengaruhi tim.”
Krisis Performa dan Bayangan 1953

Liverpool kini menghadapi risiko sejarah kelam. Jika mereka kembali tumbang melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions tengah pekan ini, itu akan menjadi lima kekalahan beruntun pertama sejak September 1953.
Atmosfer di Anfield bahkan mulai berubah. Pendukung terlihat frustrasi saat permainan tim berjalan lambat dan ide-ide untuk menembus pertahanan lawan terasa buntu.
Beberapa peluang emas memang tercipta, Cody Gakpo membentur tiang gawang tiga kali sebelum mencetak gol penyeimbang, namun hasil akhir tetap mengecewakan.
Salah sendiri tampak kehilangan sentuhan. Ia gagal memanfaatkan peluang terbaik di depan gawang dan memperpanjang puasa gol non-penalti menjadi tujuh laga. Untuk pemain kelas dunia seperti dia, ini adalah alarm keras.
Dalam beberapa laga penting musim ini, termasuk kekalahan di Istanbul melawan Galatasaray, Salah bahkan sempat dicadangkan.
Wajah Baru yang Belum Menjawab Harapan
Liverpool musim ini terlihat seperti bayangan dari tim juara musim lalu. Mereka rapuh, kehilangan organisasi, dan jauh dari efisiensi yang dulu menjadi ciri khas di bawah Slot. Padahal, klub telah menggelontorkan sekitar 450 juta pounds untuk memperkuat skuad.
Namun hasilnya belum sepadan. Dua rekrutan mahal, Florian Wirtz dan Alexander Isak, masing-masing senilai lebih dari 100 juta pounds, belum memberikan dampak nyata. Wirtz lebih sering duduk di bangku cadangan, sementara Isak tampil tanpa kontribusi berarti.
Eks pemain Liverpool, Stephen Warnock, menilai ada banyak keputusan sulit yang harus diambil Slot. “Szoboszlai tampak lebih cocok bermain di posisi bek kanan dan masuk ke tengah, meski ia sendiri tidak menyukainya. Tapi untuk tim, itu bisa bekerja lebih baik,” katanya kepada BBC Radio 5 Live.
“Frimpong memberi pengaruh besar dalam waktu singkat, sementara Ekitike tampil lebih berenergi dibanding Isak.”
Pertahanan Amburadul, Disorganisasi Menular

Sisi pertahanan Liverpool kini menjadi titik paling rentan. Milos Kerkez tampil buruk dan nyaris mencetak gol bunuh diri lewat pantulan wajahnya sendiri. Pemandangan itu seolah merangkum kekacauan lini belakang The Reds.
Perdebatan pun muncul soal keputusan wasit Michael Oliver yang tidak menghentikan permainan saat Alexis Mac Allister terkapar setelah terkena siku Virgil van Dijk. Dalam kekacauan itu, Bryam Mbeumo memanfaatkan kelengahan Van Dijk dan mencetak gol ke gawang Giorgi Mamardashvili.
Data juga mempertegas masalah. Liverpool telah kebobolan lima gol dari situasi bola mati hanya dalam delapan laga Premier League, angka yang sangat kontras dibanding musim lalu ketika mereka tak kebobolan satu pun di periode yang sama.
Selain itu, serangan balik cepat dan bola-bola panjang di belakang garis pertahanan terus menjadi momok.
Slot Harus Bertindak Sebelum Terlambat
Kekalahan dari United membuat Liverpool turun ke peringkat keempat, empat poin di belakang pemuncak klasemen Arsenal.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki, sulit membayangkan mereka akan terus terpuruk. Namun Slot harus segera menemukan solusi, baik secara taktik maupun psikologis.
Virgil van Dijk menegaskan pentingnya menjaga kesatuan tim di tengah situasi sulit. “Sekarang masa yang menarik. Kami harus tetap bersama,” ujarnya seusai laga. “Kami perlu rendah hati dan terus bekerja keras. Musim masih panjang.”
Meski begitu, kalimat Van Dijk juga terdengar seperti pengingat: bahwa fondasi mental tim juara bisa runtuh cepat jika dibiarkan. Dan saat Salah kehilangan keajaibannya, Liverpool pun kehilangan jantung yang selama ini membuat mereka ditakuti.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Statistik Gacor Harry Maguire di MU: Sudah 6 Kali Cetak Gol Penentu, Terbaru Jadi Pahlawan Kemenangan atas Liverpool
Liverpool Dikalahkan MU: Van Dijk Biang Kerok, Kerkez Gugup Setengah Mati
5 Pelajaran Liverpool vs MU: Setan Merah Menabur Garam di Atas Luka Pasukan Arne Slot
Saat Kesabaran Van Dijk Habis: Gol Konyol, Main Terburu-buru, Apa yang Terjadi Liverpool?
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio: Pekan Ini Ada Bigmatch Liverpool vs MU
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




