4 Kesalahan Besar Ruben Amorim di Manchester United yang Sukses Diperbaiki Michael Carrick: Hasilnya Langsung Terlihat Nyata
Ari Prayoga | 19 Januari 2026 10:55
Bola.net - Michael Carrick langsung mencuri perhatian publik Old Trafford setelah sukses mempersembahkan kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City dalam laga derby Sabtu (17/1/2026) kemarin.
Meski baru menjalani tiga hari sesi latihan bersama tim, Carrick mampu menghadirkan performa solid, agresif, dan penuh karakter yang menghidupkan kembali identitas sejati Setan Merah.
Skor 2-0 bahkan dinilai belum sepenuhnya menggambarkan dominasi United di laga tersebut. Para pemain terlihat cepat beradaptasi dengan metode Carrick, sekaligus memperlihatkan kontras yang jelas dengan pendekatan mantan pelatih, Ruben Amorim.
Tanpa disadari, kemenangan ini juga menjadi panggung terbuka yang menyingkap sejumlah kesalahan taktis Amorim selama menukangi Manchester United.
Berikut empat poin penting bagaimana Carrick “membongkar” kekeliruan Amorim:
Kembali ke Dua Bek Tengah dan Permainan Sayap Efektif

Carrick meninggalkan skema tiga bek tengah yang selama ini menjadi ciri khas Amorim. Ia mengembalikan United ke formasi klasik empat bek datar dengan dua bek tengah murni.
Perbedaannya terasa signifikan. United tampil lebih seimbang, terutama lewat ancaman dari sisi sayap. Patrick Dorgu dan Amad menjadi sumber serangan dari sektor lebar lapangan, membuka ruang dan membuat pertahanan City kewalahan.
Gaya ini mengingatkan publik pada era kejayaan Manchester United terdahulu: sederhana, langsung, dan mematikan. Jika Amorim kerap mempersulit permainan dengan skema rumit, Carrick justru menyederhanakannya, dan hasilnya sangat efektif.
Mental Menyerang Usai Unggul

Salah satu kritik terbesar terhadap era Amorim adalah mental bermain aman setelah unggul. United kerap gagal “membunuh” pertandingan.
Di tangan Carrick, hal itu berubah drastis. Setelah unggul 1-0, United tidak menurunkan tempo atau bertahan total. Mereka justru meningkatkan intensitas serangan demi gol kedua.
Setelah skor menjadi 2-0, United masih terus menekan. Bahkan, mereka hampir mencetak gol ketiga andai tidak dianulir offside tipis, serta satu peluang Amad yang membentur tiang gawang. Old Trafford pun bergemuruh, menyaksikan kembali DNA menyerang khas Manchester United: cepat, agresif, dan tanpa kompromi.
Menghidupkan Kembali Kobbie Mainoo

Nama Kobbie Mainoo sempat tenggelam di era Amorim. Gelandang muda itu jarang mendapat kesempatan dengan alasan “tidak cocok dengan sistem”.
Carrick berpikir sebaliknya. Ia langsung memasukkan Mainoo ke starting XI, dan kepercayaan itu terbayar lunas. Mainoo tampil tenang, rapi, dan matang dalam mengatur tempo permainan, seolah tak pernah absen dari tim utama.
Penampilan ini sekaligus mempertegas bahwa mengabaikan Mainoo sepanjang musim Liga Inggris adalah keputusan besar yang keliru dari Amorim.
Bruno Fernandes Kembali ke Posisi Alami

Kesalahan lain Amorim adalah memaksakan Bruno Fernandes bermain lebih dalam sebagai gelandang. Meski mampu menjalankan peran tersebut, potensi terbaik Bruno justru terbuang karena jauh dari area berbahaya.
Carrick mengembalikan Bruno ke posisi nomor 10, tepat di belakang striker. Hasilnya langsung terasa. Bruno tampil dominan, kreatif, dan menjadi motor serangan utama.
Ia menciptakan enam peluang emas, mengatur tempo, serta selalu memilih keputusan yang tepat di sepertiga akhir lapangan. Perannya kembali maksimal sebagai kreator dan pengatur serangan, bukan sekadar penghubung lini tengah.
Era Baru Manchester United

Kemenangan derby ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga simbol perubahan arah Manchester United. Dalam waktu singkat, Michael Carrick berhasil mengembalikan identitas permainan klub: sederhana, agresif, menyerang, dan penuh determinasi.
Lebih dari itu, laga ini juga menjadi cermin yang menyoroti kegagalan pendekatan Ruben Amorim. Dari skema bertahan, pemilihan pemain, hingga filosofi bermain, Carrick menunjukkan bahwa kesederhanaan dan pemahaman karakter tim justru menjadi kunci kesuksesan.
Jika performa ini berlanjut, bukan tidak mungkin Old Trafford sedang menyaksikan lahirnya era baru, era Manchester United yang kembali ditakuti, bukan hanya dihormati.
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

