4 Pemain Ini Pernah Merasakan Tangan Dingin Klopp dan Guardiola, Apa Bedanya?
Yaumil Azis | 19 Juni 2020 16:10
Bola.net - Sulit untuk menentukan siapa yang terbaik di antara pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dan nahkoda Manchester City, Josep Guardiola. Tapi, tidak bisa dimungkiri kalau keduanya merupakan pelatih terbaik di Premier League saat ini.
Pep Guardiola telah membuktikan diri dengan mempersembahkan dua trofi Premier League untuk Manchester City. Sejak tiba di Etihad pada 2016, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut membawa The Citizen menjuarai Premier League pada musim 2017-2018 dan 2018-2019.
Adapun Jurgen Klopp sedang membangun kejayaan bersama Liverpool. Musim lalu, manajer asal Jerman tersebut berhasil mengantar The Reds merengkuh gelar Liga Champions, setelah di final mengalahkan Tottenham Hotspur.
Klopp juga telah mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub dan musim lalu Liverpool finis di peringkat kedua Premier League.
Kebangkitan Liverpool makin nyata pada musim ini. Klopp mengubah The Reds menjadi tim yang sangat dominan di Premier League musim ini.
Jordan Henderson dan kawan-kawan tinggal selangkah lagi menyegel titel Premuer League. Itu akan menjadi gelar liga pertama The Reds setelah 30 tahun puasa titel liga domestik.
Meski sama-sama telah mengenyam berbagai kesuksesan, Klopp dan Guardiola punya gaya berbeda. Klopp dikenal dengan gaya sepak bola heavy metal, sedangkan Guardiola mengontrol orksetra.
Berikut ini komentar empat pemain yang pernah bermain untuk Pep Guardiola dan Jurgen Klopp sekaligus, tentang perbedaan kedua pelatih, seperti dilansir Planet Football.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Mario Goetze
Bersama Guardiola
Jumlah pertandingan: 114
Gol: 36
Trofi: 7
"Pep Guardiola secara teknik adalah salah satu pelatih terbaik. Bermain di bawahnya memperkaya diri," kata Gotze kepada DANZ pada 2018.
"Tapi, saya merasa dia hanya memikirkan apa yang di lapangan dan meninggalkan orang-orangnya. Empatinya kurang besar. Pelatih kelas dunia butuh empati, setiap atlet juga manusia, dan Anda harus mengombinasikan keduanya," imbuh Gotze.
Bersama Klopp
Jumlah pertandingan: 116
Gol: 31
Trofi: 3
"Tak mudah bagi saya (bekerja di bawah Pep), karena saya datang dari Klopp, yang seperti bapak sepak bola. Klopp tertarik membawa saya ke Liverpool. Saya juga tertarik bekerja bersamanya lagi. Dia pelatih kelas dunia dan itulah mengapa dia selalu menjadi opsi," kata Gotze.
"Saya masih berhubungan dengan Jurgen, tentu saja. Dia mengajari saya segalanya tentang sepak bola profesional. Saat itu, saya masih berusia 17 tahun dan datang dari tim muda. Dia mengajari saya segalanya. Dia membiarkan saya bermain," imbuh dia.
Robert Lewandowski
Bersama Guardiola
Jumlah pertandingan: 100
Gol: 67
Trofi: 3
"Menurut pendapat saya Pep Guardiola membuat hampir semua pemain menjadi lebih baik, jadi setiap orang merasa beruntung dilatihnya," kata Lewandowski kepada Bild.
"Saya tahu Pep bisa mengembangkan tim di Inggris. Saya rasa dia tahu apa yang terjadi di sana dan dia juga yang dibutuhkan supaya tim itu bermain lebih baik," imbuh dia, kepada The Sun pada 2016.
"Pep memikirkan sepak bola 24 jam sehari. Obsesi? Itu benar. Dia memikirkan setiap detail dan dia selalu menuntut 100 persen saat latihan maupun pertandingan."
Bersama Klopp
Jumlah pertandingan: 187
Gol: 103
Trofi: 4
"Tentu saja Jurgen bukan ayah saya. Tapi, dengan cara berbeda dia mengadopsi peran itu," kata Lewandowski kepada media Polandia, Prawda Futbolu.
"Dia salah satu faktor utama di balik peningkatkan performa saya dan membuka pintu ke dunia sepak bola yang lebih luas. Dia berkharisma dan tahu cara menciptakan atmosfer di tim. Yang terbaik, dia tahu cara menyeimbangkan kesenangan dan keseriusan."
"Saya senang senang bisa mengenal pelatih seperti dirinya dan orang seperti Jurgen luar biasa. Saya belajar banyak darinya dan itu sangat berarti," imbuh Lewandowski kepada UEFA pada 2019.
Ilkay Gundogan
Bersama Guardiola
Jumlah pertandingan: 147
Gol: 22
Trofi: 7
"Pep punya kharisma besar sehingga Anda otomotis berusaha memberikan yang terbaik saat di lapangan latihan. Ketika Anda tak berada dalam performa 100 persen, dia bisa membangunkan Anda dengan sangat cepat," kata Gundogan, seperti dilansir Sport Bible.
Bersama Klopp
Jumlah pertandingan: 117
Gol: 12
Trofi: 3
"Jurgen pelatih hebat dan mampu memotivasi timnya menjelang setiap pertandingan. Tak peduli itu pertandingan uji coba melawan tim amatir maupun final Liga Champions contohnya," kata Gundogan.
"Dia tahu caranya menangani para pemainnya, bagaimana memperlakukan dan memotivasi mereka. Dia membuktikannya lagi bersama Liverpool. Serangan mereka benar-benar kuat."
Xherdan Shaqiri
Bersama Guardiola
Jumlah pertandingan: 42
Gol: 9
Trofi: 4
"Dia pelatih sangat bagus dalam hal apa yang terjadi di lapangan, tapi komunikasinya dengan saya tak terlalu bagus," kata Shaqiri, seperti dilansir The Sun.
"Guardiola tak banyak berbicara banyak bicara tentang mencadangan pemain. Dia tak bilang kepada pemain mengapa mengambil keputusan itu."
"Tentu saja kadangkala itu sulit bagi pemain, terutama ketika Anda bekerja dan berlatih dengan bagus."
Bersama Klopp
Jumlah pertandingan: 40
Gol: 7
Trofi: 3
"Saya memahami diri saya dengan luar biasa bersama dirinya. Saya menyukai orang yang begitu terbuka, dan kami bisa berbicara dalam bahasa Jerman, tentu saja. Itu hebat," kata Shaqiri kepada Blick pada 2018.
"Klopp membuat saya sangat terkesan, sehingga saya akan bilang, saya ingin memenangi titel untuk pria ini," imbuh Shaqiri.
Sumber: Planet Football
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri)
Diunggah pada: 19 Juni 2020
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Everton vs Man Utd 6 September 2026
Liga Inggris 5 September 2026, 11:40
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
LATEST UPDATE
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
-
Perasaan Alexander Isak Usai Liverpool Menang Perdana di Premier League
Liga Inggris 5 September 2026, 16:00
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Garudayaksa 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:33
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persijap Jepara 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






