4 Pemain yang Masih Kesulitan di Era Revolusi Michael Carrick di Man United: Bakal Segera Dijual?

Ari Prayoga | 20 Maret 2026 19:44
4 Pemain yang Masih Kesulitan di Era Revolusi Michael Carrick di Man United: Bakal Segera Dijual?
Manajer interim Manchester United, Michael Carrick (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Performa Michael Carrick bersama Manchester United tengah menuai pujian. Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim pada Januari lalu, legenda klub berusia 44 tahun itu sukses membawa Setan Merah meraih tujuh kemenangan dari sembilan laga Premier League.

Di tengah tren positif tersebut, sejumlah pemain tampil menonjol. Nama-nama seperti Benjamin Sesko dan Bruno Fernandes menikmati performa terbaiknya. Bahkan, Casemiro dan Senne Lammens juga menunjukkan konsistensi di bawah arahan Carrick.

Advertisement

Namun, tidak semua pemain merasakan dampak positif dari perubahan tersebut. Beberapa nama justru masih kesulitan menembus tim utama dalam periode yang bisa disebut sebagai “revolusi kecil” pasca era Ruben Amorim.

Berikut empat pemain yang masih tertinggal selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Joshua Zirkzee

Joshua Zirkzee

Pemain Manchester United, Joshua Zirkzee, merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man Utd vs Wolves di Manchester, Inggris, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Dave Thompson

Joshua Zirkzee menjadi salah satu pemain yang paling terdampak. Penyerang asal Belanda itu kesulitan menembus starting XI karena kalah bersaing dengan Sesko, serta berada di belakang Bryan Mbeumo dalam urutan pilihan lini depan.

Skema permainan Carrick yang fleksibel, dengan rotasi antara Sesko dan Mbeumo sebagai ujung tombak, membuat ruang bagi Zirkzee semakin sempit. Situasinya bahkan tak banyak berubah sejak era Amorim.

Dalam sembilan pertandingan terakhir di Premier League, Zirkzee belum sekalipun menjadi starter. Ia hanya mencatatkan total 11 menit bermain, indikasi jelas bahwa perannya di tim semakin terpinggirkan.

2 dari 5 halaman

Manuel Ugarte

Manuel Ugarte

Gelandang Manchester United, Manuel Ugarte (c) MUFC Official

Nasib Manuel Ugarte sedikit lebih baik dari Zirkzee dalam hal menit bermain, tetapi tetap jauh dari kata ideal. Gelandang asal Uruguay itu baru mengoleksi 56 menit selama periode kepemimpinan Carrick.

Masalah utamanya terletak pada persaingan di lini tengah. Carrick lebih mempercayakan duet Kobbie Mainoo dan Casemiro sebagai poros utama. Keduanya dinilai mampu memberikan keseimbangan yang dibutuhkan tim.

Peran Ugarte sebagai gelandang bertahan bertipe “perusak” justru kurang cocok dengan pendekatan taktik Carrick saat ini, sehingga membuatnya kesulitan mendapatkan tempat reguler.

3 dari 5 halaman

Altay Bayindir

Altay Bayindir sebenarnya sempat mendapat kesempatan di bawah Amorim, terutama ketika Andre Onana kehilangan posisi utama.

Namun, situasi berubah drastis setelah kedatangan Lammens pada bursa transfer musim dingin 2025. Kiper muda asal Belgia itu langsung merebut posisi utama dan menjadi pilihan utama di bawah mistar.

Sejak Carrick mengambil alih, Bayindir belum tampil sama sekali dalam sembilan laga terakhir. Dengan sisa musim yang terbatas, peluangnya untuk tampil tampak semakin kecil.

4 dari 5 halaman

Tyrell Malacia

Tyrell Malacia

Pemain Manchester United, Tyrell Malacia, saat pertandingan Liga Inggris melawan Leicester City di Stadion King Power, Kamis (1/9/2022). (c) AP Photo/Rui Vieira

Sementara itu, Tyrell Malacia juga masih berjuang keluar dari situasi sulit. Bek kiri asal Belanda itu sempat hampir meninggalkan klub setelah rencana peminjamannya ke Elche CF gagal terwujud pada hari terakhir bursa transfer.

Minimnya jumlah pertandingan yang dijalani Manchester United musim ini, hanya sekitar 40 laga, semakin mempersempit peluang Malacia untuk tampil. Di era Carrick, ia baru mencatatkan dua menit bermain dalam satu penampilan singkat.

Dengan kondisi tersebut, masa depan Malacia di Old Trafford kian tidak menentu dan potensi hengkang pada bursa transfer musim panas menjadi opsi yang realistis.

Sumber: United In Focus

LATEST UPDATE