5 Adu Bacot Antar Pelatih Terpanas di Premier League, Jose Mourinho Sering Terlibat
Yaumil Azis | 4 Juni 2020 15:46
Bola.net - Psywar bukanlah barang yang baru dalam dunia sepak bola. Di Premier League, adu mulut kerap terjadi antara Jurgen Klopp dan Josep Guardiola kala Liverpool sedang bersaing ketat dengan Manchester City musim lalu.
Pep Guardiola dan Jurgen Klopp terlibat psywar di luar lapangan. Atmosfer panas persaingan keduanya terasa panas sepanjang musim.
Guardiola menyindir striker Liverpool, Sadio Mane yang menurutnya suka melakukan diving. "Terkadang dia (Mane) sering diving. Terkadang dia punya talenta luar biasa untuk mencetak gol-gol penting di menit akhir," kata Guardiola.
Tak terima dengan ucapan Guardiola, Jurgen Klopp langsung membalas.
"Saya tidak tahu bagaimana dia (Guardiola) bisa mengetahui insiden apa pun dalam pertandingan kami segera setelah laga selesai," ujar Klopp.
"Sadio bukan tukang diving. Ada situasi pada laga melawan Villa di mana dia berduel fisik dengan lawan dan terjatuh, tapi duel fisik itu jelas," imbuh Klopp.
Psywar antarpelatih di Premier League seperti Jurgen Klopp vs Pep Guardiola bukan hal baru. Sebelumnya, pencinta Premier League juga kerap disuguhi dengan perang urat syaraf antar manajer, yang melibatkan pelatih top seperti Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger, hingga Jose Mourinho. Berikut ini lima di antaranya, dikutip dari The Sun, Mirror, dan Metro.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Sir Alex Ferguson vs Kevin Keegan
Sir Alex Ferguson membuat psywar yang sangat legendaris pada musim 1995-1996. Saat itu, ia berhasil membuat manajer Newcastle United, Kevin Keegan, murka.
Newcastle sedang memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Manchester United. Tak ingin trofi tersebut jatuh ke tangan The Magpies, Fergie membuat psywar dengan mengibaratkan tim Keegan sebagai kuda Devon Loch.
Devon Loch merupakan kuda pacu milik Ratu Elizabeth yang terkenal karena melompat keluar lintasan. Padahal garis finis tinggal 30 meter saja.
Psywar tersebut terbukti ampuh, Manchester United berhasil menyalip poin Newcastle United pada pekan ke 31. Keunggulan itu berhasil mereka jaga hingga pekan terakhir.
Arsene Wenger vs Sir Alex Ferguson
Duel mantan manajer kawakan Premier League ini terjadi setelah Arsene Wenger tiba di tanah Inggris pada 1996. Sir Alex Ferguson langsung membuat psywar dengan Wenger.
Wenger terkenal karena mampu menguasai lima bahasa asing selain Inggris dan Prancis. Fakta itu dijadikan bahan Ferguson untuk menyindir Wenger.
"Mereka mengatakan dia (Wenger) orang cerdas kan? berbicara lima bahasa? Saya kenal seorang anak 15 tahun dari Pantai Gading yang juga bisa lima bahasa asing," kata Ferguson.
Arsene Wenger pernah melakukan psywar balik kepada Fergusun pada 2002. Saat itu Fergie mengatakan Manchester United adalah tim terbaik di Premier League. Wenger pun membalas. "Semua orang juga berpikir kalau istrinya lah yang paling cantik."
Arsene Wenger vs Jose Mourinho
Jose Mourinho tampil menjadi rival baru Arsene Wenger setelah menukangi Chelsea pada musim 2004-2005. Ia datang dari FC Porto dan menjuluki dirinya The Spesial One.
Psywar terkenal Wenger untuk Mourinho terjadi pada Agustus 2005. Ia merasa risih dengan strategi bertahan manajer berpaspor Portugal yang seperti memarkir bus.
"Saya tahu hanya ada menang dan kalah dalam dunia olahraga, namun ketika ada orang mendorong timnya agar tidak melakukan inisiatif, maka dunia olahraga tengah dalam bahaya," kata Arsene Wenger.
Mourinho juga sempat menjuluki Wenger dengan istilah si tukang mengintip. Peristiwa itu terjadi karena Wenger mengatakan Chelsea terlalu jor-joran dalam membeli pemain di bursa transfer.
Jose Mourinho vs Rafael Benitez
Perang urat syaraf antara mantan manajer Chelsea dan Liverpool tersebut justru terjadi di semifinal Liga Champions 2005. Hubungan mereka sempat panas setelah Chelsea kalah dari Liverpool lewat gol hantu Luis Garcia pada leg kedua.
Saat itu Mou berkata, "Tim terbaik sudah kalah lewat gol yang dicetak hakim garis."
Benitez langsung membalas psywar Mourinho pada Liga Champions 2007. "Kami berteman baik sampai kami meraih kemenangan, kemudian dia mulai berubah pikiran."
Jose Mourinho vs Josep Guardiola
Perang urat syaraf antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho sudah kerap terjadi ketika keduanya berkiprah di Spanyol. Guardiola membesut Barcelona dan Mourinho menangani Real Madrid.
Keduanya kembali bertemu saat Guardiola menerima pinangan Manchester City pada 2016. Saat itu Mourinho menjadi arsitek Manchester United.
Sindiran untuk Mourinho diucapkan Guardiola ketika diperkenalkan ke publik sebagai manajer Manchester City.
Dia mengatakan kedatangan suporter sepak bola untuk menonton tim kesayangan mereka beraksi, bukan karena ingin melihat manajer yang bagus.
“Orang tidak datang ke Etihad untuk melihat betapa bagus manajernya. Mereka datang untuk melihat pemain. Kami memiliki Jose, Jurgen Klopp, Antonio Conte, Mauricio Pocchetino, dan Ronald Koeman. Tapi kami berada di sini hanya untuk membantu,” kata Guardiola.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia)
Diunggah pada: 4 Juni 2020
Baca Juga:
Termasuk Cristiano Ronaldo, Inilah 4 Rekrutan Manchester United Sebelum Era Glazer
Momen Emas Memphis Depay di MU: Saat Nutmeg-nya Bikin Bek Lawan Hampir Menangis
30 Stadion dengan Atmosfer Paling 'Membara' di Dunia
Bukan Cuma Maurizio Sarri, 6 Pelatih Ini Juga Memiliki Kebiasaan Merokok yang Parah
10 Peluru Zidane untuk Tiga Senjata di Lini Depan Real Madrid, Pilih Siapa?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST UPDATE
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

