5 Alasan Manchester United Blunder Pecat Ruben Amorim: Kesalahan Lama yang Terulang Kembali
Ari Prayoga | 6 Januari 2026 21:05
Bola.net - Manchester United kembali membuat keputusan besar dengan memecat Ruben Amorim dari kursi manajer. Langkah tersebut sejatinya tidak terlalu mengejutkan, mengingat hubungan Amorim dengan jajaran petinggi klub yang kerap memanas serta performa tim yang belum konsisten di Premier League.
Pelatih asal Portugal itu memang meninggalkan catatan win rate hanya 38 persen, angka yang jelas berada di bawah standar para pendahulunya sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Dari sudut pandang manajemen, pemecatan ini terasa “logis”. Namun, jika ditilik lebih dalam, keputusan tersebut justru berpotensi menjadi blunder baru bagi Setan Merah.
Berikut lima alasan mengapa Manchester United dinilai keliru memecat Ruben Amorim.
Mengulangi Kesalahan Lama

Manchester United seolah kembali terjebak dalam pola lama: mengganti pelatih di tengah musim dengan harapan ada efek instan. Catatan 1,24 poin per laga Amorim di Premier League memang tidak istimewa, tapi angka itu sejatinya selevel dengan beberapa manajer lain yang pernah bekerja di Inggris.
Harapan bahwa sosok baru, siapa pun itu, bisa langsung mengangkat atmosfer tim dan membawa United ke papan atas terdengar familiar. Sayangnya, sejarah klub menunjukkan bahwa situasi masih bisa memburuk.
Pergantian manajer tanpa pramusim, skuat yang dibangun untuk filosofi pelatih sebelumnya, serta rekrutan yang tidak sinkron kembali menjadi masalah klasik yang berulang.
Minim Opsi Pengganti Ideal

Pemecatan manajer kerap dibenarkan jika klub sudah menyiapkan pengganti yang jelas lebih baik. Namun, kondisi tersebut tidak terlihat di Manchester United saat ini.
Pasar pelatih elite sedang tidak ramah, dengan opsi yang tersedia dinilai minim dan berisiko.
Tidak ada sosok sekelas Jurgen Klopp atau Pep Guardiola yang siap direkrut. Pertanyaannya, apakah United rela mengulang siklus ini lagi hanya demi taruhan pada nama yang belum tentu memberi jaminan peningkatan signifikan?
Target Musim Masih dalam Jangkauan

Meski performa United belum stabil, posisi mereka di klasemen sejatinya masih kompetitif. Setan Merah hanya tertinggal selisih gol dari zona lima besar, posisi yang hampir pasti cukup untuk tiket Liga Champions dan terpaut tiga poin dari peringkat empat.
Target Amorim musim ini adalah membawa United kembali ke kompetisi Eropa. Dengan separuh musim masih tersisa, misi tersebut sebenarnya masih realistis.
Terlebih, ketatnya persaingan Premier League membuat inkonsistensi bukan hanya dialami United, tetapi juga klub-klub besar lain.
Data Dasar yang Menjanjikan

Jika menilik data statistik, performa United di bawah Amorim tidak sepenuhnya buruk. Berdasarkan catatan expected goals (xG), hanya Arsenal dan Manchester City yang lebih unggul. United bahkan mencatat selisih xG terbaik ketiga di liga.
Dalam 13 dari 20 laga liga musim ini, United menciptakan xG lebih tinggi dibanding lawan, termasuk saat menghadapi tim-tim papan atas.
OPTA juga menempatkan mereka di peringkat empat klasemen “expected points”, sebuah indikator bahwa hasil di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan.
Menunjukkan Manajemen Tidak Konsisten

Alasan terbesar pemecatan Amorim justru terletak pada citra manajemen klub. United sebelumnya memberi dukungan penuh meski finis di posisi ke-15 musim lalu dan gagal di final Liga Europa.
Amorim juga dibekali dana besar untuk membangun tim sesuai filosofi 3-4-3 yang ia yakini sejak awal.
Dengan semua komitmen tersebut, perubahan arah di tengah jalan membuat kebijakan klub terlihat inkonsisten. Bahkan pernyataan petinggi klub sebelumnya menekankan pentingnya kesabaran dan proses jangka panjang. Keputusan memecat Amorim kini justru bertolak belakang dengan narasi tersebut.
Sumber: Planet Football
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Mengapa Liam Rosenior Tak Langsung Debut Usai Resmi Tukangi Chelsea?
- Liam Rosenior Boyong 3 Staf dari Strasbourg ke Chelsea, Debut Resmi di Piala FA
- Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
- Ruben Amorim Malah Senang Usai Dipecat Manchester United, Dapat Pesangon Hampir Rp680 Miliar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Putra Michael Carrick Sempat Diusir Petugas Keamanan usai MU Tumbangkan Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:05
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
LATEST UPDATE
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
-
Mulai Gacor di Man United, Bukti Keputusan Ineos Beli Benjamin Sesko Tidak Salah
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSM 25 Februari 2026
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 20:45
-
Cunha, Mbeumo, Sesko: Bukti Rekrutmen Manchester United Mulai Tepat Sasaran
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35




