5 Kekalahan Terburuk dalam Karier Pep Guardiola dan Dampaknya
Aga Deta | 23 Februari 2025 16:31
Bola.net - Pep Guardiola dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa. Namun, perjalanannya di dunia sepak bola tidak selalu berjalan mulus.
Meskipun sudah meraih lebih dari 40 trofi di berbagai klub, Guardiola juga pernah mengalami kekalahan menyakitkan. Beberapa kekalahan itu bahkan menjadi titik balik dalam kariernya.
Manchester City, Bayern Munchen, dan Barcelona pernah merasakan pahitnya hasil buruk di bawah asuhannya. Kekalahan-kekalahan tersebut sering kali terjadi di momen krusial.
Namun, Guardiola selalu belajar dari kegagalannya. Setiap kegagalan justru membuatnya semakin kuat dan membawa timnya meraih sukses lebih besar di musim berikutnya.
Berikut lima kekalahan paling menyakitkan dalam karier Guardiola dan dampaknya setelah itu.
1. Barcelona vs Chelsea: Liga Champions 2011/2012

Barcelona tampil dominan di fase grup Liga Champions 2011-12 dengan hanya kehilangan dua poin. Mereka melanjutkan performa impresif dengan menghancurkan Bayer Leverkusen 10-2 secara agregat di babak 16 besar. Di perempat final, tim asuhan Pep Guardiola mengalahkan AC Milan dengan kemenangan 3-1.
Namun, Chelsea memberikan kejutan besar di babak semifinal. The Blues menang 1-0 pada leg pertama dan menahan imbang Barcelona 2-2 di leg kedua. Gol solo ikonik Fernando Torres memastikan langkah Chelsea ke final.
Hasil ini mengakhiri harapan Guardiola untuk meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun sebelum kepergiannya. Barcelona gagal mempertahankan gelar mereka, sementara Chelsea melanjutkan perjalanan menuju kejayaan di final.
2. Barcelona v Real Madrid: La Liga 2011/2012

Di tengah duel sengit melawan Chelsea di Liga Champions, Barcelona harus menghadapi Real Madrid di La Liga. Laga ini menjadi penentu dalam perebutan gelar, dengan Madrid unggul empat poin jelang pertandingan. Barca wajib menang untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara.
Namun, harapan mereka pupus setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan Madrid pada menit ke-73. Los Blancos menang 2-1 dan memperlebar jarak menjadi tujuh poin di puncak klasemen. Kekalahan ini praktis mengakhiri peluang Barcelona untuk mempertahankan trofi.
Sebagai perpisahan bagi Guardiola, Madrid akhirnya memastikan gelar La Liga dengan selisih sembilan poin. Barcelona harus mengakhiri musim tanpa trofi liga, sementara Madrid merayakan kejayaan mereka di bawah asuhan Jose Mourinho.
3. Man City v Chelsea: Liga Champions 2020/2021

Manchester City memasuki final Liga Champions 2020/2021 dengan status favorit. Mereka tampil dominan di Liga Inggris dan mencetak banyak gol dalam perjalanan menuju partai puncak. Trofi Eropa pertama tampak semakin dekat bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Namun, Chelsea yang tidak diunggulkan justru tampil lebih efektif. City kesulitan menciptakan peluang dan hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Kai Havertz kemudian mencetak gol penentu di akhir babak pertama.
Guardiola hanya bisa menyaksikan timnya gagal di laga terbesar. Chelsea, yang finis 19 poin di bawah City di Premier League, justru keluar sebagai juara. Kekalahan ini menunda ambisi Guardiola untuk membawa City berjaya di Eropa.
4. Man City v Tottenham: Premier League 2024/2025

Musim 2024/2025 menjadi yang terburuk dalam karier Pep Guardiola. Manchester City mengalami penurunan performa drastis, bahkan muncul spekulasi bahwa ia bisa dipecat atau mundur. Setelah delapan tahun di klub, posisinya tiba-tiba dipertanyakan.
Puncak keterpurukan terjadi antara Oktober dan November 2024. Guardiola mencatat rekor buruk dengan lima kekalahan beruntun. City tumbang dari Bournemouth, Brighton, dan dihancurkan Sporting CP 4-1. Rentetan hasil buruk itu diawali dan diakhiri oleh kekalahan dari Tottenham di Piala Liga serta Premier League.
Laga terakhir melawan Spurs menjadi titik terendah. City dibantai 4-0 hanya beberapa hari setelah Guardiola menandatangani kontrak baru. Kontrak yang seharusnya memperkuat posisinya justru membuatnya terjebak dalam tekanan yang sulit dihindari.
5. Real Madrid v Man City: Liga Champions 2024/2025

Manchester City mendapat pukulan telak dari Real Madrid di Liga Champions 2024-25. Setelah kalah 2-3 di leg pertama akibat gol di masa injury time, mereka masih punya harapan untuk membalikkan keadaan. Namun, kenyataan berkata lain di leg kedua.
City dihancurkan 1-3 oleh Madrid di Etihad Stadium. Kylian Mbappe mencetak hat-trick dalam waktu satu jam, membuat lini pertahanan City terlihat lemah. Guardiola tak mampu menemukan solusi untuk menghentikan serangan lawan.
Setelah pertandingan, Guardiola menyebut ada tiga tim yang bisa menghentikan Madrid. Ironisnya, City tidak terlihat seperti salah satunya. Kekalahan ini semakin menegaskan bahwa dominasi mereka di Eropa sedang berada dalam ancaman besar.
Klasemen Premier League 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
LATEST UPDATE
-
Target Tinggi Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup!: Juara itu Wajib!
Tim Nasional 22 September 2026, 15:30
-
Gary Neville Kritik Skuad Manchester United: Dasar Pemalas!
Liga Inggris 22 September 2026, 15:20
-
Menanti Debut Dion Markx Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 22 September 2026, 15:15
-
Terungkap! Benjamin Sesko Alami Cedera dan Batal Main di Jeda Internasional September 2026
Liga Inggris 22 September 2026, 15:04
-
Ambisi Chanathip Bawa Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Anggap Vietnam Jadi Batu Sandungan
Tim Nasional 22 September 2026, 14:44
-
Diego Simeone: Barcelona Sudah Jadi 'Alien' di La Liga!
Liga Spanyol 22 September 2026, 14:18
-
AC Milan yang Ini Mampu Tampil Agresif Sejak Menit Awal
Liga Italia 22 September 2026, 14:11
-
Takluk dari Chinese Taipei, Tim Voli Putri Indonesia Finis ke-6 di Asian Games 2026
Voli 22 September 2026, 14:02
-
Nilai Pasar FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Termahal, Singapura Paling Rendah
Tim Nasional 22 September 2026, 13:26
-
Bedah Performa 2 Pilar Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 22 September 2026, 13:15
-
Laju Kencang Dewa United pada 4 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 22 September 2026, 13:01
-
Modric Kembali Kendalikan Permainan, Pulisic Kembali dengan Dampak Besar
Liga Italia 22 September 2026, 13:01
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



