Taktik Enzo Maresca Jadi Masalah Besar bagi Man City

Taktik Enzo Maresca Jadi Masalah Besar bagi Man City
Pelatih Manchester City Enzo Maresca bereaksi dalam laga Carabao Cup antara Man City vs Brighton di Manchester, Inggris, Rabu, 28 Oktober 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Enzo Maresca menghadapi pekerjaan besar setelah Manchester City menelan tiga kekalahan beruntun di Premier League 2026-27. Kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground memperlihatkan sejumlah kelemahan taktik yang belum berhasil diperbaiki sang pelatih.

City kebobolan dua gol dalam 18 menit pertama melalui Jair Cunha dan Liam Delap. Kesalahan Josko Gvardiol menjadi awal gol pembuka, sedangkan gol kedua memperlihatkan betapa mudahnya pertahanan The Citizens dieksploitasi melalui serangan balik.

Masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesalahan individu atau kegagalan pemain memenangkan duel. Keputusan Maresca menggunakan dua bek sayap yang bergerak ke tengah sekaligus membantu serangan justru membuat keseimbangan tim semakin terganggu.

Intip ketatnya persaingan Premier League/Liga Inggris melalui klasemen Premier League/Liga Inggris di sini.

Bek Sayap Terlalu Agresif Meninggalkan Ruang di Belakang

Saat menghadapi Nottingham Forest, Maresca menempatkan Abdukodir Khusanov sebagai bek kanan dan Gvardiol di sisi kiri. Ketika City menguasai bola, keduanya bergerak ke area tengah atau melakukan inverted full-back untuk membantu membangun serangan.

Secara teori, pendekatan tersebut memberikan tambahan pemain di lini tengah. Namun, penerapannya justru menciptakan ruang besar di belakang ketika penguasaan bola hilang.

Pada babak pertama, Khusanov dan Gvardiol setidaknya tiga kali tertangkap berada terlalu jauh di depan sehingga kesulitan kembali ke posisi bertahan. Gol Cunha pada menit keenam bermula dari kesalahan Gvardiol saat menguasai bola, sedangkan Delap memanfaatkan ruang terbuka untuk mencetak gol kedua.

Situasi tersebut membuat bek tengah dan gelandang bertahan harus menanggung beban lebih besar. Ketika serangan lawan berkembang dengan cepat, mereka sering kali tidak mendapatkan perlindungan yang memadai.

Kombinasi Lini Tengah Man City Memperburuk Situasi

Masalah bek sayap semakin terasa karena komposisi lini tengah pilihan Maresca. Ia mengandalkan Elliot Anderson sebagai gelandang bertahan, dengan Enzo Fernandez dan Rayan Cherki bermain di depannya.

Anderson harus menutup area yang sangat luas ketika City kehilangan bola. Sementara itu, Cherki dan Fernandez bukan pemain yang secara alami memiliki kontribusi defensif kuat dalam situasi transisi.

Kondisi tersebut membuat Anderson kerap menghadapi terlalu banyak pekerjaan sendirian. Ketika kedua bek sayap ikut bergerak ke tengah dan maju membantu serangan, ruang di sekitar gelandang bertahan semakin terbuka.

Lawan pun bisa memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan penetrasi langsung ke pertahanan City. Nottingham Forest berhasil mengeksploitasi kelemahan itu, tetapi mereka bukan tim pertama yang menemukan ruang di area tersebut.

Kesalahan pemain dalam penguasaan bola memang tetap menjadi tanggung jawab individu. Namun, struktur permainan yang terlalu terbuka juga dapat memperbesar konsekuensi dari setiap kehilangan bola, terutama ketika lawan memiliki kesempatan melancarkan serangan balik.

Maresca Harus Mengembalikan Keseimbangan Tim

Tiga kekalahan beruntun di Premier League memperlihatkan bahwa sejumlah persoalan dalam sistem Maresca perlu segera dibenahi. Salah satunya adalah ruang kosong di tengah lapangan yang terus menjadi sasaran lawan.

Jika ingin mempertahankan kombinasi Anderson, Fernandez, dan Cherki, Maresca perlu memberikan perlindungan lebih baik kepada lini belakang. Menggunakan dua bek sayap secara agresif pada saat bersamaan justru membuat struktur pertahanan semakin rentan.

Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah membatasi pergerakan menyerang salah satu bek sayap. Dengan demikian, City tetap memiliki perlindungan ketika kehilangan penguasaan bola dan tidak membiarkan Anderson menanggung seluruh tanggung jawab defensif.

Nottingham Forest telah menunjukkan cara mengeksploitasi kelemahan tersebut. Jika Maresca tidak segera mengembalikan keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan, Man City berisiko terus menghadapi pertandingan terbuka yang menguntungkan lawan.

Sumber: Esteemed Kompany

Klasemen