5 Pangkal Masalah di Balik Pemecatan Frank Lampard: Ekspektasi Ketinggian?
Richard Andreas | 26 Januari 2021 05:00
Bola.net - Senin (25/1/2021) malam WIB, kabar mengejutkan datang dari sepak bola Inggris. Chelsea dipastikan resmi memecat Frank Lampard setelah setengah musim 2020/21 berlalu.
Keputusan ini tetap mengejutkan meski sudah diperkirakan. Posisi Lampard tak lagi aman sejak kemerosotan performa Chelsea mulai pertengahan Desember 2020 lalu.
Betapa tidak, The Blues pernah memuncaki Premier League di awal Desember, kini tertahan di peringkat ke-9 karena beberapa hasil buruk beruntun. Lampard pun dituding tidak bisa menggunakan pemain-pemain bintang Chelsea.
Ada banyak masalah dalam skuad The Blues dan Lampard dinilai tidak bisa menyelesaikannya. Dia pun tidak bisa terus berdalih masih membutuhkan waktu, sebab kesempatan untuk Lampard terbilang sudah cukup panjang.
Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Kekalahan pahit
Bibit masalah Chelsea sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim, tapi baru benar-benar muncul pada Desember 2020 lalu. Kekalahan 0-1 dari Everton (13/12) jadi awal masalah yang kemudian terus menggunung.
Chelsea kemudian kalah dari Arsenal, yang menurut kabar sudah mulai membuat geram Roman Abramovich. Nahasnya The Blues tidak bisa segera bangkit, bermain imbang dengan Aston Villa pada laga berikutnya, kemudian kalah lagi dari Manchester City di awal 2021.
Teranyar, Chelsea kalah 0-2 dari Leicester akhir pekan lalu. Abramovich pun habis kesabaran, waktu Lampard pun ikut habis.
Ekspektasi tinggi
Lampard mendapatkan banyak pemain baru untuk memulai musim ini. Kedatangan pemain-pemain ini sangat membantu, tapi juga membuatnya menghadapi tuntutan yang lebih besar.
Ekspektasi terhadap Lampard jadi lebih tinggi daripada musim lalu. Sayangnya, di sinilah terbukti perbedaan kualitas pelatih baru dengan pelatih yang sudah berpengalaman.
Lampard masih hijau di dunia kepelatihan, dia terlihat belum bisa mengelola pemain-pemain bintang. Akhirnya justru sebagian besar pembelian baru itu tampak mengecewakan.
Lemah di belakang
Chelsea benar membeli banyak pemain musim panas lalu, tapi Lampard justru gagal membaca masalah skuadnya di lini belakang. Pembelian Thiago Silva, Edouard Mendy, dan Ben Chilwell tidak cukup membantu.
The Blues tampak begitu lemah di sisi kanan pertahanan mereka, area di antara Kurt Zouma dan Reece James. Dua pemain ini tidak berada di level yang dibutuhkan Chelsea.
Terbukti, Chelsea merupakan tim dengan catatan errors leading to goals terbanyak di Premier League musim ini. Total ada 6 kesalahan, setidaknya dua kali lipat dari 18 tim lainnya.
Finishing buruk
Punya barisan penyerang luar biasa, Chelsea justru begitu buruk dalam urusan mencetak gol. Finishing para penyerang begitu buruk.
Nahasnya, sebagian besar gol Chelsea tercipta karena keterampilan individu masing-masing pemain, bukan karena pola permainan yang matang.
Pemain selevel Timo Werner membuang terlalu banyak peluang hanya untuk mencetak gol. Nahasnya, striker selevel Olivier Giroud yang selalu terbukti bisa mencetak gol justru tidak dipercayai Lampard.
Lini tengah lemah
Lampard punya banyak pemain untuk mengisi lini tengah, bahkan sampai harus meminjamkan Ross Barkley musim ini. Namun, punya banyak pemain tidak akan jadi hal positif jika tidak bisa menggunakannya.
Ada trio gelandang yang jadi favorit Lampard: Kante-Kovacic-Mount. Bagus, tapi hanya itu, tidak ada kontribusi ekstra.
Kovacic jelas-jelas menghambat aliran pemainan, tapi masih terus dipercaya. Justru pemain kreatif seperti Jorginho hampir tidak pernah diberi kesempatan.
Alhasil, Chelsea dengan salah satu skuad termahal di liga justru paling sering kalah duel di lini tengah.
Sumber: Sky Sports, Bola
Baca ini juga ya!
- Kabar Bagus, Mbappe Serius Pertimbangkan Hijrah ke Liverpool
- Chelsea Sempat Dekati Dua Pelatih Jerman Sebelum Pecat Lampard
- Chelsea Dikritik Karena Pecat Lampard: Harusnya Tiru MU, Liverpool, dan Arsenal
- Gabung Arsenal, Martin Odegaard Debut Lawan MU?
- Kontrak Beres, Thomas Tuchel Segera Diperkenalkan Sebagai Manajer Baru Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gara-gara Mainoo, MU Batal Rekrut Gelandang Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 10 April 2026, 17:14
-
Prediksi Chelsea vs Man City 12 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 17:09
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Madrid vs Girona - Link Nonton La Liga/Liga Spanyol di Vidio
Liga Spanyol 10 April 2026, 19:00
-
Live Streaming Roma vs Pisa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 10 April 2026, 18:45
-
Prediksi Susunan Pemain Real Madrid vs Girona, Misi Bangkit di Bernabeu
Liga Spanyol 10 April 2026, 18:16
-
Digoda PSG dan Klub Arab Saudi, Bruno Fernandes Terlanjur Nyaman di MU
Liga Inggris 10 April 2026, 17:42
-
Hasil PSIM vs PSM: Juku Eja Menang Dramatis di Stadion Sultan Agung
Bola Indonesia 10 April 2026, 17:34
-
Gara-gara Mainoo, MU Batal Rekrut Gelandang Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 10 April 2026, 17:14
-
Prediksi Chelsea vs Man City 12 April 2026
Liga Inggris 10 April 2026, 17:09
-
Prediksi Parma vs Napoli 12 April 2026
Liga Italia 10 April 2026, 16:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45










