
Bola.net - Mohamed Salah sepertinya sedang menapaki ujung cerita panjangnya di Premier League. Tinggal tujuh laga lagi, dan bab penting dalam kariernya di Inggris kemungkinan akan segera ditutup. Sebuah perjalanan yang, kalau dipikir-pikir, nyaris sempurna.
Di Anfield, namanya sudah seperti bagian dari sejarah yang hidup. Disebut-sebut sejajar dengan legenda seperti Steven Gerrard atau Luis Suarez bukan lagi hal yang berlebihan. Tapi jalan cerita ini sebenarnya bisa saja berbeda jauh kalau saja dulu semuanya berjalan mulus saat ia pertama kali tiba di Chelsea di bawah arahan Jose Mourinho pada Januari 2014 silam.
Waktu itu, ekspektasinya besar. Namun realitas berkata lain. Salah justru kesulitan mendapat tempat di tim utama. Ia hanya mencatatkan belasan penampilan di Premier League, angka yang terasa janggal jika melihat siapa dirinya sekarang.
Cerita itu lama terasa seperti teka-teki. Kenapa pemain dengan kualitas seperti dia bisa gagal bersinar di klub sebesar Chelsea? Jawabannya pelan-pelan mulai terkuak, salah satunya lewat pengakuan Filipe Luis, mantan rekan setimnya.
Kesulitan Bersama Mourinho
Mourinho, pada masa itu, adalah sosok yang identik dengan kesuksesan. Ia membawa Chelsea meraih gelar Premier League musim 2014-2015 dan membangun fondasi tim yang kuat. Tidak ada yang meragukan kapasitasnya sebagai pelatih.
Namun, di balik kesuksesan itu, ada sisi lain yang jarang dibicarakan. Beberapa pemain berbakat justru tidak berkembang di bawah kepemimpinannya. Nama-nama seperti Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah sering disebut sebagai contoh paling jelas.
Filipe Luis pernah mengungkap hal ini secara terbuka. Ia mengaku tetap menghormati Mourinho, tapi juga jujur soal satu hal penting. Tidak semua pemain bisa dimaksimalkan potensinya.
"Mungkin kami terlihat seperti berselisih, tetapi saya benar-benar mengaguminya karena kami memenangi liga bersama. Namun, dia memang gagal mengeluarkan potensi terbaik saya, persis seperti apa yang dilakukannya pada Salah," ujarnya.
Pernyataan itu seperti membuka tabir lama. Bahwa masalahnya bukan sekadar kualitas pemain, melainkan pendekatan yang tidak selalu cocok untuk semua karakter.
Mo Salah Seperti Lionel Messi di Chelsea
Keputusan Salah untuk meninggalkan Chelsea dan pindah ke Fiorentina saat itu sempat dianggap aneh. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa ia memilih pergi dari klub besar?
Jawabannya ternyata sederhana: ia ingin bermain.
Filipe Luis masih mengingat percakapan mereka dengan jelas. Sebuah momen singkat, tapi cukup menjelaskan mentalitas Salah.
"Saat dia akan menyeberang ke Fiorentina, saya mencecarnya: 'Mengapa kamu pergi, Momo? Ini Chelsea.' Dia langsung menatap saya dan menjawab lugas: 'Saya harus bermain'," kenangnya.
Lebih menarik lagi, Luis juga mengungkap bagaimana kualitas Salah di sesi latihan.
"Dia tidak pernah melangkah pergi demi uang atau sekadar untuk menumpang memenangkan lebih banyak trofi; dia hanya ingin membuktikan kepada dunia bahwa dirinya layak bermain. Di tempat latihan, sentuhannya itu seperti Messi, benar-benar seajaib Messi, Anda bisa buktikan dengan bertanya kepada siapa pun di sana."
Bayangkan. Seorang pemain yang disebut 'seperti Messi' di latihan Chelsea, tapi kesulitan mendapat menit bermain di pertandingan resmi. Di situlah letak ironi terbesar dalam kisah ini.
Titik Balik Karier Mo Salah
Catatan Salah di Chelsea memang tidak terlalu istimewa. Total penampilannya hanya belasan, dengan kontribusi gol yang bisa dihitung dengan jari. Ia lebih sering jadi pelapis, bukan pilihan utama.
Namun justru dari situ semuanya berubah.
Peminjaman ke Fiorentina menjadi titik balik. Dari sana, ia mulai menemukan ritme, kepercayaan diri, dan yang paling penting adalah kesempatan. Sebelumnya ia sudah menunjukkan potensi di Basel, tapi belum benar-benar “meledak”.
Italia mengasahnya. Lalu Liverpool menyempurnakannya.
Di Anfield, cerita itu berubah total. Salah menjelma menjadi mesin gol. Dalam sembilan tahun, ia mengoleksi 255 gol dan 122 assist. Angka yang tidak sekadar impresif, tapi juga historis.
Trofi pun datang silih berganti. Liga Champions, Premier League, hingga berbagai gelar domestik lainnya melengkapi kisahnya.
Kalau dipikir ulang, mungkin sejarah akan berbeda jika ia langsung bersinar di Chelsea. Tapi sepak bola memang sering berjalan dengan cara yang tidak terduga. Dan dalam kasus Salah, jalan memutar itu justru membawanya ke puncak.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 22:00Bruno Fernandes Kesal MU Kalah dari Hull City: Gini Aja Terus!
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 21:305 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 20:50Kalah dari Hull City, Manchester United Catatkan Dua Rekor yang Memalukan
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 20:39Man of the Match Hull vs Man United: Konstantinos Tzolakis
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 20:24Hasil Hull vs Man United: Setan Merah Dipermalukan Tim Promosi!
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 23 Agustus 2026 01:32Man of the Match Inter vs Monza: Pio Esposito
-
Liga Italia 23 Agustus 2026 01:25Hasil Inter vs Monza: Juara Bertahan Terlalu Perkasa!
-
Tim Nasional 22 Agustus 2026 22:36Hasil Leg 1 Final Piala AFF 2026: Vietnam Menang di Kandang Thailand
-
Liga Italia 22 Agustus 2026 22:29Link Streaming Inter vs Monza di Liga Italia, Sabtu 22 Agustus 2026
-
Liga Inggris 22 Agustus 2026 22:00Bruno Fernandes Kesal MU Kalah dari Hull City: Gini Aja Terus!
BERITA LAINNYA
-
inggris 22 Agustus 2026 22:00Bruno Fernandes Kesal MU Kalah dari Hull City: Gini Aja Terus!
-
inggris 22 Agustus 2026 21:305 Biang Kerok Kekalahan Manchester United dari Hull City
-
inggris 22 Agustus 2026 20:50Kalah dari Hull City, Manchester United Catatkan Dua Rekor yang Memalukan
-
inggris 22 Agustus 2026 20:39Man of the Match Hull vs Man United: Konstantinos Tzolakis
-
inggris 22 Agustus 2026 20:24Hasil Hull vs Man United: Setan Merah Dipermalukan Tim Promosi!
-
inggris 22 Agustus 2026 20:00Brighton Tolak Penawaran Perdana Liverpool untuk Yankuba Minteh
SOROT
-
Liputan6 23 Agustus 2026 00:49Kronologi Kebakaran Desa Adat Sade, Api Hanguskan Ratusan Rumah Suku Sasak
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:37Seskab Teddy: 4 Heli Water Bombing Ditambah untuk Kebakaran Hutan Kalteng
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:244 Remaja Terseret Ombak di Pantai Tuturuga, 2 Tewas dan 1 Hilang
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:09Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat Kebakaran Hutan, Minta Pompa dan Heli
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:05Gereja di Lapas Manado Terbakar
-
Liputan6 22 Agustus 2026 21:593 Nelayan Kapal Layar Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian hingga Lumajang
MOST VIEWED
Myles Lewis-Skelly dan Kenyataan Pahit di Arsenal
6 Transfer Besar yang Bisa Meledak Sepekan Jelang Premier League 2026/2027 Dimulai
Carlos Baleba ke Manchester United: Mengapa Gelandang 22 Tahun Jadi Pilihan Menarik Michael Carrick?
Darurat di Old Trafford! 4 Masalah Transfer yang Harus Segera Diselesaikan Manchester United
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330741/original/041673200_1787421185-1005824714.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330482/original/071249500_1787382815-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_13.55.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330737/original/014551600_1787416079-1000044932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330733/original/010127900_1787415521-IMG-20260822-WA0153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330732/original/075039900_1787414833-1000044918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330703/original/088871800_1787408195-Screenshot_2026-08-22-19-52-50-77.jpg)

