5 Pelajaran dari Duel Manchester City vs Leicester: Bek Mahal Buat Apa?
Richard Andreas | 28 September 2020 05:30
Bola.net - Kalah dengan skor telak 2-5 dari Leicester City jadi tamparan keras untuk Manchester City dan Josep Guardiola. Hasil ini membuktikan bahwa uang tidak bisa membeli kesuksesan.
Betapa tidak, sejak ditangani Guardiola, Man City telah menggelontorkan banyak uang untuk memperkuat skuad, khususnya barisan pertahanan. Namun, mereka bisa dengan mudah dibobol lima gol oleh kuda hitam sekelas Leicester.
Bek-bek Man City membuat beberapa kesalahan fatal, memberikan tiga penalti, dan membiarkan striker uzur seperti Jamie Vardy mencetak hattrick.
Man City pun terlihat kesulitan saat menyerang. Mereka dominan dan terus menggempur, tapi kekurangan satu sentuhan akhir yang penting untuk mencetak gol.
Hasil ini mengindikasikan bahwa Man City harus segera berbenah jika tak mau tertinggal jauh dari Liverpool dalam persaingan di papan atas musim ini.
Juga, setidaknya ada 5 pelajaran penting yang dapat dipetik dari pertandingan ini. Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
5. Kedalaman skuad sama baiknya
Kedua tim sama-sama kehilangan banyak pemain pada laga ini, sebagian besar karena cedera. Namun, level permainan di Etihad kemarin tetap begitu tinggi.
Tercatat, meski kehilangan enam pemain inti pada laga ini, Guardiola tetap bisa menurunkan starting XI yang hampir mencapai 500 juta pounds. Ada nama-nama top sekelas De Bruyne dan Sterling.
Leicester pun demikian. Meski pemain-pemain mereka tidak selevel Man City, Brendan Rodgers bisa merotasi skuad dengan baik.
Ada Maddison dan Kelechi Iheanacho yang masuk sebagai pengganti, juga ada Marc Albrighton dan Christian Fuchs. Dia pun kehilangan Ndidi, Pereira, dan Under karena cedera.
4. Penalti lagi dan lagi
Premier League 2020/21 baru berjalan tiga pekan, tapi sudah ada begitu banyak hadiah penalti yang diberikan. Di laga ini saja ada tiga penalti untuk Leicester.
Memang pelanggarannya jelas. Eric Garcia, Kyle Walker, dan Benjamin Mendy masing-masing menjatuhkan lawan di kotak terlaran. Jelas memberikan hadiah tiga penalti dalam satu laga adalah pertanda buruk untuk pertahanan Man City.
Tercatat, Man City adalah tim pertama dalam tujuh tahun terakhir Premier League yang memberikan tiga kesempatan penalti untuk lawan dalam satu pertandingan, dan ketiganya berbuah jadi gol.
3. Serangan balik ala Leicester
Leicester hampir finis di empat besar Premier League musim lalu, sayangnya hilang fokus pada beberapa laga terakhir. Kini, pasukan Brendan Rodgers tampaknya siap jadi kuda hitam lagi.
Sejak ditukangi Rodgers, Leicester berubah jadi tim yang lebih menakutkan. Mereka merupakan salah satu tim dengan performa terbaik setelah tiga pertandingan Premier League sejauh ini.
The Foxes sudah mencetak 12 gol dalam tiga pertandingan saja, dan hanya kebobolan empat gol saja.
Rodgers menerapkan gaya serangan balik yang sempurna untuk menghadapi tim-tim tangguh sekelas Man City dan Liverpool. Mereka tampak berbahaya dalam transisi bertahan ke menyerang, hanya butuh hitungan detik.
2. Masalah pertahanan Man City berlanjut
Sejak ditinggal Vincent Kompany, kualitas pertahanan Man City merosot drastis. Inilah yang jadi titik lemah mereka musim lalu, dan sepertinya butuh waktu untuk diperbaiki sepenuhnya.
Kalah wajar dalam sepak bola, tapi kalah dengan kebobolan lima gol adalah perkara lain -- terlebih untuk tim mahal sekelas Man City.
Ya, sejak dipercaya menangani Man City, Guardiola telah menggelontorkan banyak uang untuk membeli beberapa bek, tapi sampai sekarang proses belanja itu belum selesai.
Man City merekrut Nathan Ake musim ini dengan 45 juta euro, itu sudah terbilang mahal. Dan kabarnya mereka akan segera mendatangkan bek tengah Benfica, Ruben Dias, dengan biaya 55 juta euro.
1. Party ala Vardy
Usia boleh jadi tak lagi muda, sudah 33 tahun, tapi Jamie Vardy masih merupakan salah satu striker terbaik di Premier League musim ini.
Dia mencetak hattrick alias trigol untuk membenamkan Man City di kandangnya sendiri. Dua dari tiga gol Vardy tercipta dari titik putih, satu sisanya dari open play.
Vardy mendapatkan dua hadiah penalti itu sendiri, dan mencetak keduanya sendiri. Ini adalah hattrick keduanya ke gawang Man City, yang pertama pada tahun 2016 lalu.
Musim lalu Vardy menyandang gelar top scorer Premier League (23), dan sepertinya musim ini dia belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Sumber: Sportskeeda
Baca ini juga ya!
- Usai Melakukan Blunder Fatal, Thiago Silva Akhirnya Muncul ke Permukaan
- Liverpool Bisa Jago Kandang, Apa Sih Rahasianya Wahai Jurgen Klopp?
- Drama dalam Laga Tottenham vs Newcastle, Lagi-lagi Soal Penalti di Menit Akhir
- Gawat, Alisson dan Thiago Terancam Absen Kala Liverpool Jumpa Arsenal
- Man City Kebobolan 5 Gol, Netizen: Bek-nya Gak Kurang Mahal?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:34

-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


