5 Pelajaran dari Kekalahan Liverpool: 3 Laga Tanpa Gol di Anfield, Ada Apa The Reds?
Richard Andreas | 4 Februari 2021 09:30
Bola.net - Liverpool menelan kekalahan memalukan di Anfield. Kamis (4/2/2021), The Reds takluk 0-1 dari Brighton pada duel lanjutan Premier League. Hasil ini kembali menampar Jurgen Klopp dan skuadnya.
Betapa tidak, Liverpool sempat diduga sudah bangkit dengan mengalahkan Tottenham dan West Ham pada dua pertandingan sebelumnya, tapi kini justru kembali terpuruk di kandang sendiri.
Klopp tidak mau berdalih. Dia mengakui timnya pantas kalah dan mungkin ada masalah mental pada skuad Liverpool. Mohamed Salah dkk. tidak cukup segar untuk bertanding dalam rentang waktu pendek.
Kekalahan ini pun membuat harapan juara Liverpool kian tipis. Sang juara bertahan kini tertahan di peringkat ke-4 dan bisa terlempar dari empat besar jika tidak segera bangkit.
Permainan Liverpool dini hari WIB tadi terbilang buruk, tidak ada energi untuk menang. Bola.net pun mengamati setidaknya ada 5 pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan The Reds kali ini.
Apa saja? Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Lesu dan kembali terpuruk
Liverpool bermain tidak seperti Liverpool pada pertandingan ini. Setiap pemain tampak lesu dan kelelahan, Jurgen Klopp pun mengakui ada masalah mental.
Lihat saja statistik percobaan tembakan The Reds. Liverpool dikenal sebagai salah satu tim ofensif dengan sepak bola atraktif, tapi tidak kali ini.
Mereka hanya bisa membuat satu shot on target selama 9 menit. Brighton yang hanya mendapatkan 36% penguasaan bola saja bisa membuat total 4 shots on target.
Buruk di kandang sendiri
Kekalahan kali ini pun memperpanjang catatan buruk Liverpool di kandang sendiri. Anfield tak lagi angker, setidaknya tidak untuk tim tamu.
Menurut Opta, Liverpool gagal mencetak gol pada tiga pertandingan kandang beruntun untuk pertama kalinya sejak 1984 atau 37 tahun lalu. Saat ini sudah 384 menit Liverpool tidak mencetak gol di Anfield.
Sebelumnya Anfield dikenal angker, Liverpool nyaris tak pernah kalah selama satu tahun lebih. Catatan itu terhenti musim ini dan berlanjut semakin panjang.
Kian jauh dari puncak
Kekalahan ini pun membuat perjuangan Liverpool di papan atas semakin sulit. The Reds tertahan di peringkat ke-4 dengan 40 poin dari 22 pertandingan.
Tidak buruk, tapi jelas jauh tertinggal dari Manchester City di puncak. Saat ini pasukan Pep Guardiola itu memimpin dengan 47 poin dari 21 pertandingan.
Artinya Man City masih menyimpan satu pertandingan, dan jika memenanginya, selisih dengan Liverpool bakal melebar jadi 10 poin.
10 poin jelas terlalu lebar untuk Premier League, Liverpool mungkin tidak akan lagi menyalip Man City musim ini.
Pelapis tak sebaik tim inti
Kehilangan bek inti, absennya Alisson Becker dan Sadio Mane, ada banyak masalah yang menyerang skuad Liverpool musim ini.
Semua dimulai dengan cedera parah Virgil van Dijk. Lalu bek-bek lain seperti Joe Gomez dan Joel Matip pun menyusul cedera.
Berbulan-bulan Klopp terpaksa memainkan gelandang di pos bek tengah. Tentu tambal sulam seperti ini tidak sebaik yang diharapkan.
Untuk laga kali ini, Liverpool tidak bisa memainkan Alisson dan Mane yang cedera ringan. Itu ditambah dengan cedera banyak pemain inti lainnya membuat laga semakin sulit.
Brighton main luar biasa
Cukup menyoroti buruknya Liverpool, Brighton pun patut dipuji untuk kemenangan ini. Pasukan Graham Potter bermain sempurna untuk menghadapi tim yang beda level.
Brighton memainkan formasi 3-5-2 dan tampil sangat efektif. Mereka tidak banyak menguasai bola, tapi bisa menahan gempuran Liverpool dan balas menghantam lewat serangan balik cepat.
Meski defensif, permainan Brighton pun terbilang bersih. Tidak ada kartu kuning, dan bisa menyapu umpan lambung Liverpool dengan sangat baik.
Sumber: Bola
Baca ini juga ya!
- Semakin Lebar, Jurgen Klopp Ogah Bicara Soal Selisih Poin Liverpool dari Man City
- Mengintip Debut Jesse Lingard di West Ham: 1 laga, 2 gol, 3 poin
- Kalah Lagi, Jurgen Klopp Akui Liverpool Punya Masalah Mental
- 5 Pelajaran Burnley vs Manchester City: Menang, Cleansheet, Menang Lagi, Cleansheet Lagi
- Peringatan Pep Guardiola untuk Tim Rival: Manchester City Masih Bisa Jauh Lebih Baik Lagi!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








