
Bola.net - Penunjukan Andoni Iraola sebagai manajer baru Liverpool, Jumat (5/6/2026) dini hari WIB disambut antusias oleh banyak pendukung The Reds.
Keberhasilannya membawa Bournemouth bersaing di papan atas Premier League dengan sumber daya yang terbatas membuat sosok asal Spanyol tersebut dianggap sebagai pilihan ideal untuk melanjutkan proyek klub di Anfield.
Namun di balik optimisme itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang patut mendapat perhatian. Bahkan, komentar yang pernah disampaikan Arne Slot justru bisa menjadi gambaran tantangan besar yang akan dihadapi Iraola saat memimpin salah satu klub terbesar di Inggris tersebut.
Sukses di Bournemouth Buka Jalan ke Anfield

Nama Iraola melambung dalam beberapa musim terakhir berkat transformasi yang ia lakukan bersama Bournemouth. Dengan anggaran yang jauh lebih kecil dibandingkan klub-klub elite Premier League, pelatih asal Basque itu mampu membangun tim yang kompetitif dan meraih tiket ke kompetisi Eropa.
Prestasi tersebut membuat Liverpool menjadikannya kandidat utama untuk menggantikan Slot. Banyak pihak melihat gaya bermain Iraola yang agresif dan penuh tekanan sebagai sesuatu yang sejalan dengan identitas Liverpool era Jürgen Klopp.
Perbandingan antara Iraola dan Klopp pun mulai bermunculan. Keduanya dikenal mengandalkan pressing intens dan transisi cepat untuk menghukum lawan. Akan tetapi, sejumlah pengamat menilai perbandingan tersebut terlalu menyederhanakan kenyataan.
Liverpool Sudah Lama Meninggalkan Sepak Bola Heavy Metal

Saat pertama kali datang ke Liverpool, Klopp memang identik dengan filosofi "heavy metal football" yang mengandalkan pressing tanpa henti. Namun seiring perkembangan skuad dan meningkatnya kualitas pemain, pendekatan tersebut ikut berevolusi.
Liverpool tidak lagi hanya mengandalkan tekanan tinggi. Mereka juga mampu mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola dan struktur permainan yang lebih matang. Perpaduan antara pressing khas Klopp dan pendekatan positional play membuat The Reds menjadi salah satu tim paling komplet di Eropa.
Arne Slot mewarisi fondasi tersebut. Pada musim pertamanya, Liverpool tetap tampil dominan karena sudah memiliki keseimbangan antara penguasaan bola dan kemampuan merebut bola kembali dengan cepat.
Masalah mulai muncul ketika lawan-lawan mereka beradaptasi.
Arne Slot Pernah Mengungkap Cara Menghadapi Liverpool

Dalam sebuah konferensi pers musim lalu, Slot mengakui bahwa banyak tim Premier League mengubah pendekatan saat menghadapi Liverpool.
Alih-alih mencoba membangun serangan dari belakang dan memberi kesempatan Liverpool melakukan pressing, banyak lawan memilih bermain lebih langsung dengan umpan-umpan panjang. Strategi tersebut secara efektif mengurangi peluang The Reds untuk memenangkan bola di area berbahaya.
Menurut Slot, perubahan pendekatan lawan menjadi salah satu alasan performa Liverpool mengalami penurunan pada periode tertentu musim lalu.
Fenomena inilah yang berpotensi menjadi tantangan besar bagi Iraola.
Ketergantungan pada Pressing Bisa Menjadi Bumerang

Kesuksesan Bournemouth di bawah Iraola sangat bergantung pada kemampuan timnya melakukan tekanan tinggi. The Cherries menjadi salah satu tim terbaik di Premier League dalam hal merebut bola di area lawan dan mengubah situasi tersebut menjadi peluang maupun gol.
Namun, efektivitas permainan Bournemouth menurun drastis ketika mereka dipaksa menguasai bola lebih lama.
Data musim lalu menunjukkan Bournemouth hanya mampu memenangkan satu dari 13 pertandingan ketika mereka memiliki penguasaan bola minimal 55 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa tim Iraola lebih nyaman bermain tanpa bola dan memancing lawan untuk membangun serangan terlebih dahulu.
Masalahnya, situasi itu kemungkinan besar tidak akan sering ditemui di Liverpool.
Sebagian besar lawan justru cenderung menyerahkan penguasaan bola kepada The Reds dan bertahan dalam blok rendah. Kondisi tersebut menuntut kemampuan berbeda, yakni kreativitas membongkar pertahanan rapat yang terorganisir.
Mampukah Iraola Beradaptasi?

Meski belum banyak menunjukkan kecenderungan membangun tim dominan dalam penguasaan bola di Premier League, bukan berarti Iraola tidak mampu melakukannya.
Selama karier bermainnya bersama tim Basque Athletic Club, Iraola dikenal sebagai pemain yang nyaman dalam sistem berbasis penguasaan bola. Pengalaman itu bisa menjadi modal penting ketika ia harus mengembangkan pendekatan baru di Liverpool.
Meski demikian, adaptasi tersebut tetap mengandung risiko. Bahkan pelatih yang sangat identik dengan permainan penguasaan bola seperti Mikel Arteta di Arsenal masih menghadapi kesulitan ketika harus membongkar pertahanan lawan yang bermain sangat defensif.
Liverpool membutuhkan lebih dari sekadar pressing untuk mempertahankan status sebagai penantang gelar.
Masalah Bola Mati Juga Menjadi Sorotan

Tantangan lain yang menunggu Iraola adalah situasi bola mati.
Slot sempat menyoroti pentingnya set-piece sebagai solusi menghadapi tim yang bertahan sangat dalam. Liverpool akhirnya mampu mencetak 18 gol dari skema bola mati musim lalu, tetapi mereka juga menunjukkan kelemahan saat bertahan dalam situasi serupa.
The Reds kebobolan 20 gol dari set-piece, jumlah tertinggi di Premier League.
Menariknya, Bournemouth asuhan Iraola juga mengalami masalah serupa. Mereka kebobolan 18 gol dari bola mati dan menjadi salah satu tim dengan angka expected goals (xG) tertinggi yang diterima dari skenario tersebut.
Fakta itu menunjukkan bahwa ada pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan sang pelatih sebelum musim baru dimulai.
Optimisme Tetap Ada di Anfield

Meski sejumlah tanda tanya mengiringi kedatangannya, Iraola tetap dianggap sebagai salah satu pelatih paling menjanjikan di Eropa saat ini. Kemampuannya mengangkat performa Bournemouth menjadi bukti bahwa ia memiliki kualitas taktik dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk sukses di level tertinggi.
Kini tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa filosofi yang berhasil di klub dengan tekanan relatif kecil juga dapat diterapkan di Liverpool, klub yang setiap musim dituntut bersaing untuk meraih trofi.
Bagi Iraola, tekanan tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Seperti yang pernah ia ungkapkan, sepak bola tetaplah sebuah permainan yang harus dinikmati. Pendekatan tenang itu mungkin menjadi modal terpenting saat ia memasuki era baru di Anfield dengan ekspektasi yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Klasemen Premier League 2025/2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 16:09Daftar WAGs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 17:01Prediksi Curacao vs Aruba 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 Juni 2026 12:08Jalan Buntu MU untuk Dapatkan Mateus Fernandes
-
inggris 5 Juni 2026 11:45Newcastle Ogah Jual Lewis Hall ke MU, Tapi....
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:00
IHSG Bergejolak, Dana Kelolaan Reksa Dana Sentuh Rp 685,78 Triliun
-
Liputan6 5 Juni 2026 16:20
IHSG Ditutup di 5.594, 626 Saham Tertekan
-
Liputan6 5 Juni 2026 16:10Richard Lee Segera Disidangkan
-
Liputan6 5 Juni 2026 16:00IHSG Tiba-Tiba Turun 4% Jelang Penutupan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7832366/original/040684500_1780652601-1000001883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7830423/original/021594800_1780650626-525d950c-b503-4f69-9100-66705ef8a6b0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)

