5 Pelajaran dari Kekalahan MU atas Bournemouth: Mental Medioker Memang Gak Bisa Bohong!
Serafin Unus Pasi | 10 Desember 2023 06:20
Bola.net - Manchester United menelan hasil memalukan di pekan ke-15 Premier League 2023/2024. Setan Merah kalah dari tim papan bawah, Bournemouth.
Sebelum laga ini, Manchester United berada dalam kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja mengalahkan Chelsea di tengah pekan kemarin, sehingga mereka menatap laga ini dengan optimistis.
Bermain di Old Trafford, MU sebenarnya mengawali laga dengan cukup baik. Namun sayang mereka dihajar tanpa ampun oleh tim tamu dengan skor 3-0.
Dari kekalahan ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik Setan Merah. Apa saja itu? Simak ulasannya di bawah ini.
Kalah Karena Sembrono

Pelajaran pertama dari laga ini adalah Manchester United kalah karena kesembronoan mereka sendiri.
Setan Merah sebenarnya tidak bermain buruk-buruk amat di laga ini. Mereka mendominasi laga dan terus menyerang gawang The Cherries.
Namun masalahnya adalah mereka kebobolan karena kesalahan mereka sendiri. Di gol pertama terjadi karena Scott McTominay salah umpan, sementara gol ketiga lahir karena Sofyan Amrabat tidak me-marking Phillip Billing dengan benar.
MU juga kebobolan gol keempat karena Sofyan Amrabat terlalu sembrono memberikan backpass, meski pada akhirnya gol ini dianulir VAR. Jadi kesalahan individu jadi akar masalah MU kalah di laga ini.
The Cherries Solid Dalam Bertahan

Kekalahan MU di laga ini juga disebabkan betapa disiplin Bournemouth dalam bertahan.
Sejak awal laga, Bournemouth selalu bertahan dengan seluruh pemain mereka. Sehingga lini serang MU dibuat frustrasi sekali di laga ini.
Kedisiplinan mereka saat bertahan ditambah kecepatan mereka dalam melakukan transisi dan serangan balik menjadi malapetaka utama Setan Merah di laga ini.
Lini Tengah MU Kacau

Pelajaran selanjutnya dari laga ini adalah tidak berfungsinya lini tengah MU dengan baik. Secara spesifik peran Scott McTominay dan Bruno Fernandes.
Di laga ini, McTominay kerap terlalu maju. Sehingga ia meninggalkan Sofyan Amrabat seorang diri, sehingga lini tengah MU kerap keteteran saat terjadi serangan balik.
Situasi ini diperparah dengan Bruno Fernandes yang seharusnya bertugas sebagai playmaker kesulitan mengalirkan bola ke lini serang. Sehingga lini serang MU nampak frustrasi di laga ini.
Lini Serang MU Linglung

Satu hal yang nampak jelas jadi kelemahan MU di laga ini adalah lini serang mereka yang linglung.
Entah kenapa chemistry antar para pemain menyerang MU di laga ini tidak berjalan dengan baik. Sehingga mereka banyak membuang-buang peluang di laga ini.
Situasi ini semakin buruk dengan aksi individualistis para penyerang MU sehingga mereka gagal mencetak gol di laga ini.
Kembalikan Luke Shaw ke Bek Kiri, Wahai Ten Hag!

Satu hal yang perlu dievaluasi Erik Ten Hag dari laga ini adalah keputusannya memainkan Luke Shaw sebagai bek tengah.
Memang, ada kelebihan tersendiri bagi Shaw saat dijadikan bek tengah. Ia bisa berperan sebagai ball-playing defender sehingga build up permainan bisa dimulai dari belakang.
Namun postur tubuh Shaw yang tidak begitu tinggi menjadi masalah tersendiri ketika tim lawan memiliki striker berpostur tubuh tinggi. Dan ini terlihat jelas pada skema terjadinya gol kedua The Cherries di laga ini.
Mental Medioker!

Pelajaran terakhir dari kekalahan MU di laga ini adalah Setan Merah belum punya mental sebagai tim papan atas. Mereka masih mempertahankan mental medioker mereka.
Ini terlihat bahwa sepanjang laga MU sebenarnya mendominasi pertandingan. Namun permainan mereka tidak tenang, karena mereka kebobolan gol cepat.
Alhasil serangan mereka kerap tergesa-gesa, lalu tidak ada koordinasi yang baik antar pemain. Andai mereka lebih tenang, mereka bisa memaksimalkan dominasi mereka di laga ini dan terhindar dari kekalahan.
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Torino vs Inter: Sempat Unggul Dua Gol, Nerazzurri Dipaksa Imbang 2-2
Liga Italia 27 April 2026, 01:05
-
Otomotif 26 April 2026, 20:00

-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Spanyol di Jerez
Otomotif 26 April 2026, 19:59
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 27 April 2026, 06:30

-
Alexander Isak Baru Cetak 4 Gol untuk Liverpool, Haruskah Khawatir?
Liga Inggris 27 April 2026, 06:00
-
Enzo Fernandez, Warrior Penentu Kemenangan Chelsea!
Liga Inggris 27 April 2026, 05:45
-
Rashford Siap Turun Gaji Demi Barcelona, tapi Situasi Masih Rumit!
Liga Spanyol 27 April 2026, 04:45
-
Barcelona Ingin Juara Secepatnya, Bukan Menunggu El Clasico!
Liga Spanyol 27 April 2026, 04:15
-
Man of the Match Milan vs Juventus: Mike Maignan
Liga Italia 27 April 2026, 03:58
-
Rapor Pemain Inter Milan vs Torino: Dua Assist Dimarco Belum Cukup
Liga Italia 27 April 2026, 03:24
-
Sedang Berlangsung, Live Streaming Milan vs Juventus
Liga Italia 27 April 2026, 01:45
-
Man of the Match Torino vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 27 April 2026, 01:08
-
Hasil Torino vs Inter: Sempat Unggul Dua Gol, Nerazzurri Dipaksa Imbang 2-2
Liga Italia 27 April 2026, 01:05
-
Jadwal Final FA Cup 2026: Chelsea vs Man City, Duel Sarat Tekanan di Wembley
Liga Inggris 27 April 2026, 00:38
-
Live Streaming Milan vs Juventus
Liga Italia 27 April 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46



