5 Pelajaran dari Laga Arsenal vs Chelsea: Havertz Hukum Mantan
Aga Deta | 4 Februari 2026 12:09
Bola.net - Arsenal memastikan tempat di final Carabao Cup setelah menyingkirkan Chelsea. Kepastian itu didapat usai kemenangan 1-0 di leg kedua, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB.
Arsenal menjalani laga dengan beberapa keterbatasan di lini inti. Meski demikian, mereka tetap mampu mengendalikan momen-momen penting.
Chelsea memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Namun, perbedaan efektivitas menjadi pembeda utama.
Pertandingan berjalan ketat dengan minim peluang bersih. Kedua tim lebih sering berduel di area tengah.
Gol penentu lahir dari mantan pemain Chelsea Kai Havertz di masa injury time. Momen tersebut memastikan Arsenal melangkah ke Wembley dengan agregat 4-2.
Berikut ini lima pelajaran dari laga Arsenal vs Chelsea.
1. Masalah Cedera Masih Mengganggu Arsenal

Arsenal datang ke laga dengan beberapa pemain penting absen. Bukayo Saka tidak tersedia setelah mengalami cedera sebelumnya.
Kapten tim Martin Odegaard juga tidak masuk skuad. Absennya dua pemain kreatif memengaruhi daya serang.
Situasi ini membuat Arsenal tidak tampil tajam di depan. Arteta berharap kondisi skuad segera membaik untuk laga berikutnya.
2. Strategi Unik Chelsea Saat Corner

Chelsea mencoba pendekatan berbeda untuk meredam kekuatan Arsenal dari bola mati. Mereka tidak menumpuk pemain di kotak penalti saat corner lawan.
Beberapa pemain justru diposisikan di luar area untuk ancaman serangan balik. Pendekatan ini memaksa Arsenal menahan pemain di belakang.
Strategi tersebut cukup efektif meredam situasi bola mati Arsenal. The Gunners gagal mencetak gol dari skema andalan itu.
3. Arsenal Fokus pada Hasil Akhir

Arsenal tidak menampilkan permainan paling menarik. Namun, mereka bermain cukup disiplin.
Prioritas utama adalah memastikan tiket final. Pendekatan pragmatis terlihat sepanjang laga.
Chelsea dijaga agar tidak leluasa menciptakan peluang. Arsenal melakukan apa yang diperlukan untuk lolos.
4. Momen Krusial Penalti yang Tak Datang

Peluang gol sempat terlihat bisa datang dari titik putih. Kedua tim memiliki klaim penalti.
Chelsea mengajukan protes handball di kotak terlarang. Namun, keputusan wasit tidak mengarah ke penalti.
Arsenal juga meminta penalti setelah tekel pada Martinelli. Wasit menilai tekel tersebut sah.
5. Havertz Menghukum Mantan Klub

Kai Havertz masuk sebagai pemain pengganti di fase akhir. Kehadirannya langsung memberi dampak.
Declan Rice mengirim umpan matang saat Chelsea menekan. Havertz menerima bola di ruang terbuka.
Ia melewati Robert Sanchez dan menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu memastikan Arsenal melaju ke final.
Sumber: Mirror
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13















