5 Pelajaran dari Laga Crystal Palace vs Manchester United: Kelelahan Masalah Serius
Aga Deta | 17 Juli 2020 09:28
Bola.net - Manchester United berhasil membawa pulang 3 poin dari kandang Crystal Palace pada duel pekan ke-36 Premier League 2019/20, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Setan Merah menang dengan skor 2-0 di Selhurst Park.
Marcus Rashford mencetak gol pembuka MU di ujung babak pertama. Anthony Martial kemudian menambah keunggulan tim tamu di babak kedua.
Palace sempat mencetak gol melalui Jordan Ayew. Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR karena melihat Ayew sudah berada pada posisi offside.
Tambahan 3 poin ini penting bagi MU yang sedang berjuang menembus empat besar. Setan Merah masih di peringkat ke-5 dengan 62 poin.
Pasukan Ole Gunnar Solskjaer mempunyai poin yang sama dengan Leicester City di peringkat ke-4. Namun, Setan Merah kalah selisih gol.
Lantas, pelajaran apa saja yang bisa dipetik dari duel Crystal Palace vs Manchester United? Simak selengkapnya bawah ini seperti dilansir Sportskeeda.
Start Lambat Manchester United Lainnya
Mirip dengan pertandingan melawan Southampton dan Aston Villa, Manchester United memiliki start yang lambat dalam pertandingan ini.
Crystal Palace mendominasi pada awal babak pertama. Beberapa pemain tuan rumah termasuk Wilfred Zaha memaksa David de Gea melakukan penyelamatan.
Para pemain Palace terlihat memegang kendali sehingga United kesulitan untuk mendistribusikan bola. Pemain tim tamu bisa dibilang sedikit kelelahan sejak awal setelah memainkan banyak pertandingan sejak restart Premier League.
Karena itu, manajer Ole Gunnar Solskjaer harus segera menyelesaikan masalah ini. Melawan Aston Villa, penalti kontroversial dari Bruno Fernandes berperan sebagai tonik. Melawan Southampton, gol Stuart Armstrong membuat Setan Merah bangun.
Jika mampu mengontrol pertandingan sejak awal, Manchester United bisa menjadi penantang untuk mendapatkan trofi dalam waktu dekat.
Manchester United Merindukan Nemanja Matic
Ole Gunnar Solskjaer memutuskan untuk mengistirahatkan Nemanja Matic dan memainkan Scott McTominay di posisi gelandang bertahan. Hal itu membuat gaya permainan berubah.
Manchester United kacau pada tahap awal dan sangat merindukan pengalaman dan ketenangan Matic. McTominay bukan pemain yang buruk, tetapi dia gagal untuk memberikan sesuatu yang substansial kepada pasukan United. Pemain internasional Skotlandia itu ulet dan bekerja keras, tetapi kenyataannya adalah dia tidak terlihat seperti penerus takhta Matic.
McTmoninay tidak terlihat nyaman dengan bola dan terlihat kurang percaya diri dalam penguasaan bola. Sebaliknya, Matic sangat tenang dengan bola dan mampu bertahan dengan baik sehingga dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di liga.
Matic sudah menandatangani perpanjangan kontrak sehingga United tidak mungkin membeli gelandang bertahan baru pada musim panas ini. Namun, mereka juga perlu mempertimbangkan penggantinya mengingat usia Matic.
Timothy Fosu-Mensah
Ole Gunnar Solskjaer tidak membuat kejutan dengan pilihan pemainnya sejak restart. Bahkan, mayoritas penggemar Manchester United sangat senang dengan pilihan pemain Solskjaer sejauh ini.
Namun, keputusannya untuk memainkan Timothy Fosu-Mensah di posisi bek kiri cukup mengejutkan. Dengan cedera yang dialami Luke Shaw dan Brandon Williams, Diogo Dalot diperkirakan akan mendapat kesempatan di posisi itu. Meskipun Dalot tersedia, Solskjaer memilih Fosu-Mensah untuk menjadi starter dan ini merupakan yang pertama di Manchester United dalam tiga tahun.
Fosu-Mensah maupun bek kanan Aaron Wan-Bissaka tidak terlalu berkontribusi. Luke Shaw mampu mengalirkan bola dari sisi kiri, tetapi Fosu-Mensah tidak bisa seperti pemain Inggris itu. Kedua full-back gagal memberikan kontribusi dalam serangan sehingga kreativitas harus ditanggung oleh gelandang dan pemain depan.
Manchester United Perlu Mengistirahatkan Pemain
Solskjaer terus memainkan susunan pemain yang sama sejak restart dan efeknya mulai terlihat.
Bruno Fernandes, gelandang jimat Manchester United, tampak kurang menginspirasi melawan Crystal Palace. Tidak ada yang meragukan komitmen Fernandes, tetapi gelandang Portugal itu hanya terlihat kelelahan. Tidak mudah bagi pemain sepak bola mana pun memainkan pertandingan setiap tiga hari sejak restart. Fernandes kelihatannya sangat butuh istirahat meskipun sang pemain membuat assist untuk gol Marcus Rashford.
Hal yang sama berlaku untuk Mason Greenwood. Ada rumor Daniel James akan bermain di sayap kanan karena cedera yang dialami Greenwood. Namun, dia menjadi starter dan tidak bermain bagus.
Kelelahan adalah masalah serius, yang bisa menyebabkan masalah di masa depan. Solskjaer perlu menyadari hal itu.
Crystal Palace Terbukti Menjadi Lawan yang Sulit
Manchester United menjalani pertandingan yang relatif mudah di Premier League sejak kompetisi dimulai kembali, kecuali pertandingan melawan Southampton.
Namun, Crystal Palace bisa dibilang lawan tersulit United. Roy Hodgson, seperti yang diperkirakan, menerapkan pertahanan rendah, yang menghambat serangan United yang kelelahan. Dengan memadati zona lini tengah, Palace mendorong sayap mereka, Andros Townsend dan Zaha, untuk merangsek ke depan.
Penuh dengan tekel yang kasar dan aksi bertahan yang kuat, pasukan Hodgson membuat United meraih kemenangan yang sulit. Palace tampil lebih baik di babak pertama dan menguji David de Gea beberapa kali.
Manchester United mungkin memenangkan pertandingan, tetapi itu tidak mudah. Setan Merah lebih sering bertemu tim seperti Crystal Palace ketika mereka menghadapi bagian bawah klasemen. Mereka harus siap menghadapi tantangan tersebut.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




