5 Pelajaran Di Balik Kemenangan Liverpool atas Burnley: Alon-alon Asal Kelakon!
Serafin Unus Pasi | 22 Agustus 2021 07:00
Bola.net - Liverpool berhasil meraih kemenangan di pekan kedua EPL musim 2021/22. Menjamu Burnley di Anfield, The Reds menang dengan skor 2-0.
Bermain di depan para loyalis mereka, Liverpool tampil menekan sejak awal. Meski Burnley bermain dengan solid namun Liverpool dengan sabar meladeni permainan mereka dan berhasil mencetak gol melalui Diogo Jota dan Sadio Mane.
Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua beruntun Liverpool di musim 2021/22 ini. Sebelumnya mereka berhasil menang 3-0 melawan Norwich City, sehingga mereka kini menempati peringkat pertama sementara.
Dari kemenangan di Anfield ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik. Apa saja itu? Yuk intip di bawah ini.
Bye-Bye Firmino?
Pertandingan melawan Burnley ini bisa dikatakan menjadi sinyal bahaya bagi Roberto Firmino. Posisinya sebagai striker utama Liverpool mulai digusur oleh Diogo Jota.
Sebenarnya posisi Firmino sudah mulai tergusur Jota sejak musim lalu. Namun karena Jota sempat beberapa kali mengalami cedera, Firmino masih dipercaya untuk mengisi ujung tombak The Reds.
Jota sudah membuat dua gol di dua pertandingan EPL musim ini. Jika kondisinya terus fit, maka Jota bakal menggantikan posisi Firmino di trio Firmansah pada musim ini dan menjadi ujung tombak Liverpool.
Awas Robertson, Posisimu Tidak Aman Lagi!
Semenjak dibeli Liverpool di tahun 2018, Andrew Robertson nyaman di sisi kiri pertahanan Liverpool. Ia selalu jadi andalan Jurgen Klopp dan di musim ini ia harus bersiap karena posisinya tidak lagi aman.
Robertson yang mengalami cedera sejak pekan pertama kemarin digantikan oleh Kostas Tsimikas. Tidak disangka-sangka, bek asal Yunani itu tampil dengan sangat apik di sisi kiri pertahanan Liverpool.
Ia aktif dalam membantu serangan, kokoh dalam bertahan. Ia membuat assist untuk gol Jota, dan membuat empat umpan kunci di laga ini. Jadi perebutan posisi bek kiri Liverpool di musim ini bakal sangat ketat.
No Wijnaldum No Problem
Sepanjang musim panas ini, Liverpool dilaporkan berburu gelandang baru untuk menggantikan Georginio Wijnaldum. Namun setelah laga ini, Liverpool rasa-rasanya tidak perlu untuk membeli gelandang baru itu.
Jurgen Klopp pada laga ini memutuskan menjadikan Harvey Elliott sebagai starter. Sang gelandang dipasangkan dengan Naby Keita dan Jordan Henderson.
Hasilnya? Sang gelandang muda tampil ciamik sejak awal laga. Ia membuat assist untuk Mohamed Salah namun sayang gol itu dianulir wasit.
Jika Klopp berani berinvestasi dengan sang pemuda dan memberikannya lebih banyak jam terbang, ia bisa menjadi gelandang yang top bagi Liverpool di musim depan.
Penyakit Lama Salah Kumat
Mohamed Salah tampil apik di pertandingan pertama EPL musim ini. Namun di pertandingan kedua ini, penyakit lama sang winger kumat, yaitu keegoisannya.
Salah mendapatkan sejumlah peluang yang bagus. Namun ia sebenarnya bisa memberikan bola ke pemain Liverpool lain yang berada di posisi yang lebih bagus.
Andai Salah tidak terlalu egois di laga ini, Liverpool bisa menang dengan lebih nyaman di laga ini.
Alon-alon asal Kelakon
Laga melawan Burnley ini mulai menunjukkan secara perlahan tapi pasti Liverpool adalah tim yang punya kans besar sebagai juara EPL musim ini.
Sejak pekan pertama, permainan mereka sudah mulai solid. Koordinasi lini pertahananan mereka semakin membaik dengan kembalinya Van Dijk dan lini serang mereka mulai padu.
Perlahan tapi pasti, performa mereka akan kembali mendekati performa mereka di musim 2019/20 saat mereka menjadi juara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





