5 PR yang Harus Diselesaikan Antonio Conte Jika Ditunjuk Jadi Manajer Manchester United
Serafin Unus Pasi | 28 Oktober 2021 08:00
Bola.net - Nama Antonio Conte beberapa hari terakhir ramai diperbicangkan para pecinta sepak bola. Ini dikarenakan manajer asal Italia itu kini dijagokan menjadi manajer baru Manchester United.
Ya, Manchester United sedang digosipkan akan melakukan pergantian manajer. Ole Gunnar Solskjaer tengah terancam dipecat akibat rentetan hasil buruk yang diraih setan merah.
Saat ini memang tidak banyak manajer top yang sedang menganggur. Alhasil Conte disebut-sebut bakal jadi opsi yang sangat menarik untuk Setan Merah.
Mengapa tidak? Conte merupakan manajer yang sudah terbukti. Tiga klub terakhir yang ia tangani berhasil menjadi juara, salah satunya adalah ketika ia menyudahi 21 tahun penantian Inter Milan menjadi juara.
Sebagai manajer, ia juga sudah terbukti saat melatih klub Inggris. Ia berhasil membawa Chelsea menjadi juara EPL di musim perdananya.
Namun melatih MU bukan tugas yang mudah bagi Conte. Ada banyak pekerjaan besar yang harus ia benahi agar Setan Merah menjadi juara.
Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Benahi Lini Pertahanan

Tugas pertama dan utama yang harus diselesaikan Conte di Manchester United adalah membenahi lini pertahanan mereka.
Ya, empat tahun terakhir Manchester United punya masalah yang kronis dengan lini pertahanan mereka. Meski sudah berganti manajer dan mendatangkan bek-bek top, pertahanan MU masih saja rentan kebobolan.
Conte sendiri memiliki reputasi sebagai manajer yang suka lini pertahanannya bermain dengan kokoh. Jadi United punya orang yang tepat untuk membenahi penyakit kronis ini.
Merekatkan Tim

PR kedua Conte jika ia dipercaya menangani Manchester United adalah bagaimana ia membuat Manchester United bermain sebuah tim.
Saat ini Manchester United bisa dikatakan memiliki salah satu skuat terbaik di Eropa. Dari kiper hingga penyerang, Manchester United punya pemain-pemain terbaik di setiap posisi.
Namun salah satu penyebab MU tampil buruk belakangan ini adalah para pemain ini seperti bermain sendiri-sendiri. Mereka seakan tidak bermain sebagai sebuah tim.
Jika Conte berhasil menjadikan MU bermain sebagai sebuah tim, maka Setan Merah akan jadi tim yang sangat sulit dihentikan baik di Eropa maupun di Inggris.
Konsistensi

PR lain yang harus diselesaikan oleh Conte dari skuat Manchester United adalah bagaimana ia menjaga konsistensi permainan timnya dari pekan ke pekan.
Seperti yang kami tulis sebelumnya, MU punya salah satu skuat terbaik di Eropa saat ini. Di saat mereka berada di performa terbaik mereka, Setan Merah bisa mengalahkan tim-tim terbaik di Eropa dan itu sudah terjadi di era Solskjaer.
Namun masalahnya, Solskjaer tidak mampu membuat para pemain itu bermain dengan konsisten setiap pekan. Jadi itulah yang membuat Setan Merah kerap terpeleset, sehingga Conte benar-benar harus bekerja keras agar para pemain ini bisa bermain di performa terbaik mereka di setiap pekan.
Suksesi Pemain Muda

Salah satu PR terbesar Conte sebagai manajer Manchester United adalah bagaimana ia menjaga suksesi pemain muda di skuatnya.
Semenjak melatih Juventus, Conte dikenal sebagai pelatih yang suka pemain 'instan'. Dalam artian ia lebih suka memainkan pemain-pemain yang sudah terbukti ketimbang mengembangkan pemain muda.
Masalahnya ia saat ini menangani tim yang punya sejarah kuat dengan pemain muda. Direksi Manchester United pasti mengajukan syarat bagi Conte untuk memberikan kesempatan pada pemain akademi mereka untuk mendapatkan kesempatan di tim utama MU.
Di sini, Conte mau tidak mau harus berbesar hati dan sedikit mengubah kebiasaannya yang selalu mengandalkan pemain 'jadi' dan mulai membentuk pemain-pemain muda berbakat MU.
Turunkan Ego?

Satu PR besar Conte yang harus ia selesaikan jika ingin berkarir lama sebagai manajer Manchester United adalah menurunkan egonya.
Conte dikenal sebagai salah satu manajer yang keras kepala. Ketika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai kehendaknya, ia tidak akan sungkan-sungkan untuk mengkonfrontasi pihak yang tidak sejalan dengannya.
Situasi ini sudah terjadi di Juventus, Chelsea dan Inter Milan. Ia kerap menyudahi karir manajerial di sebuah klub ketika tidak sepaham dengan Direksi klub.
Masalahnya, MU punya owner yang cukup keras kepala juga. Jika ia tidak mau menurunkan egonya, ia bisa dengan cepat berkonflik dengan direksi MU dan itu bakal membuat internal MU menjadi kurang baik.
Klasemen Premier League
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST UPDATE
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

