Agar Seperti Alexander-Arnold, Aaron Wan-Bissaka Diminta Tampil Lebih Agresif
Asad Arifin | 9 November 2019 14:21
Bola.net - Mantan pemain Manchester United, Owen Hargreaves, menilai bek sayap Aaron Wan-Bissaka sudah tampil bagus. Hanya saja, dia harus tampil lebih agresif lagi dalam membantu timnya membantu serangan.
Wan-Bissaka dibeli Manchester United pada awal musim 2019/2020. Pemain berusia 21 tahun didatangkan dari Crystal Palace. United harus membayar 50 juta euro untuk membawa Wan-Bissaka ke Old Trafford.
Wan-Bissaka sebenarnya tampil cukup bagus pada musim 2019/2020. Dia mampu membuat sisi kanan pertahanan United cukup kokoh. Pemain yang mendapat julukan Spider-Wan tersebut punya kemampuan melepas tekel yang bagus.
Rata-rata tekel yang dilakukan oleh Wan-Bissaka bahkan lebih banyak dari Harry Maguire dan Victor Lindelof, duet bek tengah United. Namun, menurut Owen Hargreaves, masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki Wan-Bissaka.
Wan-Bissaka Harus Lebih Menyerang
Aaron Wan-Bissaka sebenarnya tipe bek yang aktif membantu serangan. Hanya saja, sejauh ini efektivitas Wan-Bissaka ketika membantu serangan masih cukup minim. Wan-Bissaka dinilai butuh peningkatan pada sisi tersebut.
"Wan-Bissaka adalah pemain yang sangat bagus. Tetapi, masih ada aspek yang perlu ditingkatkan," ucap Owen Hargreaves dikutip dari BT Sports.
Hargreaves menilai Wan-Bissaka harus bisa menjadi bek sayap yang lebih agresif. Pemain berusia 21 tahun bisa menjadikan Trent Alexander-Arnold sebagai contoh. Bek sayap Liverpool tersebut tampil begitu konsisten dalam dua musim terakhir.
"Agar Wan-Bissaka bisa bergaul dengan Alexander-Arnold dia harus segera mencetak gol dan assist itu. Dia mencetak tiga assist musim lalu, belum punya musim ini," sambung Owen Hargreaves.
Tergantung Gaya Bermain Tim
Wan-Bissaka memang belum mencatat satu pun gol dan assist pada musim 2018/2020 bersama Manchester United. Akan tetapi, semua itu bukan hanya bergantung pada Wan-Bissaka, namun juga terkait dengan gaya bermain yang diusung timnya.
Liverpool memainkan gaya bermain yang agresif. Tiga penyerang Liverpool -Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah- lebih sering bergerak masuk ke dalam kotak penalti. Sehingga, ada banyak ruang kosong di sisi lapangan untuk bek sayap isi ketika tim menyerang.
Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di Manchester United. Daniel James maupun Anthony Martial cukup rajin menyisir sisi sayap. Hal ini membuat ruang gerak pemain seperti Wan-Bissaka cukup terbatas.
Sumber: BT Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















