Alasan Giaccherini Jatuh Cinta Pada Premier League
Editor Bolanet | 27 Agustus 2013 12:30
- Keputusan Emanuele Giaccherini meninggalkan untuk bergabung dengan di bursa transfer kali ini sempat membuat para pengamat heran. Dengan statusnya sebagai pemain inti Timnas , pilihannya untuk berlabuh di klub papan tengah Liga Inggris cukup mengejutkan.
Pemain serba bisa ini langsung menjadi komponen penting bagi skuat asuhan Paolo Di Canio. Akhir pekan lalu mencetak gol perdananya bagi The Black Cats dalam pertandingan melawan Southampton yang berakhir imbang 1-1.
Kepada PA Sport, pria 28 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada atmosfer Premier League.
Saya selalu menggemari sepakbola Inggris yang menurut saya spektakuler, ungkap Giaccherini.
Fans mereka sangat luar biasa dan memiliki respek yang tinggi. Orang-orang sering datang ke stadion untuk menonton dan mendukung penuh timnya.
Eks penggawa Cesena ini juga menyebut faktor tekanan yang diterimanya kini lebih ringan ketimbang saat masih berada di Italia.
Setelah pertandingan, tekanan yang saya alami jauh berbeda. Di Italia, tekanan dari suporter sangat tinggi dan kadang terjadi hal yang tidak diinginkan.
Giaccherini menambahkan bahwa faktor kesempatan bermain sebagai pemain utama merupakan faktor penting yang mendorongnya untuk bergabung ke Stadium of Light.
Di Juventus saya tak banyak bermain karena banyak pemain penting yang menjadi pengisi skuat utama.
Saya datang untuk bermain. Di Juve, saya tetap dipanggil Timnas meskipun jarang menjadi starter. Namun sebagai pemain, saya harus menjaga harga diri dengan terus turun ke lapangan dan menunjukkan kualitas yang saya miliki, imbuh Giaccherini. [initial] (pa/mri)
Pemain serba bisa ini langsung menjadi komponen penting bagi skuat asuhan Paolo Di Canio. Akhir pekan lalu mencetak gol perdananya bagi The Black Cats dalam pertandingan melawan Southampton yang berakhir imbang 1-1.
Kepada PA Sport, pria 28 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada atmosfer Premier League.
Saya selalu menggemari sepakbola Inggris yang menurut saya spektakuler, ungkap Giaccherini.
Fans mereka sangat luar biasa dan memiliki respek yang tinggi. Orang-orang sering datang ke stadion untuk menonton dan mendukung penuh timnya.
Eks penggawa Cesena ini juga menyebut faktor tekanan yang diterimanya kini lebih ringan ketimbang saat masih berada di Italia.
Setelah pertandingan, tekanan yang saya alami jauh berbeda. Di Italia, tekanan dari suporter sangat tinggi dan kadang terjadi hal yang tidak diinginkan.
Giaccherini menambahkan bahwa faktor kesempatan bermain sebagai pemain utama merupakan faktor penting yang mendorongnya untuk bergabung ke Stadium of Light.
Di Juventus saya tak banyak bermain karena banyak pemain penting yang menjadi pengisi skuat utama.
Saya datang untuk bermain. Di Juve, saya tetap dipanggil Timnas meskipun jarang menjadi starter. Namun sebagai pemain, saya harus menjaga harga diri dengan terus turun ke lapangan dan menunjukkan kualitas yang saya miliki, imbuh Giaccherini. [initial] (pa/mri)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:00
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















