Alisson Juga Ikut Kaget Mengetahui Dirinya Dibeli 65 Juta Pounds
Dimas Ardi Prasetya | 31 Mei 2019 03:57
Bola.net - - Alisson Becker mengaku kaget dirinya dibeli seharga 65 juta pounds oleh Liverpool dari AS Roma pada musim panas 2018 lalu.
Liverpool memiliki masalah kronis di lini pertahanannya. Tepatnya di sektor penjaga gawang.
Mereka tak punya kiper top yang bisa diandalkan sepeninggal Pepe Reina pada tahun 2014 lalu. Jurgen Klopp sempat membeli Loris Karius.
Akan tetapi ternyata Karius tak bisa tampil sesuai harapan Klopp. Pada akhirnya manajer asal Jerman itu memutuskan untuk merekrut Alisson dari Roma.
Ia dibeli dengan sangat mahal, 65 juta pounds. Ia memegang rekor sebagai kiper termahal di dunia sebelum akhirnya dipecahkan oleh Kepa Arrizabalaga saat dibeli Chelsea dari Athletic Bilbao.
Terkejut dan Dibayar Balik
Alisson sendiri tampil gemilang di musim perdananya di Liverpool. Ia sukses meraih penghargaan Golden Glove setelah sukses mencatatkan 21 clean sheet.
Selain itu ia juga sukses mengantarkan Liverpool masuk final Liga Champions lagi. Kiper asal Brasil ini mengaku pada awalnya ia terkejut dibandrol dengan mahal itu, namun ia juga merasa sudah membayar kembali harga tersebut dengan performanya di atas lapangan.
"Ketika saya pertama kali gabung, saya terkejut dengan nilainya," kata Alisson pada The Independent.
“Saya pikir saya telah membayar kembali ke klub. Saya telah memenuhi harapan klub dalam diri saya melalui dedikasi dan kerja keras, tetapi saya belum berpikir saya telah mencapai apa pun," tegasnya.
"Saya ingin menulis nama saya dalam sejarah klub dengan memenangkan gelar, dan kami memiliki peluang besar untuk melakukannya pada hari Sabtu ini."
Ball-Playing Keeper
Salah satu keunggulan Alisson menurut pandangan banyak pihak adalah ia adalah seorang ball-playing goalkeeper. Alias, kiper yang juga mahir mengolah dan mengumpankan bola.
Dengan demikian ia bisa ikut terlibat dalam usaha timnya membangun serangan dari belakang. Namun menurut Alisson, hal tersebut baginya sebenarnya tidak terlalu penting.
"Saya tidak berpikir itu adalah hal yang paling penting bagi seorang penjaga gawang," katanya tentang tim-tim yang bermain dari belakang.
“Yang paling penting adalah melakukan penyelamatan. Kemampuan dengan bola hanyalah aksesori untuk membantu tim. Itu bisa dilatih, tetapi kiper harus memilikinya terlebih dahulu, dan kepercayaan diri sangat penting," tegasnya.
“Ketika kiper bagus dengan kaki mereka, dan memiliki keterampilan passing untuk bisa mengendalikan bola di bawah tekanan, tim dapat menggunakannya dan itu bisa menjadi bagian dari strategi. Tetapi jika kiper tidak memiliki kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri itu, Anda harus cerdas dan memainkan strategi yang berbeda," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














