Analisis: Mengapa Klopp Sukses di Liverpool tapi Mourinho Gagal di MU?
Richard Andreas | 9 Mei 2019 10:20
Bola.net - - Mantan pemain Liverpool, John Barnes percaya keberhasilan Liverpool mencapai final Liga Champions adalah bukti pentingnya dukungan klub pada pelatih. Dia menyinggung Manchester United yang tidak pernah mau memberikan dukungan maksimal pada pelatihnya.
Jurgen Klopp baru saja menuntun Liverpool untuk mewujudkan come back impresif atas Barcelona di semifinal Liga Champions. The Reds takluk 0-3 di leg pertama, tetapi mampu membalas 4-0 di Anfield untuk melaju ke final.
Permainan Liverpool pada leg kedua itu mengundang banyak pujian. Setiap pemain tampil tanpa rasa takut. Mereka tampak bermain dengan mengerahkan seluruh tenaga mereka dengan paduan hasrat yang tinggi.
Semangat juang Liverpool itu adalah cerminan dari semangat Jurgen Klopp sebagai pelatih. Mengapa begitu? Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Memercayai Pelatih
Menurut Barnes, Klopp adalah pelatih yang mendapatkan kepercayaan penuh dari pemilik klub. Mantan bos Borussia Dortmund itu memperoleh dukungan finansial untuk membeli pemain-pemain yang dia butuhkan, dan Klopp dibebaskan membentuk tim sesuai keinginannya.
"Mereka [pemilik Liverpool] memercayai Klopp karena memang harus melakukannya. Hierarki telah memberi keleluasaan bagi Jurgen Klopp untuk membuat keputusan," buka Barnes kepada Mirror.
Ketika Klopp mendapatkan kebebasan seperti itu, kondisi tim jadi jauh lebih baik. Para pemain pun memercayai dia. "Ketika Klopp menyuruh pemain melompat, mereka harus melompat."
Nelangsa Mourinho
Situasi positif yang didapati Klopp itu berbanding terbalik dengan Jose Mourinho. Saat masih melatih MU, Mourinho kesulitan mendisiplinkan pemain-pemain yang dianak-emaskan oleh pemilik klub.
Mourinho tidak leluasa untuk memerintah pemain dan membentuk tim sesuai keinginannya. Konflik antara pelatih dengan pemain pun tidak bisa dihindari, dan Mourinho yang jadi korban.
"Para pemain tidak perlu melompat [ketika diminta] di klub terakhir Jose [Mourinho], dan anda sudah melihat apa yang terjadi."
"Ketika anda memberikan kekuatan pada pelatih, para pemain dipaksa untuk menurutinya dan tidak ada yang boleh meragukan sang pelatih," tutup Barnes.
Sebaliknya, MU justru membiarkan pemain-pemain membangkang perintah Mourinho. Kondisi skuat jadi tidak nyaman, pada akhirnya selalu pelatih yang jadi korban.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













