Anders Limpar: Bermain Untuk George Graham Bagai Hidup di Irak
Editor Bolanet | 27 Juni 2012 17:52
- Mantan bintang , Anders Limpar mengatakan bahwa pengalamannya bermain untuk bos The Gunners George Graham bagaikan hidup di Irak di bawah rezim Saddam Hussein.
Pemain asal Swedia yang memenangi 5 tropi selama 4 tahun di London itu menambahkan bahwa pelatih asal Skotlandia tersebut bahkan tidak mau menjabat tangannya setelah mengatakan bahwa kontraknya tidak akan diperpanjang.
Limpar mengatakan pada stasiun TV Swedia, Aftonbladet TV: Dia (Graham) itu memuakkan. Pernah saat kami latihan, dia memanggil salah satu pemain ke ruangnya -- meskipun sebenarnya itu bukan sebuah ruang, karena semua bisa mendengar apa yang dia katakan. Dia bilang ke pemain tadi bahwa dia sudah menjualnya ke Leeds.' Ketika pemain itu bilang dia tidak mau bergabung dengan Leeds, Graham hanya menjawab 'Well, kamu hanya butuh mengepak barang dan pergi.'
Brengsek sekali dia. Aku tak pernah melihat ada pemain dibuat seperti itu. Dia benar-benar menangis, karena sudah bermain di Arsenal sejak umur 16 tahun.
Limpar bergabung dengan Gunners tahun 1990 setelah bermain untuk Cremonese. Selama di sana, dia telah mengoleksi 20 gol dari 116 pertandingan. Limpar juga menjadi favorit para pendukung Arsenal. Tahun 1992, dia berhasil menjebloskan bola ke gawang Liverpool dari jarak 40 yards (36,5 meter).
Namun tahun 1994, Graham memutuskan untuk melepas Limpar. Dan itu menjadi momen yang pahit buat Limpar karena sikap Graham yang menurutnya menyakitkan.
Dia melepasku bulan April, padahal kontrakku habis bulan Mei, cerita Limpar. Tak ada basa basi soal perpanjangan. Hanya 'selamat tinggal.' Aku bilang ke dia aku masih ingin terus bermain untuk Arsenal dan mencari kontrak baru. Tapi jawabnya cuma 'Tidak.'
Aku bilang bahwa aku telah memenangkan banyak gelar dalam empat tahun untuknya. Tapi dia seenaknya bilang 'aku mendapatkan tawaran menarik dari Manchester City, jadi kamu harus kesana.'
Jadi aku sadar kalau aku harus meninggalkan klub. Lantas aku ulurkan tangan untuk menjabatnya dan berterima kasih atas empat tahun di Arsenal. Dia hanya memutar kursinya dan menatap dinding. Jadi bahkan setelah empat tahun dia tidak mau menjabat tanganku.
Namun Limpar akhirnya bergabung dengan Everton, bukannya Manchester City. Di bawah tangan pelatih Joe Royle, dia memenangkan Piala FA tahun 1995. Limpar akhirnya pensiun dari sepakbola tahun 2001. (gua/Rev)
Pemain asal Swedia yang memenangi 5 tropi selama 4 tahun di London itu menambahkan bahwa pelatih asal Skotlandia tersebut bahkan tidak mau menjabat tangannya setelah mengatakan bahwa kontraknya tidak akan diperpanjang.
Limpar mengatakan pada stasiun TV Swedia, Aftonbladet TV: Dia (Graham) itu memuakkan. Pernah saat kami latihan, dia memanggil salah satu pemain ke ruangnya -- meskipun sebenarnya itu bukan sebuah ruang, karena semua bisa mendengar apa yang dia katakan. Dia bilang ke pemain tadi bahwa dia sudah menjualnya ke Leeds.' Ketika pemain itu bilang dia tidak mau bergabung dengan Leeds, Graham hanya menjawab 'Well, kamu hanya butuh mengepak barang dan pergi.'
Brengsek sekali dia. Aku tak pernah melihat ada pemain dibuat seperti itu. Dia benar-benar menangis, karena sudah bermain di Arsenal sejak umur 16 tahun.
Limpar bergabung dengan Gunners tahun 1990 setelah bermain untuk Cremonese. Selama di sana, dia telah mengoleksi 20 gol dari 116 pertandingan. Limpar juga menjadi favorit para pendukung Arsenal. Tahun 1992, dia berhasil menjebloskan bola ke gawang Liverpool dari jarak 40 yards (36,5 meter).
Namun tahun 1994, Graham memutuskan untuk melepas Limpar. Dan itu menjadi momen yang pahit buat Limpar karena sikap Graham yang menurutnya menyakitkan.
Dia melepasku bulan April, padahal kontrakku habis bulan Mei, cerita Limpar. Tak ada basa basi soal perpanjangan. Hanya 'selamat tinggal.' Aku bilang ke dia aku masih ingin terus bermain untuk Arsenal dan mencari kontrak baru. Tapi jawabnya cuma 'Tidak.'
Aku bilang bahwa aku telah memenangkan banyak gelar dalam empat tahun untuknya. Tapi dia seenaknya bilang 'aku mendapatkan tawaran menarik dari Manchester City, jadi kamu harus kesana.'
Jadi aku sadar kalau aku harus meninggalkan klub. Lantas aku ulurkan tangan untuk menjabatnya dan berterima kasih atas empat tahun di Arsenal. Dia hanya memutar kursinya dan menatap dinding. Jadi bahkan setelah empat tahun dia tidak mau menjabat tanganku.
Namun Limpar akhirnya bergabung dengan Everton, bukannya Manchester City. Di bawah tangan pelatih Joe Royle, dia memenangkan Piala FA tahun 1995. Limpar akhirnya pensiun dari sepakbola tahun 2001. (gua/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Declan Rice Lolos dari Kartu Merah saat Arsenal Kalah dari Brighton
Liga Inggris 20 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 20 September 2026, 14:45
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
LATEST UPDATE
-
Link Live Streaming Vietnam vs Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 26 September 2026, 18:29
-
Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Thailand Menang Telak 4-0 atas Pakistan
Tim Nasional 26 September 2026, 18:14
-
Antonio Conte Dikaitkan ke MU, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 26 September 2026, 17:43
-
4 Klub Premier League Bisa Tuntut Manchester City, Nilai Kompensasinya Tembus Rp4 Triliun
Liga Inggris 26 September 2026, 17:01
-
Manchester United Bisa Dapat 2 Gelar Premier League jika Trofi Manchester City Dicabut
Liga Inggris 26 September 2026, 16:31
-
Rodri Percaya Manchester City Tidak Bersalah dalam Kasus Pelanggaran Finansial
Liga Inggris 26 September 2026, 16:01
-
Manchester City Dilaporkan Bersalah dalam 114 Kasus, Apa Hukuman yang Menanti?
Liga Inggris 26 September 2026, 15:31
-
Manchester City Dilaporkan Bersalah atas 114 Pelanggaran Finansial Premier League
Liga Inggris 26 September 2026, 15:01
-
Prediksi Norwegia vs Portugal 28 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 14:16
-
Prediksi Jerman vs Yunani 28 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 13:17
-
Prediksi Denmark vs Wales 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 12:10
-
Prediksi Serbia vs Belanda 27 September 2026
Piala Eropa 26 September 2026, 11:51
-
5 Alasan Pau Cubars Jadi Sosok Penting di Lini Belakang Barcelona
Lain Lain 26 September 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


