Anderson dan Mainoo Dicoba Bersama Timnas Inggris, Inikah Gambaran Masa Depan Lini Tengah Man United?
Richard Andreas | 6 April 2026 12:30
Bola.net - Eksperimen kecil terjadi saat Inggris menghadapi Jepang pada 31 Maret lalu. Pelatih Thomas Tuchel memasangkan Kobbie Mainoo dengan Elliot Anderson di lini tengah selama 70 menit pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1.
Bagi sebagian pengamat, duet ini bukan sekadar pilihan taktis untuk satu laga uji coba. Kombinasi tersebut juga memunculkan kemungkinan menarik bagi Manchester United, yang disebut-sebut menjadikan Anderson sebagai target utama untuk menggantikan Casemiro.
Jika transfer itu benar terjadi pada musim panas nanti, duel melawan Jepang mungkin memberikan gambaran awal tentang bagaimana potensi kemitraan Anderson dan Mainoo di lini tengah United.
Anderson dan Mainoo Menunjukkan Chemistry Menarik

Dalam beberapa fase permainan, Anderson dan Mainoo terlihat cukup saling melengkapi. Keduanya menawarkan karakter yang berbeda, tapi bisa bekerja dalam struktur yang sama.
Mainoo lebih sering beroperasi di sisi kiri poros lini tengah dan sesekali mengambil posisi lebih maju ketika tim tidak menguasai bola. Anderson ditempatkan di sisi kanan dengan tugas yang lebih stabil sebagai jangkar.
Ketika Inggris bertahan, duet ini beberapa kali bekerja secara kolektif untuk menekan lawan. Pada satu momen di babak pertama, keduanya berhasil menutup jalur serangan balik Jepang sebelum akhirnya merebut kembali penguasaan bola.
Anderson sering menjadi pemain yang melakukan aksi defensif paling menentukan. Dalam salah satu situasi, ia melakukan tekel untuk menghentikan serangan sebelum Mainoo mengamankan bola dan memastikan Inggris tetap menguasai permainan.
Saat Inggris membangun serangan, Mainoo berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan. Kemampuan membawa bola membuatnya mampu mengalirkan permainan, sementara tugas umpan progresif lebih sering diberikan kepada Anderson.
Pola Permainan Inggris Terlalu Sempit

Kerja sama Anderson dan Mainoo juga terlihat saat Inggris menguasai bola. Di babak pertama, permainan sering dibangun melalui kombinasi umpan pendek yang melibatkan keduanya bersama Nico O'Reilly di posisi bek kiri.
Skema tersebut membentuk segitiga umpan yang cukup rapi. Pola ini bahkan mengingatkan pada beberapa prinsip permainan Manchester United ketika Michael Carrick sempat menjadi pelatih interim.
Meski begitu, pendekatan tersebut juga membawa masalah. Inggris terlalu sering menyerang melalui tengah lapangan.
Sekitar 80 persen serangan mereka diarahkan melalui area sentral, sehingga Jepang relatif mudah menutup ruang sebelum serangan berkembang menjadi ancaman.
Pilihan Thomas Tuchel memainkan Phil Foden sebagai false nine juga membuat Inggris terlihat kurang tajam di sepertiga akhir lapangan. Tanpa penyerang murni seperti Dominic Solanke, tim terlihat kekurangan kekuatan penyelesaian akhir.
Anderson dan Mainoo memang cukup solid di dasar lini tengah, tapi mereka tidak memiliki sentuhan kreativitas seperti Bruno Fernandes atau naluri penyelesaian seperti yang dimiliki penyerang tajam.
Momen Kelemahan yang Berujung Gol Jepang
Meski sempat menunjukkan kerja sama menjanjikan, duet ini juga memperlihatkan kelemahan yang cukup jelas. Hal itu terlihat pada proses gol tunggal Jepang.
Situasi bermula ketika Cole Palmer kehilangan bola saat mencoba menembus area serangan. Inggris berada dalam posisi yang belum sepenuhnya siap bertahan.
Anderson sempat salah membaca arah pergerakan lawan karena kombinasi umpan cepat pemain Jepang. Biasanya ia mampu menyelamatkan situasi seperti itu dengan tekel agresif lebih awal, tetapi kali ini timing-nya sedikit terlambat.
Pada saat yang sama, Mainoo tidak cukup cepat menutup ruang terhadap pemain yang membawa bola. Ia terlalu mudah dilewati saat Jepang mulai melakukan transisi menyerang.
Serangan kemudian melebar ke sisi kiri kepada Keito Nakamura. Winger Jepang itu mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang kemudian diselesaikan Kaoru Mitoma menjadi gol.
Mainoo sempat mencoba melakukan blok terakhir, namun gagal menghentikan umpan kunci tersebut.
Hal yang Harus Diperbaiki Jika Duet Ini Berlanjut
Dalam laga melawan Jepang, Mainoo memang sempat mencoba memainkan umpan panjang atau umpan menembus lini. Namun, akurasinya masih belum setajam pemain seperti Bruno Fernandes atau Casemiro.
Bagi Anderson, tantangan utamanya adalah menyempurnakan timing tekel dan mengurangi kemungkinan kehilangan bola. Energinya memungkinkan dia melakukan banyak perebutan bola sepanjang pertandingan, tetapi konsistensi menjadi langkah perkembangan berikutnya.
Jika Manchester United benar-benar merekrut Anderson, keduanya juga perlu menyesuaikan posisi di lapangan. Mainoo dan Anderson sama-sama sering bermain di sisi kiri lini tengah untuk klub masing-masing.
Tanpa koordinasi yang tepat, mereka berisiko justru berdiri terlalu berdekatan dan memudahkan lawan menembus lini tengah.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Titah Hansi Flick ke Barcelona: Permanenkan Marcus Rashford Segera!
Liga Spanyol 21 Mei 2026, 18:00
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 21 Mei 2026, 17:57
-
Manchester United Kibarkan Bendera Putih untuk Elliot Anderson?
Liga Inggris 21 Mei 2026, 17:30
-
Kabar Baik MU? Trabzonspor Tidak Ingin Berpisah dengan Andre Onana
Liga Inggris 21 Mei 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Setelah 5 Tahun Menunggu, Cristiano Ronaldo Akhirnya Angkat Trofi Lagi
Asia 22 Mei 2026, 09:45
-
Bila Juventus Gagal ke Liga Champions, Luciano Spalletti Siap Resign?
Liga Italia 22 Mei 2026, 09:25
-
Link Live Streaming BRI Super League: Arema FC vs PSIM
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 09:17
-
Cristiano Ronaldo Juara Liga Arab Saudi, tapi Kali Ini Gagal Jadi Top Skor!
Asia 22 Mei 2026, 09:15
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 GP Kanada 2026 di Vidio, 22-25 Mei 2026
Otomotif 22 Mei 2026, 09:11
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 22 Mei 2026, 09:11
-
Hasil Lengkap Pertandingan Malaysia Masters 2026
Bulu Tangkis 22 Mei 2026, 09:03
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Malaysia Masters 2026, 19-24 Mei 2026
Bulu Tangkis 22 Mei 2026, 08:56
-
Kontroversi yang Mengiringi Trofi Cristiano Ronaldo di Liga Arab Saudi
Asia 22 Mei 2026, 08:50
-
Cristiano Ronaldo Menangis Saat Al Nassr Juara Liga Arab Saudi
Asia 22 Mei 2026, 08:23
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25




