
Bola.net - Cristiano Ronaldo akhirnya merasakan gelar juara bersama Al-Nassr setelah penantian panjang yang penuh naik turun. Trofi Saudi Pro League musim ini jadi yang pertama bagi bintang Portugal itu sejak pindah ke Arab Saudi hampir tiga tahun lalu.
Momen ini terasa lebih besar dari sekadar gelar liga biasa. Sejak awal kedatangannya, Ronaldo membawa ekspektasi besar sekaligus keraguan dari banyak pihak. Namun perlahan, kehadirannya ikut mengubah wajah sepak bola Arab Saudi.
Semua bermula setelah wawancara kontroversialnya dengan Piers Morgan yang mengakhiri hubungan dengan Manchester United. Dari sana, pintu menuju Al-Nassr terbuka dan memicu gelombang kedatangan pemain top Eropa ke Asia.
Meski begitu, perjalanan Al-Nassr menuju gelar tidak pernah benar-benar mulus. Klub sudah menghabiskan dana besar dan berkali-kali merombak skuad, tetapi hasilnya sempat jauh dari harapan. Sampai akhirnya Jorge Jesus berhasil membawa mereka keluar dari tekanan panjang itu.
Awal Revolusi dan Investasi Besar-besaran

Pada masa awal bersama Al-Nassr, Ronaldo sebenarnya sempat menikmati situasi yang cukup menjanjikan. Tim masih kompetitif di bawah arahan Rudi Garcia dan mampu bersaing dalam perebutan gelar domestik.
Perubahan besar mulai terasa pada musim panas 2023/2024. Manajemen klub bergerak agresif demi membangun tim yang bisa langsung juara. Sejumlah pemain papan atas Eropa pun berdatangan ke Riyadh.
Luis Castro kemudian ditunjuk sebagai pelatih baru setelah meninggalkan Botafogo. Bersamaan dengan itu, Al-Nassr menggelontorkan lebih dari 150 juta euro untuk memperkuat skuad.
Otavio, Aymeric Laporte, Sadio Mane, Marcelo Brozovic, sampai Seko Fofana ikut bergabung. Kehadiran mereka diharapkan bisa membantu Ronaldo meraih trofi pertama di Arab Saudi lebih cepat.
Dominasi Al Hilal yang Menjadi Mimpi Buruk

Namun ambisi besar Al-Nassr langsung berhadapan dengan dominasi Al Hilal di tahun pertama Cristiano Ronaldo. Meski Ronaldo mencetak 35 gol di liga, timnya tetap kesulitan mengejar konsistensi rival utama mereka.
Al Hilal tampil luar biasa di bawah Jorge Jesus saat itu. Mereka menutup musim dengan keunggulan 14 poin atas Al-Nassr dan mencatat rekor kemenangan beruntun dunia versi Guinness World Records.
Investasi Al Hilal juga tidak kalah besar. Klub itu menghabiskan hampir 400 juta euro untuk mendatangkan Neymar, Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic, Malcom, Mitrovic, dan Bono.
Al-Nassr masih punya peluang terakhir di final piala domestik, tetapi kembali gagal setelah kalah adu penalti. Bono tampil gemilang di bawah mistar, sementara Ronaldo menutup musim dengan air mata frustrasi.
Tetap Tajam di Tengah Kegagalan Tim

Memasuki musim berikutnya, optimisme kembali muncul di internal Al-Nassr. Mereka melihat peluang baru setelah Al Hilal mulai mengurangi belanja pemain besar.
Klub lalu mendatangkan Bento untuk memperkuat pertahanan. Pada Januari, mereka juga mengeluarkan 77 juta euro demi merekrut Jhon Duran.
Sayangnya, performa tim justru menurun saat Stefano Pioli mengambil alih kursi pelatih. Al-Nassr kesulitan menjaga konsistensi dan akhirnya hanya finis di posisi ketiga, tertinggal lebih dari 10 poin dari Al Ittihad.
Kekecewaan lain datang di Liga Champions Asia. Mereka tersingkir secara mengejutkan oleh Kawasaki Frontale di semifinal, meski Ronaldo tetap tampil tajam dengan 25 gol sepanjang kompetisi.
Konflik Internal dan Protes dari CR7
Your support has pushed us every single week. In the stadium, at home and everywhere around the world. That energy is with us on the pitch.
— Cristiano Ronaldo (@Cristiano) May 11, 2026
Let’s make it count. For us. For you. For Nassr.
See you tomorrow. 💥 pic.twitter.com/kRcwByaSDN
Musim itu juga dibuka dengan kekalahan telak 4-1 dari Al Hilal di final Piala Super Arab Saudi. Hasil tersebut datang hanya beberapa pekan setelah Ronaldo meluncurkan kanal YouTube pribadinya.
Di balik layar, pengaruh Ronaldo di dalam klub makin terlihat. Sahabat dekatnya, Jose Semedo, dipromosikan dari direktur teknis menjadi manajer umum Al-Nassr.
Situasi internal sempat memanas akibat sejumlah ketegangan di dalam tim. Jorge Jesus beberapa kali mengeluhkan kurangnya tambahan pemain untuk memperdalam skuad.
Sementara itu, Ronaldo merasa tidak puas dengan dugaan perlakuan berbeda terhadap Al Hilal. Ia bahkan sempat mengambil cuti, yang kemudian memunculkan spekulasi soal masa depannya di Riyadh.
Penantian Berakhir dan Janji yang Terpenuhi

Meski diterpa berbagai masalah, Al-Nassr perlahan menemukan stabilitas bersama Jorge Jesus. Pendekatan transfer yang lebih terukur membantu mereka menjaga posisi di papan atas sepanjang musim.
Tim juga tetap solid ketika Ronaldo harus menepi beberapa pekan karena cedera. Pada akhirnya, kerja keras mereka terbayar di pertandingan terakhir liga.
"Ketika saya menerima undangan dari CEO Al-Nassr Jose Semedo dan Cris (Cristiano Ronaldo), saya hanya menerima tantangan ini untuk membantu Cris meraih gelar di Arab Saud. Itulah tujuan saya," ujar Jorge Jesus sebelum pertandingan terakhir.
Dan janji itu pun terpenuhi.
Al-Nassr memastikan gelar juara usai menghancurkan Damac 4-1 di pekan pamungkas, Jumat (22/5/2026) dini hari tadi. Kemenangan itu sekaligus menutup perlawanan Al Hilal dalam perebutan gelar musim ini. Stadion langsung berubah jadi pesta besar saat peluit akhir berbunyi.
Ronaldo kembali jadi pembeda lewat dua gol yang ia cetak malam itu. Setelah tiga tahun penuh tekanan, kritik, dan ekspektasi besar, akhirnya ia bisa mengangkat trofi pertamanya bersama Al-Nassr.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 14:00Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 7 Juli 2026 04:14Link Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Belgia
BERITA LAINNYA
-
asia 11 Juni 2026 18:05Hasil Piala AFF U-19 2026: Thailand U-19 Tembus Final Usai Bekuk Kamboja 4-0
-
asia 8 Juni 2026 08:52Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
-
asia 22 Mei 2026 11:35Berapa Koleksi Trofi Cristiano Ronaldo? Ini Daftar Lengkapnya
SOROT
-
Liputan6 7 Juli 2026 07:03Teka Teki Amplop dari Bupati Kuansing di Meja Menhut
-
Liputan6 7 Juli 2026 06:00Franka Tak Lelah Berjuang untuk Nadiem Makarim
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111162/original/092224600_1783062123-Menhut_Kuansing.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/8713163/original/066297200_1782795242-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_11.05.07__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288994/original/076060000_1783377883-kpolda-Katingan_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288946/original/091150800_1783349669-Jalan_Depan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288971/original/091533500_1783355729-IMG_5236.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288955/original/039805600_1783350883-IMG_5243.jpg)
