Angel Di Maria Ungkap Penyebab Dirinya Membenci Masa-Masa di Manchester United

Afdholud Dzikry | 27 Mei 2026 07:15
Angel Di Maria Ungkap Penyebab Dirinya Membenci Masa-Masa di Manchester United
Selebrasi bintang Rosario Central, Angel Di Maria usai mencetak gol ke gawang Universidad Central di Copa Libertadores, 29 April 2026. (c) AP Photo/Ariana Cubillos

Bola.net - Angel Di Maria akhirnya buka suara mengenai periode sulit yang ia jalani bersama Manchester United setelah didatangkan dengan nilai transfer 59,7 juta paun. Pemain asal Argentina itu mengaku membenci masa-masanya di Old Trafford karena kombinasi masalah di dalam dan luar lapangan selama musim 2014/2015.

Situasi mulai berubah ketika hubungan Di Maria dengan pelatih saat itu, Louis van Gaal, memburuk. Di Maria merasa terlalu sering mendapat kritik terkait performanya tanpa pernah diberikan apresiasi atas kontribusi positif yang ia tampilkan di lapangan.

Advertisement

Selain persoalan taktik, kehidupan pribadi sang winger juga terganggu setelah rumahnya di Cheshire menjadi sasaran percobaan perampokan ketika keluarganya berada di dalam rumah. Kondisi cuaca dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan di Inggris membuat situasi semakin berat bagi pemain yang kemudian menjadi juara dunia bersama Argentina tersebut.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian masalah itu membuat Di Maria memilih meninggalkan Manchester United hanya setelah satu musim. Kepindahannya ke Paris Saint-Germain pun menjadi akhir dari salah satu transfer paling mengecewakan dalam sejarah klub.

1 dari 3 halaman

Hubungan dengan Van Gaal Jadi Titik Balik

Kedatangan Di Maria ke Manchester United awalnya berjalan menjanjikan. Ia langsung tampil impresif dan diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan nomor punggung tujuh yang legendaris di klub tersebut.

Namun situasi berubah seiring berjalannya musim. Di Maria mengaku mulai mengalami masalah dengan Van Gaal setelah sang pelatih terus menyoroti kekurangan dalam permainannya.

"Awalnya semuanya berjalan sangat baik. Permainan saya mengalir. Tetapi setelah mulai bermasalah dengan Van Gaal, semuanya langsung berantakan," ujar Di Maria kepada BBC Sport.

"Saya memulai dengan sangat bagus dan semuanya terasa sempurna. Namun kemudian kami terus mengadakan pertemuan soal kesalahan saya di lapangan. Dia tidak pernah menunjukkan hal-hal baik yang saya lakukan, hanya sisi negatif terus-menerus. Lama-lama saya muak," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Kehidupan di Inggris Membuat Situasi Semakin Sulit

Masalah Di Maria ternyata tidak hanya terjadi di lapangan. Pemain berusia 37 tahun itu juga kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Inggris, terutama cuaca dan lingkungan sekitar Manchester.

Ia menyebut kondisi tersebut semakin berat setelah terjadi percobaan perampokan di rumahnya. Insiden itu membuat keluarganya merasa tidak nyaman untuk tetap tinggal di Inggris.

"Kehidupan di sana sangat berbeda. Hari cepat gelap dan cuacanya mulai dingin. Semua masalah datang bertubi-tubi. Ditambah lagi rumah saya sempat dibobol," kata Di Maria.

Meski pernah mengalami kejadian serupa saat membela PSG, Di Maria mengaku kehidupannya di Prancis jauh lebih nyaman sehingga ia masih mampu bertahan lebih lama di sana.

3 dari 3 halaman

Dukungan Keluarga dan Keputusan Pergi

Istri Di Maria, Jorgelina Cardoso, juga pernah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap kehidupan di Manchester. Ia bahkan mengaku sejak awal tidak setuju dengan keputusan pindah dari Real Madrid ke Manchester United.

"Saya benar-benar tidak menyukainya. Orang-orang di sana terasa aneh. Saat berjalan di luar, Anda tidak tahu apa yang bisa terjadi. Makanannya juga tidak enak," ujar Cardoso mengenai pengalaman mereka di Inggris.

Situasi Di Maria di lapangan juga semakin sulit setelah ia mulai kehilangan tempat di tim utama usai kartu merah saat menghadapi Arsenal di Piala FA serta beberapa cedera minor. Ketika musim berakhir, ia memilih tidak mengikuti tur pramusim klub demi memuluskan transfer ke PSG.

"Dia bilang saya tidak datang saat pramusim. Padahal sebelumnya saya sudah mengatakan ingin pergi dan tidak akan kembali ke klub," jelas Di Maria.

Meski mengakui masa-masanya di Manchester berjalan buruk, Di Maria tetap menyimpan apresiasi terhadap orang-orang di dalam klub yang menurutnya selalu memberikan dukungan selama ia berada di sana.