Arsenal dan Rekam Jejak Mereka Setelah Menjuarai Community Shield
Gia Yuda Pradana | 18 Agustus 2026 11:16
Bola.net - Arsenal membuka musim 2026/27 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City di Community Shield. Hasil tersebut langsung memunculkan keyakinan bahwa sang juara bertahan mampu mempertahankan gelar Premier League.
Akan tetapi, sejarah menunjukkan bahwa kemenangan di Community Shield tidak selalu menjadi pertanda keberhasilan di liga. Dari sembilan kemenangan sejak era Premier League, hanya sebagian yang benar-benar diikuti musim luar biasa.
Catatan masa lalu bahkan memperlihatkan beberapa kegagalan mengejutkan. Berikut perjalanan Arsenal setelah setiap kemenangan Community Shield pada era Premier League.
1998-99: Gagal Mempertahankan Gelar
Kemenangan 3-0 atas Manchester United pada 1998 memberikan modal besar bagi Arsenal yang berstatus juara bertahan. Namun, awal musim yang kurang konsisten membuat mereka kehilangan momentum setelah hanya meraih tiga kemenangan dalam delapan pertandingan pertama.
Manchester United akhirnya merebut treble bersejarah, sementara Arsenal finis sebagai runner-up dengan selisih satu poin. Kekalahan 0-1 dari Leeds United pada pekan kedua terakhir menjadi salah satu hasil yang sangat mahal.
1999-00: Thierry Henry Belum Cukup
Setahun kemudian, Arsenal kembali mengalahkan United di Community Shield, kali ini dengan skor 2-1. Kedatangan Thierry Henry dari Juventus juga meningkatkan optimisme setelah sang penyerang mencetak 17 gol Premier League pada musim debutnya.
Namun, United terlalu kuat dan mengakhiri musim dengan 91 poin. Arsenal memang mencatat delapan kemenangan beruntun pada periode Maret hingga Mei, tetapi rangkaian tiga kemenangan dalam 11 laga membuat mereka gagal memberikan tekanan serius.
2002-03 dan 2004-05: Keunggulan Menguap
Pada 2002, Arsenal datang sebagai juara bertahan dan memiliki Henry sebagai salah satu pemain paling berbahaya di liga. Namun, Manchester United merebut gelar setelah Arsenal kehilangan keunggulan pada fase akhir musim.
Situasi serupa terjadi pada 2004-05 setelah Arsenal menjalani musim Invincibles. Chelsea di bawah Jose Mourinho muncul sebagai kekuatan baru dan mengakhiri musim dengan rekor 95 poin, sedangkan Arsenal tertinggal 12 poin di posisi kedua.
2014-15 hingga 2017-18: Ekspektasi Tak Berbuah Gelar
Arsenal mengakhiri penantian panjang dengan menghancurkan Manchester City 3-0 pada Community Shield 2014. Alexis Sanchez langsung tampil produktif, tetapi kekalahan 0-2 dari Chelsea pada Oktober menjadi gambaran kesenjangan mereka dengan sang juara.
Musim 2015-16 juga berakhir tanpa gelar meski Leicester City dua kali dikalahkan. Pada 2017-18, kemenangan adu penalti atas Chelsea justru menjadi awal musim terakhir Arsene Wenger, yang berakhir dengan posisi keenam dan 63 poin.
2020-21 hingga 2023-24: Ada Harapan, Belum Berhasil
Kemenangan atas Liverpool pada 2020 tidak mampu mencegah musim sulit bagi Mikel Arteta. Arsenal sempat berada di posisi ke-15 setelah tujuh laga tanpa kemenangan, sebelum bangkit dan mengakhiri kompetisi di peringkat kedelapan.
Pada 2023-24, Arsenal kembali menjadi penantang serius setelah menang melalui adu penalti atas Manchester City. Mereka mengoleksi 89 poin, tetapi satu kekalahan dari Aston Villa membuat Manchester City kembali menjadi juara.
Kini, kemenangan 3-0 atas Manchester City menjadi ujian terbaru bagi tren tersebut. Dengan status juara bertahan dan performa meyakinkan di Community Shield, tantangan terbesar bukan sekadar memulai musim dengan baik, melainkan membuktikan bahwa kali ini sejarah bisa berubah.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Habis Diobok-obok, Manchester United Ingin Bajak Super Star Como Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:32
-
Kabar Baik untuk MU! Satu Pemain Lagi Pulih dari Cedera
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:21
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


