Arsenal yang Sekarang: Permainan Tidak Menarik, Segalanya Demi Gelar Juara

Richard Andreas | 6 Maret 2026 14:01
Arsenal yang Sekarang: Permainan Tidak Menarik, Segalanya Demi Gelar Juara
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berbicara kepada para pemainnya saat pertandingan melawan Brighton pada Kamis 5 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal terus menjaga momentum dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Namun kemenangan tipis mereka di markas Brighton justru memicu perdebatan mengenai gaya bermain tim asuhan Mikel Arteta.

The Gunners menang 1-0 di Amex Stadium. Hasil itu memperkuat posisi mereka di puncak klasemen, tetapi komentar tajam dari pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, langsung menjadi sorotan.

Advertisement

Hurzeler bahkan menyebut hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepakbola dalam laga tersebut. Pernyataan itu memicu diskusi lebih luas tentang cara Arsenal meraih kemenangan musim ini.

Di satu sisi, Arsenal semakin dekat dengan trofi liga pertama mereka dalam lebih dari dua dekade. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah pendekatan yang digunakan Arteta masih mencerminkan sepakbola yang atraktif.

1 dari 5 halaman

Komentar Pedas Fabian Hurzeler Setelah Kekalahan Brighton

Komentar Pedas Fabian Hurzeler Setelah Kekalahan Brighton

Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba saat melawan Chelsea, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Fabian Hurzeler tidak menahan kritik ketika berbicara setelah pertandingan. Pelatih Brighton itu mengaku tidak menyukai pendekatan yang ditunjukkan Arsenal di lapangan.

Menurutnya, ada banyak cara untuk memenangkan pertandingan. Namun ia merasa Arsenal terlalu sering menggunakan taktik yang menurutnya tidak mencerminkan permainan ideal.

“Ada berbagai cara untuk menang,” kata Hurzeler dalam konferensi pers setelah laga.

“Jika mereka memenangkan Premier League, di masa depan tidak akan ada yang bertanya bagaimana mereka memenangkannya. Anda bisa merasakan mereka akan melakukan segalanya untuk menang. Pada akhirnya ini soal aturan, tetapi saat ini saya merasa mereka membuat aturan sendiri.”

Komentar tersebut merujuk pada apa yang dikenal sebagai game management dalam sepakbola modern. Hurzeler menyoroti tindakan mengulur waktu dan berbagai taktik lain yang menurutnya mengganggu alur pertandingan.

2 dari 5 halaman

Kritik yang Tidak Biasa di Era Premier League Modern

Kritik yang Tidak Biasa di Era Premier League Modern

Selebrasi pemain Arsenal (kiri-kanan), Gabriel Magalhaes, Viktor Gyoekeres dan Piero Hincapie merayakan gol ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Pernyataan Hurzeler terasa cukup mencolok di tengah budaya Premier League yang biasanya lebih berhati-hati dalam mengkritik lawan.

Banyak pelatih memilih menghindari komentar tajam, terutama ketika membahas tim yang sedang memimpin klasemen dengan jarak cukup nyaman.

Namun Hurzeler tetap menyampaikan pandangannya secara terbuka. Ia bahkan mempertanyakan apakah pertandingan tersebut benar-benar menghibur bagi para penonton.

“Saya tidak akan pernah menjadi pelatih yang mencoba menang dengan cara seperti itu,” ujarnya.

“Jika saya bertanya kepada semua orang di ruangan ini apakah mereka benar-benar menikmati pertandingan ini, mungkin hanya satu orang yang mengangkat tangan karena dia penggemar Arsenal. Selain itu, tidak mungkin.”

Komentar tersebut mencerminkan frustrasi kubu Brighton. Namun pada saat yang sama, kritik itu juga menggambarkan pandangan sebagian pengamat yang menilai permainan Arsenal musim ini tidak selalu atraktif secara estetika.

3 dari 5 halaman

Arsenal Fokus Hasil, Bukan Penilaian Publik

Arsenal Fokus Hasil, Bukan Penilaian Publik

Selebrasi Martine Odegaard bersama pemain Arsenal usai mengalahkan Tottenham di Derby London Utara, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Terlepas dari kritik tersebut, Arsenal tampaknya tidak terlalu memedulikan perdebatan soal gaya bermain.

Bagi tim yang sudah menunggu gelar liga selama lebih dari dua dekade, hasil akhir jelas menjadi prioritas utama.

Banyak pihak menilai, jika Arsenal benar-benar mampu menjuarai liga musim ini, perdebatan soal cara mereka bermain kemungkinan akan memudar dengan sendirinya.

Sejarah sepakbola sering menunjukkan bahwa trofi menjadi hal utama yang diingat. Cara sebuah tim mencapainya biasanya hanya menjadi catatan kecil dalam perjalanan tersebut.

Bagi Arteta dan para pemainnya, target mereka saat ini sederhana, yaitu melewati garis finis sebagai juara.

4 dari 5 halaman

Perbandingan dengan Arsenal Era Arsene Wenger

Perdebatan soal gaya bermain Arsenal juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah klub tersebut.

Pada awal 2000-an, tim asuhan Arsene Wenger dikenal dengan permainan menyerang yang sangat atraktif. Arsenal saat itu kerap dipuji karena sepakbola mereka yang memanjakan mata.

Beberapa pengamat bahkan pernah membandingkan dominasi tim tersebut dengan konsep total football yang terkenal dari Belanda era 1970-an.

Karena itu, sebagian kritik terhadap Arsenal saat ini muncul dari perbandingan dengan masa lalu klub.

Banyak yang merasa pendekatan Arteta tidak lagi identik dengan citra estetis yang dulu melekat pada Arsenal.

Meski demikian, setiap era memiliki tuntutan yang berbeda. Arsenal modern kini berada di bawah tekanan besar untuk mengakhiri penantian panjang mereka terhadap gelar liga.

5 dari 5 halaman

Ketika Gelar Menjadi Prioritas Utama

Dalam sejarahnya, Arsenal juga pernah meraih sukses dengan pendekatan yang lebih pragmatis.

Pada era George Graham, misalnya, klub London Utara tersebut sering dijuluki “boring Arsenal” oleh para rivalnya. Meski begitu, pendekatan tersebut tetap membawa trofi.

Situasi serupa bisa saja kembali terjadi pada generasi Arsenal saat ini.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah tim hampir selalu diukur dari trofi yang mereka menangkan. Kritik soal gaya bermain mungkin tetap ada, tetapi gelar juara akan menjadi cerita utama dalam sejarah klub.

Dengan posisi mereka saat ini di puncak klasemen, Arsenal hanya perlu memastikan satu hal: menyelesaikan pekerjaan hingga akhir musim.

LATEST UPDATE