Bale Sempat Dilarang Bermain Dengan Kaki Kiri
Editor Bolanet | 12 Agustus 2013 23:01
- Gareth Bale sudah menunjukkan bakat besarnya sejak masih anak-anak. Ternyata bakat sepakbola yang besar itu sempat menjadi masalah tersendiri bagi pemain itu.
Guru olahraga Bale di sekolahnya di Cardiff sempat melarang Bale bermain menggunakan kaki kirinya. kaki kiri Bale begitu dahsyat sehingga Gwyn Morris, sang guru, mencekal penggunaan kaki kiri Bale dalam setiap pertandingan sepakbola.
Bale juga hanya diperbolehkan melakukan satu sentuhan saja ketika menerima bola. Meski sempat mencuri-curi kesempatan, Bale mengaku larangan dari sang guru itu telah membuatnya menjadi pemain yang lebih baik.
Saya punya bakat tetapi kadang hal itu merugikan. Guru olahraga saya menganggap saya terlalu bagus dan tidak mengizinkan saya menggunakan kaki kiri dan hanya boleh melakukan satu sentuhan, ujar Bale dalam Review resmi Premier League.
Ia mengenang kembali masa-masa sekolahnya. Kini ia justru berterima kasih kepada sang guru karena larangan-larangan itu justru membuatnya lebih berkembang.
Saya sering melanggar aturan ketika guru saya tak melihat. Tapi jika dipikir lagi, larangan itu justru membuat saya berkembang. Saya masih ingat benar ketika bermain sepakbola bersama teman-tema sekolah saya. begitulah seharusnya sepakbola; menyenangkan. (tdm/hsw)
Guru olahraga Bale di sekolahnya di Cardiff sempat melarang Bale bermain menggunakan kaki kirinya. kaki kiri Bale begitu dahsyat sehingga Gwyn Morris, sang guru, mencekal penggunaan kaki kiri Bale dalam setiap pertandingan sepakbola.
Bale juga hanya diperbolehkan melakukan satu sentuhan saja ketika menerima bola. Meski sempat mencuri-curi kesempatan, Bale mengaku larangan dari sang guru itu telah membuatnya menjadi pemain yang lebih baik.
Saya punya bakat tetapi kadang hal itu merugikan. Guru olahraga saya menganggap saya terlalu bagus dan tidak mengizinkan saya menggunakan kaki kiri dan hanya boleh melakukan satu sentuhan, ujar Bale dalam Review resmi Premier League.
Ia mengenang kembali masa-masa sekolahnya. Kini ia justru berterima kasih kepada sang guru karena larangan-larangan itu justru membuatnya lebih berkembang.
Saya sering melanggar aturan ketika guru saya tak melihat. Tapi jika dipikir lagi, larangan itu justru membuat saya berkembang. Saya masih ingat benar ketika bermain sepakbola bersama teman-tema sekolah saya. begitulah seharusnya sepakbola; menyenangkan. (tdm/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55



















