Barton: Fergie Takkan Bisa Hidup Hanya Dengan Melatih
Editor Bolanet | 11 Oktober 2013 03:00
- Gelandang Queens Park Rangers (), Joey Barton, menilai jika mantan manajer legendaris, Alex Ferguson, tidak akan bisa hidup jika hanya menjadi seorang pelatih.
Pemain kontroversial itu kembali melontarkan komentar lugas, kali ini pada konferensi Leaders in Football yang dihelat di Stamford Bridge. Dalam kesempatan tersebut, Barton turut memberikan pandangannya seputar Sir Alex.
Sang manajer veteran itu sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai manajer Manchester United, klub yang sudah ditanganinya selama 26 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Barton menilai jika Fergie takkan bisa hidup andai tidak menjadi seorang manajer.
Kami menilai manajer, namun kami tidak menilai pelatih di negara ini. Saya tidak berada di sini untuk melecehkan Fergie. Ia adalah seorang manajer hebat, seorang ikon, puncak dari manajerial Britania, tutur Barton.
Namun ia takkan bisa melakoni sesi menjadi pelatih untuk menyelamatkan hidupnya. Saya sudah bicara pada orang lain tentangnya, dan ia nyaris tak bisa menata cone!
Dijelaskan oleh Barton, bahwa Sir Alex memang lebih tepat jika disebut sebagai seorang manajer, bukan pelatih. Pasalnya, diakuinya bahwa di Inggris terdapat perbedaan besar antara manajer dan pelatih. [initial]
(mtr/atg)
Pemain kontroversial itu kembali melontarkan komentar lugas, kali ini pada konferensi Leaders in Football yang dihelat di Stamford Bridge. Dalam kesempatan tersebut, Barton turut memberikan pandangannya seputar Sir Alex.
Sang manajer veteran itu sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai manajer Manchester United, klub yang sudah ditanganinya selama 26 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Barton menilai jika Fergie takkan bisa hidup andai tidak menjadi seorang manajer.
Kami menilai manajer, namun kami tidak menilai pelatih di negara ini. Saya tidak berada di sini untuk melecehkan Fergie. Ia adalah seorang manajer hebat, seorang ikon, puncak dari manajerial Britania, tutur Barton.
Namun ia takkan bisa melakoni sesi menjadi pelatih untuk menyelamatkan hidupnya. Saya sudah bicara pada orang lain tentangnya, dan ia nyaris tak bisa menata cone!
Dijelaskan oleh Barton, bahwa Sir Alex memang lebih tepat jika disebut sebagai seorang manajer, bukan pelatih. Pasalnya, diakuinya bahwa di Inggris terdapat perbedaan besar antara manajer dan pelatih. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


















