Bek Tottenham Muak dengan Penanganan Rasisme dalam Dunia Sepak Bola
Yaumil Azis | 5 April 2019 06:00
Bola.net - - Kasus rasisme sedang kembali menguak belakangan ini. Pemain Tottenham, Danny Rose, mengungkapkan unek-uneknya terhadap tindakan rasisme yang menimpanya serta bagaimana keengganan pihak berwajib untuk menuntaskannya.
Moise Kean menjadi sorotan dalam laga lanjutan Serie A antara Juventus melawan Cagliari pada Rabu (3/4) dini hari lalu. Bukan karena golnya, namun karena tindakan penggemar Cagliari yang melecehkan pemain berumur 19 tahun tersebut.
Sontak pemain-pemain dunia menyatakan dukungannya terhadap Wonderkid Italia tersebut, namun tak jarang orang menganggapnya juga turut memiliki kesalahan. Mereka menyasar pada reaksi sang pemain yang membalas dengan selebrasi 'provokatif'.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kisah Rose dengan Rasisme
Seiring dengan kasus rasisme yang kembali menguak, Danny Rose menyampaikan bagaimana dirinya menjadi salah satu korban dari tindakan yang kurang menyenangkan itu. Ia bahkan merasakan dua kali dari pendukung yang sama.
"Saya bermain di Serbia sekitar delapan tahun lalu dan itu terjadi di sini, jadi saya berpikir ada kemungkinan itu akan kembali terjadi. Ya, itu terjadi," tutur Rose seperti yang dikutip dari ESPN.
"Itu tidak memengaruhi performa saya. Saya sudah besar. Saya tahu tiga poin bukan lagi hal penting saat anda melalui hal seperti itu, tapi saya ingin tim mendapatkan tiga poin, lalu pergi dari Montenegro secepat mungkin," lanjutnya.
Hukuman Terlalu Kecil
Soal hukumannya sendiri, Danny Rose mengaku kecewa lantaran Serbia 'hanya' diganjar hukuman denda dengan nilai kecil. Bahkan ia menganggap nilai hukuman tersebut sama besarnya dengan jumlah uang yang ia keluarkan saat melancong di malam haru.
Makanya, Danny Rose skeptis dengan bagaimana sikap pihak berwenang dalam menuntaskan masalah rasisme. Saking muaknya, ia mengaku sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan karirnya di dunia sepak bola.
"Tentu saja menyedihkan [karena harus seperti itu], tapi saat negara hanya diberi denda senilai uang yang mungkin saya habiskan pada malam hari di London, lalu apa yang anda harapkan?" tambahnya.
"Anda lihat pelatih saya [Mauricio Pochettino] dihukum larangan berpartisipasi selama dua pertandingan hanya karena berseteru dengan Mike Dean di Burnley. Sementara sebuah negara hanya mendapat denda kecil karena berbuat rasis," tambahnya.
Ingin Lihat Intrik Sepak Bola
"Saya sudah merasa cukup. Saat ini, saya hanya berpikir bahwa saya tinggal memiliki lima atau enam tahun tersisa di sepak bola. Dan saya sudah tak sabar untuk melihat di belakangnya, melihat bagaimana pertandingan dipersiapkan. Ada banyak politik atau sejenisnya di sepak bola," tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Declan Rice Yakin Skuad Inggris Saat Ini yang Terbaik
Piala Dunia 20 Juli 2026, 00:19
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Resmi! Juventus Daratkan Bintang Timnas Turki ini ke Turin!
Liga Italia 17 Juli 2026, 05:21
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














