Bukannya Ingin Merengek, Luke Shaw Akui Masa-Masa Dilatih Mourinho Berat
Richard Andreas | 24 Maret 2021 06:45
Bola.net - Luke Shaw mengakui performanya tidak berada di level terbaik saat masih dilatih Jose Mourinho. Kini bersama Ole Gunnar Solskjaer, dia menemukan kembali rasa percaya dirinya.
Musim 2020/21 ini memang berjalan begitu baik bagi Shaw. Dia kembali bermain di level tinggi dan jadi salah satu pemain paling konsisten sejak awal musim.
Lonjakan performa ini sampai membuat Shaw dipanggil kembali ke Timnas Inggris. Dia terbukti bisa berkontribusi hal-hal penting untuk Setan Merah.
Tentu performa Shaw sekarang begitu kontras dengan penampilannya beberapa tahun lalu di bawah Mourinho. Apa yang terjadi?
Bukan mau merengek, tapi soal kepercayaan diri
Shaw tidak bermaksud mengeluh atau semacamnya, tapi dia mengakui masa-masa di bawah Mourinho begitu sulit karena kurangnya rasa percaya dirinya.
Kurangnya rasa percaya diri berdampak langsung pada performanya di lapangan. Shaw kesulitan tampil di level terbaiknya.
"Saya tidak ingin terlihat seperti anak kecil yang tidak bisa mengatasi tekanan, sebab bermain di klub sebesar Manchester United berarti Anda akan selalu tertekan dan disorot," kata Shaw kepada Sky Sports.
"Namun, saat itu [era Mourinho] saya tidak punya kepercayaan diri. Saya kehilangan keyakinan saya. Dan saya kira itulah yang berubah dengan Ole."
Dilatih dengan tepat
Karena itulah bagi Shaw tidak ada rahasia apa pun di balik lonjakan performanya musim ini. Dia hanya diuntungkan dengan gaya melatih Ole Gunnar Solskjaer yang pas baginya.
"Dia melatih saya dengan tepat dan saya bisa menemukan kepercayaan diri saya kembali, saat ini saya benar-benar menikmati permainan saya," sambung Shaw.
"Kenikmatan itu dan kepercayaan diri, bagi saya itulah dua hal yang Anda butuhkan di lapangan."
"Anda membutuhkan kepercayaan diri untuk memberikan performa terbaik di level tinggi. Saya merasa memiliki itu sekarang," tutupnya.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Sentuhan Ziyech Bakal Buat Chelsea Jauh Lebih Kuat!
- Kata Thomas Partey Usai Drama 6 Gol Saat Arsenal Ditahan West Ham
- Peluang Manchester United Merekrut Haaland Tergantung Odegaard, Kok Bisa?
- Hugo Lloris ke Manchester United Musim Depan?
- Jeda Internasional Hentikan Momentum Apik Chelsea? Justru Sebaliknya!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










